Wonosobo : sebuah perjalanan sebelum nikah mati (part 1)

sebuah imel dengan pengirim kemplu bernama Pepeng, mau tidak mau menyeret jari saya untuk ngeklik lebih jauh.

gimana nggak menarik, lha labelnya aja naujubilah banyaknya. saat itu saya baru sadar, kalo Pepeng suriwil itu telah mengirim imel yang sama ke beberapa milis yang saya ikuti sekaligus.

glek!

demi membaca isi imel, serta merta saya ngeces. ngiler. kayak gini deh

gimana enggak. acaranya JALAN JALAN dan GERATISSS!!! nggak bayar sepeserpun! Yang ngadain? komunitas blogger wonosobo (di postingan berikutnya diceritain deeeh…launchingnyaaa). Keren banget ini komunitas! baru juga berdiri, lansung bikin acara yang manjain blogger banget!

oh tuhanku, berkatilah mereka para pembuat acara ini. berkatilah Tyovan dan Bupati Wonosobo yang gawul ituh…

*berdoa khusyuk*

tanpa pikir panjang ( ah, dasar Siwi, priceless!) dan setelah mendapatkan kepastian tumpangan sampai Solo, saya putuskan Ladub! alias budal ke Wonosobo. berbekal kocek yang tipis sangat, dan hanya semangat untuk memotret n jalan jalan geratis, berangkatlah jua saya akhirnya…

bersama Abang Tiok, dimulailah perjalanan kami naek kereta. Yes, this is my first time numpak Pramex alias Prambanan Express. Keretanya bersih, jauh dari kesan kumuh seperti kereta ekonomi yang biasa saya tumpangi (ya eyalah, kespress gitu siw!) . Dengan banderol cukup 7 ribu rupiah, kami melintasi beberapa kabupaten. Aseli, keretanya enak! rasa jeruk! nggak sumpek, umpel umpelan, ples : BEBAS ASONGAN n PENGAMEN.  Selanjutnya, kami naek angkot n Bis. Inih dia… perjalanan menuju kota wonosobo, yang paling berkesan adalah naik Bis jurusan Wonosobo, setelah dari stasiun Kutoarjo dan terminal Purworejo. Semua, saya bakalan ngira bisnya gede seperti bis antarkota lainnya. Ternyatwa… bisnya cuwilik dan jalan yang dilewatiiii… alamakjaaang!

JUUUUAAAAUUUUUUHHH dan berkelok kelok.

untunglah, udaranya sejuk segar, nggak panas kayak surabaya. Jadi sedikit ngga kerasa perjalanan yang keknya lebih jauh daripada malang – sby ituh.

Daaan…akhirnya, sampai juga kami di sebuah tempat berjudul Balai Latihan Kerja. Suasana sepi semriwinggg, ples diiringi tatapan tajam *lebay* embak embak di asrama sebelah.  Sadarlah saya, sebagian besar peserta masih pada sholat jumat, dan bahwasanya tempat menginap saya ini adalah balai latihan kerja alias asramanya calon tekawe.  Tapppiii…meskipun BLK, tempatnya eeeennnaaaakkkk banget! berwaifi, swejuk, bersih, tenang, cocok buwat tidur dah! dasar, yang dipikirin tidur mulu!

Menjelang jam satu siang, mulai ada tanda tanda kehidupan. setelah itu, kami lansung digelandang ke sebuah tempat berjudul rumah makan Sindoro Sumbing. *ngeces* dateng dateng lansung ditodong makan reeek…

rm sindoro sumbing

rm sindoro sumbing

disitu sempet terGR GR bakalan disuruh nangkep ikan yang wara wiri di kolam, ikannya gede gede boook… terus disuruh mbakar or nggoreng sendiri.

ehehe… ternyata ikannya hanyalah hiasan sodara sodara! kita makannya ikan ayam goreng ternyata :D

tersangka utama dari hilangnya sebuah sendok

tersangka utama dari hilangnya sebuah sendok

tersangka pemusnah nasi

tersangka pemusnah nasi

nah, jika waktu itu persediaan nasi menjadi berkurang jauh, tersangka utamanya tak jauh jauh dari orang ini. tak percaya? inilah buktinya

inilah dia

sehabis dihajar, disampluk sampluk pake ayam goreng dan krawu, kita diseret menuju sebuah desa bernama Sapuran, untuk melihat lansung proses pembuatan batik aseli Wonosobo.

Lagi lagi, kita menempuh perjalanan yang amboooiii banget… disebut amboi karena jalannya amboi dan pemandangannya emang amboi beneran.

