Cerita Dua Babak

Babak Pertama : Kepahlawanan

Lokasi : sebuah Bank milik pemerintah, yang ternyata belum online semuanya, hingga untuk transfer ke cabangnya yang ada di desa, perlu waktu 3 hari!
waktu : siang hari nan panas
Review kejadian :

Suasana sesak dan panas di dalam ruangan ber AC itu membuat orang orang yang berada di dalamnya menjadi lebih gampang marah. Apalagi ternyata kursi yang ada di dalam ruangan yang tersedia tidak cukup menampung orang orang yang mengantri disana.
Pada saat itu, seorang gadis nan anggun, terjebak dalam bank aneh tersebut bersama temannya. Suasana kian panas dan riuh ketika seorang ibu membawa serta anak laki laki yang ditaksir berusia sekitar 5 tahun.
Dari wajahnya saja, bocah tersebut sudah terlihat tanda tanda kebadungannya. Wajah yang mengundang siapapun untuk dengan sukacitamenendang atau sekedar melayangkan pukulan padanya.
Ditambah dengan suara tiupan peluit yang keras terdengar berulang ulang, serta mobilitasnya yang berlebihan (baca:lari lari) membuat orang orang sekitarnya gerah.
Dan hal ini dirasakan betul oleh sang gadis anggun yang memang gemas sejak awal. Rupanya sang gadis tidak mengingat masa lalunya yang bisa jadi, jauh lebih hiperaktif dari bocah tadi.
Dan sang gadis anggun semakin gemas saat anak kecil ini berkata dengan sangat tidak sopannya kepada seorang Bapak.

“Matamu!” ujar bocah tadi dengan tambahan mata melotot pada Bapak di sebelahnya.Bapak yang dimaksud memilih cuek.
sang gadis anggun geram. tapi dalam hatinya berkata : ‘ah, mungkin anak ini sedang belajar anatomi’
Tapi, semakin lama, kata kata anak kecil ini kurang ajar juga, bukan sekedar belajar tentang anatomi, tapi juga bahasa bahasa  reproduksi -hal yang terlalu dini dipelajari anak seusianya-.
Dan sepertinya, Ibunya juga tidak mengingatkannya. Ibunya terlalu sibuk dengan handphone di tangannya, sepertinya lho…
Si bocah kembali pada kegemaran awalnya : beredar diantara orang orang yang antre dengan wajah wajah bete. sambil meniup peluit yang memakakkan telinga.
Sebuah ide yang cemerlang melintas dalam kepala sang gadis anggun. segera saja, diselonjorkan kaki kanannya, tepat ketika si bocah akan melewati ruas kursi dekat tempatnya duduk.
Dan segera menarik kembali kakinya, lantas kembali duduk dengan anggun saat si Bocah jatuh terjerembab, karena tersandung kaki Sang Gadis anggun tadi.
Bocah tadi memandang sekilas pada Sang Gadis anggun, lantas ke pangkuan Ibunya. Mobilitasnya berkurang, dan mulutnya tidak lagi mengeluarkan anatomi tubuh, binatang, ataupun elemen reproduksi.
sang gadis anggun tersenyum simpul jangkar, dan dalam hatinya tertawa jahat berteriak “rasain”

Babak Kedua : Kebersihan
Lokasi : angkutan umum yang sepertinya lebih layak disebut sebagai kaleng bekas dan berkarat yang berbentuk mobil.
waktu : siang hari dan panas juga
Review Kejadian :

sang