Satu lagi kekaguman saya pada kabupaten yang nyempil ini : BANYAK KOLAMNYA! hampir setiap rumah mempunyai kolam yang jernih dengan ikan ikan berlarian, eh berenang kesana kemari. Bisa disebut, wonosobo adalah negeri seribu kolam.   :lol:

Batik Wonosobo, dibuat secara hand made oleh penduduk aseli desa ini. Kebanyakan yang bikin ibu ibu, embak embak dan emak emak. :D . Ada yang dibikin pake cetakan, ada pula yang batik tulis, masih pake canting yang dicelupin ke cairan malam panas itu lho… *keinget mbatik pas jaman SMA*. Motif khasnya, adalah buah carica dan daun tumbuhan purwaceng. Carica dan Purwaceng, adalah tanaman khas daerah pegunungan Dieng. tentang carica dan purwaceng, akan saya bahas di postingan lainnya tunggu aja ;)

motif batik wonosobo

produk jadi berupa kain

produk jadi berupa kain

produk jadi berupa tas tangan

produk jadi berupa tas tangan

selanjutnya, mari kita mengintip “bengkel” tempat batik2 ini dibuwat…

cetakan motif purwaceng

cetakan motif purwaceng

lagi mbikin motif batik pake cetakan

lagi mbikin motif batik pake cetakan

naaah… itu tadi yang pake cetakan…

mari kita lihat yang batik tulis, sst… harganya konon lebih mahal lhooo…

lagi mbatik pake canting

lagi mbatik pake canting

batik belum diwarna

batik belum diwarna

batik belum diwarna juga

batik belum diwarna juga

naaah… berikut para ‘pahlawan’ batik kota wonosobo…

ibu ibu mbatik

ibu ibu mbatik

dan mereka yang berjuang melawan asap menyesakkan di ruang pewarnaan…

ruang pewarnaan

ruang pewarnaan

di ruang itulah, ibu ibu itu bertangisan, bukan sedih, tapi melawan asap yang emang perih di mata.

Sebagai usaha kecil, yang saya suka dari sini adalah pengolahan limbahnya yang patut diritu produsen2 skala gede. Ramah lingkungan bro!

Limbah pewarnaan batik dilewatkan dulu di semacam ‘penyaring’, baru kemudian dialirkan di parit parit kecil dengan air jernih mengalir.

saringan limbah

saringan limbah

sementara itu dulu deh yaaa… tunggu postingan sayah berikutnyah

:cool:

Telat 3 bulan Hari

Jika blogger normal lain (biasanya) memposting tentang ultahnya pada hari ultahnya tersebut (seperti yang pernah saya lakukan juga), maka kali ini saya telat 3 bulan hari.

dikarenakan berbagai macam kesibukan syuting, pemotretan, kunjungan ke daerah, ples kampanye calon legislatif di kampus, ya akhirnya sekedar apdet,

mau nulis panjang panjang kayak tahun lalu, masih berasa jetlag, yasudah… posting yang pingin diposting aja deh…

kucingpungut1

Kado dari Kakakpungut saya : Dogter Tito

kuwedariebes

kuwedariebes

Kado dari Ebespungut


kado dari temen baik

dan berjuta terimakasih buwat temen temen yang masih inget sama Chiw, udah ngucapin lewat telpun, sms, imel, fesbuk, dll.
Luv u aaalll!!!
*menebar pelukan*

Nominator

Dalam sejarah hidup saya yang sudah memasuki usia kepala dua ini, sudah banyak asam garam ples msg yang sudah saya rasakan *lebay*. dan kesemua itu membuat saya menjadi seseorang yang pendiam, anggun dan sejahtera. . Narsisly, saya ini orang yang suka ikut kegiatan ini kegiatan itu, lomba ini lomba itu. Bermacam penghargaan saya terima sudah. *namanya juga sombongly, jadi harus disebut :cool: * Dari the best “Chef” versi kampung sampe “Best New Comer” di Grammy Awards, dari peraih juara tarik tambang sampai Peraih Piala Citra, juga sudah pernah saya raih. :cool: sayangnya itu bohong.

Saya merasa, masa masa berprestasi saya terhenti ketika saya memasuki dunia kuliah. saya tak lagi bernafsu untuk mengikuti kompetisi, lomba, award, atau apapun itu. Jauh berbeda ketika masa masa SMA dulu. saya sangat bergairah sekali ketika mengendus adanya lomba. Entah mengarang, karate, pmr, pramuka, olimpiade mata pelajaran, sampai siswa teladan sudah pernah saya ikuti. dengan hasil beragam. Mayoritas adalah, saya menerima piala nyaris tiap sebulan sekali. Ya, tradisi di SMA saya adalah adanya penyerahan piala/medali tiap upaacara bersama. ada rasa bangga yang meluap luap saat itu. yak! naluri alami untuk pamer saat itu terpuaskan.

hingga saat ini, di tahun yang seharusnya beberapa bulan lagi saya menyandang gelar .ST aliyas kuliah hampir tamat, saya ndak mendapatkan satu medalipun! Kalopun ada, mungkin saya lupa :p

dan satu bulan yang lalu, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti kompetisi bloggership untuk microsoft. saat itu nothing to lose aja. dan betapa kagetnya waktu teman saya yang seksi ini memberitahukan bahwa saya dicari cari mbak Hanny, soal nominasi penerima Beasiswa Bloggership.

Excited! :shock: :shock: :shock: dan nggak percaya waktu itu. bagaimana percaya, lhawong blog saya ini isinya banci ndak jelas, ndak apdet, ples orangnya juga ndak jelas. Tapi tetep berprasangka baik. Ah, pasti orang orang yang memilih itu, tau bahwa saya orangnya sangat anggun , pendiam dan sejahtera. atau mereka memang sedang khilaf. :oops:

Semalaman saya ndak bisa tidur. Membayangkan kalo saja saya menang dan bisa trip ke 3 propinsi secara gratis. hwaaa!!!

di hari yang disepakati, hari wawancara itu, saya merasa jantung saya berdegub keeeeeeeennncccaaaaang sekali! deguban yang bahkan tidak saya rasakan ketika berdekatan dengan kekasih :D . *nggaktau ini sang excitednya atau saya emagn frigid*. Dan ternyata pertarungan interview ini sangat tidak berimbang. Saya yang sendirian DIGENGBENG oleh 4 orang! 3 orang cewe cantik cantik ples satu orang cowok seksi yang membuat keringat saya bercucuran. Mba Hanny, Mona, Bonnie dan Om Enda Nasution. Uuuhhh!!! Selama satu jam saya digilir empat orang itu, dicecar dengan berbagai macam pertanyaan yang menuntut otak saya bekerja lebih keras dan tangkas *lebay pol*. :p interviewnya asik kok… dan mungkin saya adalah satu satunya nominator yang paling slengek’an :D

seminggu menunggu dengan hati cemas, deg deg plas… dan pesimis karena saingannya kok pada mbois semuwa, akhirnya ini lah hasilnyaaa…

Image and video hosting by TinyPic

zooom in :

Image and video hosting by TinyPic

Yak! saya harus puas dengan hanya menjadi nominator saja…

tapi tak apalah…mungkin ini bisa memicu saya untuk lebih bersemangat lagi!

oiya, selamat untuk jeng Dita yang udah menang ;) . Kutunggu nakam nakamnya Jeng… baru sadar juga, kami bertiga (saya, dita, dan didut) adalah rekan satu milis :P . Bru sadar juga kalo saya ini nominator termuda :p

masih ada lain kesempatan, siwi… terus semangat ya! ;)

*sepertinya saya makin mengenaskan saja :| *

Lucy Part two

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Cuplikan episode Lalu : baca ini ajah yak? *siyul siyul* 

kaplok

Jadi, percakapan kamipun merambah rimba belantara kehidupan banci yang rimbun, rapat dan tak berujung. *plakkk*.  Satu hal yang lumayan menarik perhatian saya dari dia adalah -maaf- payudaranya, yang dari luar tampak tak jauh beda dengan punya saya, ups maksud saya, dengan wanita wanita lainnya. 

Chiw :*sambil nunjuk ke bagian pria yang seharusnya bidang* Nah, itunya kok bisa begitu Luce? *mbulet ya?*
Lucy : owalah…ini tah mbaaak…cuman beha aja kok, disumpel gabus. ben ketok gede. (biar keliatan gede, red)
Chiw :*manggut manggut* Gak kepingin yang aseli? *saya nggak habis pikir kok bisa nanya kayak gini*
Lucy : yo aseline Mbaaak, juuuauh dari dalam lubuk hati yang paling duwalam, jelase kepwuingin…
Tapi lho mbak, sekarang operasi payudara yang murah murahan jelas resikone kanker. aduuuhhh…amit amit jabang baby!

Chiw : nggak ada cara lain ya, selain suntik silikon?
Lucy : ada mbak, alami malahan… ada obatnya gitu…
Chiw : hormonal?
Lucy : iyo. *Lucy menyebutkan nama obatnya, tapi saya lupa :p * Tapi Mbak… karena obat itu cara kerjanya hormonal yaaa…dia nambah produksinya estrogen apa progesteron gitu deh… tapi… hormon asliku jadinya harus ngalah Mbak…
Chiw : *mendadak bego* ngalah yoopo e Luce? 
Lucy : Gini lho mbak… kalok minum obat itu, memang sih, payudarakyu bisa membesar secara alami… TAPPPIII… dibarengi dengan melemahnya fungsi Mr.Penny-ku.aku ndak bisa ereksyen, gak bisa orgasyem. huhuhu…jelas aku tak bisa menerima kondisiku yang seperti itu Mbak…Padahal yang namanya mastur itu weeenaaakkk… *ngomong gini sambil cekakak cekikik*
Chiw : Lha, kan bisa sekalian operasi kelamin gitu, di Tailand kan udah banyak… (gak percaya? tanya Arya
!)
Lucy : ya jelas pingin mbak sebenernya…menjadi wanita sejati. Tapi duwike sopppooo??? sementara ini ya disyukuri aja apa yang ada. Aku bahagia menjadi Lucy yang seperti ini kok Mbak…

percakapan kami waktu itu terhenti karena Lucy yang minta diajarin pidato dalam bahasa inggris untuk mengisi acara di komunitasnya -IWAMA Peduli AIDS- , serta hujan yang mereda, dan jam pertandingan yang semakin mepet. Percakapan kami berlanjut ke via telepon. Entah saya yang nelpon Lucy ataupun Lucy yang nelpon saya.

Lucy sangat excited ketika mengetahui saya memposting tentang kehidupannya yang tak biasa itu. Meskipun sebelumnya, saya sudah meminta izin padanya dahulu.
Dan dengan bersemangat menceritakan apaaa saja yang ingin saya ketahui. Masih tetap dengan gayanya : blak blakan.

Chiw : hola Luce…
Lucy : Mbak Swiwwwiii…kwangeeennn!!!
Chiw : hwehehe…biasah…yo gini ini nasib orang keren sepertikyu. *plakkk!!! ini bagian yang tidak penting*

kaplok


*kami ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil bernostalgila, hingga saya tak tau bagemana bisa ada yang kayak gini(lagi)*
Chiw : Luce, kamu ndak ada rasa tertarik gitu, sama cewek?
Lucy : gini lho Mbak… aku tuh ngerasa aku ini cewek, jadi kalok aku sama cewek, jadinya lak lesbong malahan? jelas aku ndak tertarik, karena perempuan itu, menurutku sejenis dengankyu…
westalah, sekarang lho, ada cewek, seksi naujubilah, telanjang di depanku lho, aku ndak bakalan tertarik…

*entah yang ini sudah teruji apa belum, ada yang mau jadi sukarelawan?*
Chiw : hm… kalo sama gay atau banci lainnya gitu?
Lucy : tergantung Mbak…intine gini ya… kalo cowok yang gayanya mbanceni kayak O*lga atau Ru*ben ples I*gun dan sejenisnya itu, jujur aja aku jijik Mbak! dan ndak ada minat sama mereka. Tapi, kalo Gay yang kayak si *menyebutkan nama artis cowok yang disinyalir gay, tapi saya lupa namanya* itu. dia gay, tapi gayanya tetep cool, macho dan cowok macho itu nggemesiiin banget lho mbak. *dalam hati saya mengiyakan. asal machonya ndak kayak Ade Rai aja. Alih alih membuat saya kagum, yang ada malah serem*


*pembicaraan berubah topik lagi*
Chiw : kalo diitung – itung, kamu udah ML ama berapa cowok Luce?
Lucy : sekarang gini yo mbak…aku mulai hidup ginian ya sejak lulus sma. yaaa… dianggep ae pertengahan 2005 yooo… jadi sampai sekarang udah 3,5 tahun. 1 tahun 365 hari. dan jujur aja mbak, sejak mbalon, setiap hari itu aku pasti dapet klien. jadi, anggep aja sehari satu, berarti ada 365 x 3 + (1/2 x 365) = banyaks kan yaaa… huhuhu…

Chiw : *tersedak.kaget nggak nyangka*
Lucy : malah seringnya sehari aku ndak cuman sama satu orang Lho mbak…
yang rekornya sampe sekarang belum terpecahkan, sehari aku main sama 26 orang! sampe tempat naruh duwit itu ndak muat!

Chiw : *bener bener shock kali ini* 26 oraaanggg???
Lucy : iya mbak… huhuhuhuhu… *tertawa kalem* sampek ledeh kabeh rasane awakku. (sampe hancur semua badanku rasanya,red maksa)
Chiw : *ndak berani membayangkan*

Lucy meneruskan ceritanya yang membuat saya hanya bisa geleng geleng kepala dan sesekali menghela nafas panjang. Tentang pelanggannya yang bahkan anak anak SD, tentang pelanggan kasar yang sering maen tangan, tentang pelanggan setia yang ganteng ganteng, tentang sulitnya hidup ditengah pandangan masyarakat yang mencibir kaumnya, tentang AIDS, tentang shopping, tentang test kesehatan di klinik, tentang Mellani, tentang aaahhh… Lucy, Lucy… terlalu banyak hal di dunia ini yang baru aku tau setelah mengenalmu lebih dekat, bukan hanya sebagai adik kelas yang sedikit gagah gemulai. Mungkin, suatu saat akan saya buat postingan lagi, mengupas lebih banyak sisi lain kehidupan seorang banci, cermin kehidupan terasing dan kultur masyarakat yang sangat gender oriented.

Lucy, mungkin bagi sebagian orang adalah perusak generasi penerus bangsa, manusia menakutkan dan jahat, makhluk yang dilaknat agama, sampah masyarakat, hingga sesuatu yang layak dilenyapkan karena tak pantas hidup di bumi ini (ini saya ambil dari komentar dan email yang masuk ke saya untuk tanggapan Lucy part 1). Buat saya, Lucy adalah salah satu guru kehidupan. Bukan…bukan tempat mempelajari mencari 26 klien dalam semalam dengan daya tariknya, tapi kegigihannya, hingga dengan sederet himpitan itu, dia tetap bisa memberi semangat pada dirinya sendiri untuk hidup dan bagaimana untuk terus hidup, entah itu sebagai perempuan, lelaki, atau keduanya.

Smangat terus, Neng!

 

lucyamendoza

lucyamendoza

Lucy part one

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Sabtu, 22 Nopember 2008. Sebelum pertandingan Arema vs Persibo

saya sedang di warkop Horor, warkop milik teman saya, ketika dari kejauhan, di bawah rintik gerimis Kota Kepanjen itu, tampak sesosok wanita berpayung, berjalan ke arah jalan raya, dengan hotpants-nya yang sangat gaya.
Dari cara berjalannya, saya merasa mengenalnya!
Saya putuskan untuk melambaikan tangan. Dia semakin mendekat. saya lambaikan tangan lagi. Kali ini dia melihat saya dan lansung berteriak histeris dan genit “Mbak Siiiiiiiiiiiwww” sambil menghampiri saya di warung kopi. Tidak salah lagi! dia itu Syaiful! adik kelas saya di SMA. Ups, bukan!
dia bukan Syaiful lagi! Dia sekarang populer dengan sebutan Lucy. L – U – C -Y!

saya pandangi dia. rambutnya panjang alami. bukan wig atau hasil hair extension! kaos engan pendek menempel ketat di badannya. Hotpansnya cuma menutup beberapa puluh senti di atas lututnya. Duduknya anggun. Saya aja ndak seanggun itu. Bibirnya seksi, terbentuk. Dipoles lipstik warna soft pink, Lucy sudah nyaris tak ada bedanya dengan wanita kebanyakan. Malah saya yang merasa aneh. Jangan jangan, saya yang lelaki!

mengobrollah kami, seperti dahulu. Ipul, eh Lucy, masih belum berubah. Masih tetap blak blakan. bicara tanpa tedeng aling aling. Sama seperti saya. Cuman, kalo sama Lucy, saya yang agak hati hati bicara.
Beberapa pengalaman nggak enak membuwat saya lebih hati hati bicara sama siapapun. Saya lebih banyak bertanya saat itu. Jelas saja, meski gejala feminim Ipul ini sudah tampak sejak saat saya mengenalnya, saya tidak menyangka bakalan sampe kayak gini.

Siw : Kerja dimana sekarang Pul?
Lucy : ya disini ini mbak… mbalon… prostitusi
Siw : legal ndak? terorganisir ndak?
Lucy : ya liar kayak gini wes…bekerja dewe dewe
Siw : Lha kamu disini sendirian gitu?
Lucy : enggak Mbak. ya disini banyak temennya. Sesama banci gitu deh…
Siw : Ho…ngekost yak disini?
Lucy : iya. Nyewa bedak di pasar. Setahunnya 1 juta.
Siw : Pelanggannya gitu, orang mana?
Lucy : ya macem macem mbak… ada yang dari sini sini aja. ada yang dari luar. banyak lah. Sampeyan mau tah, lihat ini? ada foto ada video Lho…
Siw : vidio aja deh…
Lucy : tapi ada penisnya lho…gapapa tah?
Siw : ya gapapa. emangnya kenapa ? *dalam hati aslinya ragu*

Saya menerima hengpon nokiyem seri entah berapa ituh, dan ditunjukkan beberapa vidio bikinan Lucy dan pasangannya.
Siw : buwat apa toh mbikin video kayak gini?
Lucy : ya buwat dokumentasi toh Mbaaaak… *sambil mengibaskan rambut*
Siw : Lha mereka ndak keberatan gitu, direkam kayak gini?
Lucy : sebagian besar ya keberatan… tapi biasanya aku pura pura bikin foto gitu. Aslinya video. *sambil ngakak genit* Tapi ya nggak semua tak rekam lho Mbak… khusus yang cakep cakep aja sih…

Siw : *masih mengamati ponsel dengan heran dan takjub -halah-* Pelangganmu ganteng ganteng kayak gini sebagian besar lelaki normal ato gimana Lus?
Lucy : sebagian besar mereka normal Mbak… cuman ya ada yang seneng mainin penisku, ada juga yang maunya cuman dioral, ada yang sekalian mintak disodomi.
Siw : kamu selalu jadi ceweknya gitu?
Lucy : yo mesti lah Mbak… dan meskipun penampilan kita kayak cewek, kalo kelakuan kita ndak cewek, mereka bisa ilfil juga. Jadinya ya, kita harus bersikap kayak cewek cewek beneran gitu…
Siw : ooow… pelangganmu sehari gitu sampek berapa?
Lucy : ndak mesti Mbak… soale disini kan ndak sendiri. Ada banci banci yang laen juga. Pelanggan jugak milih. kalo cocok, ya lansung pakek…
Siw : *manggut manggut takjub sambil tetep mantengin pidio* Soal pentarifan, kamu masang tarif berapa gitu, sekali maen? *buset!saya kayak mami mami aja*
Lucy : beragam mbak. tergantung. Antara 5 ribu sampek 150 ribu rupiyah bergantung sama pelanggan. semakin aku suka orangnya, semakin takasimura… *sambil memelintir rambutnya*

gerimis belum berhenti. Kepanjen semakin dingin. saya dan Lucy larut dalam pembicaraan yang semakin menghangat.

bersambung…*ala senetron2 endonesyah*

betewe, ini fotonya si Lucy

lucy

saya, masihkah manusia?

Ternyata…
saya ini tak berperasaan
Ternyata…
saya ini nyaris tak pernah memikirkan perasaan orang lain
Ternyata…
saya ini selalu ingin menang sendiri
Ternyata…
saya ini orang yang sangat tidak peka
Ternyata…
saya ini keras kepala
Ternyata…
saya ini susah menerima pendapat orang lain
Ternyata…
saya ini hanya mengecewakan orang lain
Ternyata…
saya ini hanya tukang bikin sakit hati orang
Ternyata…
saya ini hanya tukang suruh suruh orang
Ternyata…
saya ini hanya pecinta yang tak bisa mencintai
Ternyata…
saya ini hanya penyayang yang tak tau cara menyayangi itu sendiri
Ternyata…
saya nyaris tak pernah memikirkan keinginan orang tercinta saya
Ternyata…
saya baru tau bahwa dia menyayangi saya, lebih dari yang saya tahu
Ternyata…
saya juga baru menyadari bahwa saya : SANGAT MENYAYANGINYA

saya kira, kepala saya terbuat dari batu
saya kira, hati saya terbuat dari kayu

masihkah saya bisa disebut manusia?

ps. untuk seseorang,
forgive me for all the things ive done.
Never mean to hurt you, honey.
I just…Love u so much

back online dan satu tahun ehem

ah, setelah sekian lama males ngeblog hiatus, akhirnya saya online lagi…

ada beberapa kemajuan setelah lama sekali saya berhenti sejenak ngeblog

1. Sudah bisa nyetir motor, terutama motor matic, udah gape lah…
cuman masih agak mengkhawatirkan pas belok.
motor manual? hadoh…masih susah mbagi konsentrasi antara ngoper2 gigi, ngerem, ngelirik sepion, dan suka keringat dingin sama muka pucat kalo papasan sama kendaraan lain.
Thankz loth buwat Pak Bos, my brader Dodo dan my luvly brader Joan yang udah bersedia mempertaruhkan nyawa selama ngajarin Siw peyuuuk

thankz juga buwat Angkinjeng yang motornya saya robohkan kemaren . puwas Ngki? puwas??? :mrgreen:

2. nyetir mobil? masih terlalu membahayakan penumpang lainnya. jadi tak perlu dibahas lebih lanjut.
3. maen gitar? sudah oke… ngegenjrengnya juga sudah oke. sayangnya baru bisa maen satu lagu.
oke, tolong jangan dihina dina, saya baru bisa maen “Kisah Sedih di hari minggu” versi patah patah dan ngawur. tapi okelah… belajar dua hari ajah. Dua hari aja udah cukup mbikin tangan ngapal dan bedarah darah *berlebihan*

4. Hari ini kalo nggak salah adalah satu tahun saya dan si Mas ehem . selama setahun itu banyak ehem ehem dan ehem ehem yang sudah kami ehemi.
kira kira kapan kami ehemnya ya?

5. saya masih utang sama rekan sekalian untuk melaporkan hasil sosialisasi UU ITE. sabar… maaf… saya masih terlalu susah merangkai kata kata inih…

oke, itu dulu deh… ;)
postingan pemanasan dari saya…buwat belajar ngeblog lagi… :D

Sosialisasi UU ITE di Surabaya (versi saya)

Hari Sabtu (3/5) kemaren, saya terpaksa bangun pagi banget . ya…nggak pagi pagi banget juga siiih… yang jelas, jam 7 itu saya sudah mandi.sampek ditegur Ibu kost, saking beliau kagetnya. Jadi dewh, saya sukses dapet bonus sarapan geratis! padahal saya sudah lupa kapan terakhir sarapan pagi .

sekitar jam 8, saya ngesot menuju Kantor Telkom Divre V Jatim , di daerah Ketintang Surabaya by *yayaya, oke. ini tidak penting . akan langsung ke intinya deeeh…*

Yang dateng sapa aja Siw?
Acara yang digarap sama Detik Surabaya ini dihadiri kira kira 200 manusia yang datang dari berbagai daerah, tidak hanya Surabaya lho. Ada yang jauh jauh dari Balikpapan! Katanya sih, acara ini langka gitu. Mayoritas peserta adalah pengusaha warnet. Termasuk saya yang dipaksa Pak Bos buwat ikut acara penting ini. Karena geratis, dan pastinya bisa buwat memperbaiki Gizi, okelah…

Pembicaranya Siapa aja Siw?
1. Keynote Speaker harusnya sih, Pak Nuh… cuman, saat itu beliau lebih memilih menghadiri uji coba wimax di Bandung sana. fyuuu… padahal saya pingin denger langsung dari mantan bapak saya ini…
Jadi deh, Pak Nuh diwakilin sama Pak Arif Mulyawan, beliau ini Jaksa Agung Muda (cmiiw) anggota tim antar Departemen Sosialisasi UU ITE, beliau sangat khas dengan gaya bicaranya yang penuh energi persis kayak motivator mlm . Selama seminar tersebut, terhitung 35 kali kata “Luar Biasa” terlontar dari Pak Arief. *saya kurang kerjaan banget ya?*
2. Kanit V/Cybercrime Sat II Pidana Ekonomi Polda Jatim, AKP Henri Fiuser, dengan gaya bicara dan penampilan menawan, tapi beberapa kali terlihat gugup. entah, karena ada saya mungkin…
3. Bapak Nur Azam dari Korwil APJII Jatim. Dari pertama melihat saja, anda akan setuju kalau bapak ini kesannya cerdas . sayang sekali beliau tidak terlalu banyak bicara di seminar tersebut
4. Syahrul Halim, beliau ini adalah Ketua Awari (Asosiasi Warnet) Korwil Surabaya yang sedang dibekukan oleh awari pusat itu . Sepertinya pendiam, dan menenteng ASUS eeepc nya kemana mana. Membuwat saya iri!
5. Pak Donny BU dari detikcom . Beliau moderator acara ini. gyaaa…  Pak Donny ini bener bener menyegarkan mata ngantuk saya pagi itu. Performa beliau yang fresh dan enerjik, membuwat mata saya melek sepanjang masa .

oke…
para undangan ndak perlu disebut kan? sepongsor ndak perlu disebut kaaan? pesertanya satu satu ndak perlu disebut kan?kan?kaaan???

dan untuk hasilnya, akan segera saya aplod ke entri berikutnya. selamat menunggu… peyuuuk

Selamat Jalan, Sultan…

Selamat bertolak ke negeri pohon berdaun uang,
dan sungai berarus coca-cola.

Saat sebuah elang bisa terbang sendiri,
apalah daya sarang untuk melawannya?

Sarang cuma bisa kesepian.

Tetapi sarang tak lupa berterima kasih,
karena elang menitipkan hati untuk dikenang,
dan hasrat untuk diteruskan.

Maka, sebenarnya elang tak pernah pergi,
karena yang ia titipkan,

tak pernah hilang.

opo ki :o

sebait puwisi dari saudara Herman Saksomon di atas sebenernya cukup bagus ,  hanya diiringi kata penutup yang njengkeli dan tiba tiba merusak isi puwisi yang sebelumnya.
*sok korektor *

dan maaf, saya ndak ngereview puwisi tersebut sebenernya . Cuman, karena saya suka puwisinya , yaudah…comot aja…
dan ternyata mas Herman Saksomon terbukti tak hanya berbakat jadi Corporate Communication Director, tapi juga jadi penyair kontemporer. Oh iya, kita ndak mau ngomongin sual Mas Herman Saksomon ya? 

Seperti judul di atas… kami sedang kehilangan sultan kami , sebuah sosok yang bijaksana, dewasa, gagah, berwibawa, pandangan mata meneduhkan, nada bicara tegas, penuh sopan santun, dan memikat banyak wanita . Oh maaf… jikalau definisi tersebut terlalu berlebihan . itu memang definisi umum tentang Sultan ataupun raja raja dalam negeri dongeng . Tapi jangan bayangkan sultan kami seperti itu, karena kami tidak sedang hidup di Negeri Dongeng . Sultan kami sangat jauh dari tampang bijaksana, dewasa?apalagi! gagah? sangat tidak! berwibawa? omaigat!  itu apalagi… dengan pandangan mata yang menusyuk dan bicara penuh pisuhan. Memikat? oke… satu satunya wanita yang dipikatnya adalah Mbak Memet…yang mungkin saat itu sedang kena penyakit katarak…

Tapi, sejelek apapun, Sultan kami tetaplah Sultan . Yang mengayomi para jelatanya dengan penuh kasih sayang . Meskipun beliau tidak terlalu fasih dalam berbahasa Indonesia , bahasa tubuh beliau cukup membuat kami mengerti bahwa kasih sayangnya begitu besar untuk kami, para jelata yang kesepian dan mengharap uluran tangan dari kalian semua .

Sultan, masih teringat kala kita bertiga trisum  (bersama dengan simbok ) merencanakan pembunuhan nista untuk salah seorang tokoh besar revolusi blog? Saat itu, aku tak menyangka kau bakal menjadi Sultanku . Bagaimana mungkin, seorang kanibal yang jahat dan gahar akan menjadi seorang pemimpin?  bisa jadi, suatu saat, saya yang bakalan dikrakoti sama dia. Tapi, jujur saja, saat itu saya sangat menikmatinya . Membayangkan menjadi seorang pembunuh sadis terhadap orang yang layak dibunuh memang menyenangkan!

Ah, sultan … hari memang telah tiba waktunya :cry: . Sudah saatnya Ndoyokarta melepasmu dari pelukan , demi 5 juta per minggu. demi masa depan yang lebih baik. Pesan kami, tetaplah mencintai kami , tetap kucurkanlah gajimu kasih sayangmu pada kami, para jelata yang haus akan traktiran kasih sayang.

Selamat Jalan, Sultan, damai menyertaimu selalu…

Postingan terkait
1. Eko Kasela
2. Tika 3D
3. Momon 3d
4. Antokbil
5. Pak Dhe
6. Memet
7. Peter
8. Sri Bagindi
9. Leksa, kembarannya peter
10. Jeng Tikabanget
11. Pak Yahya
12. Pepeng Sukoprol
13. Portal Cahandong
14. The Sandalilang
15. Balibulbul
16. Antots

SMS gratis tengah Malam

Jangan pernah memintaku mengucapkan “I Love You” atau “Aku Cinta Kamu”. Kau tahu, aku tak akan pernah bisa. Bahkan, semua huruf yang ada pun tak akan cukup untuk sekedar menuliskan namamu.
Karena cinta adalah kamu, yang tak akan pernah bisa kusebut kecuali dengan denyut

Kemarilah sayangku, dekaplah aku, dan kau akan tau, bahwa kata kata itu tak lagi berguna untukmu

Hai kamu yang disana  , terimakasih untuk pesan singkat yang sangat indah ini . Entah kamu kerasukan eblis apa hingga menghasilkan kata kata seromantis itu . Tenang, sampai saat ini, aku masih belum berminat untuk memintamu mengucapkan “Aku Sayang Kamu” ato “I Love You” atau varian lainnya itu .
Terima kasih untuk selalu mengunjungi blogku  dan mencemburui orang satu itu .

p.s : aku sepertinya pernah lihat kutipan itu…  ehm…betewe, kapan kamu ngeblog?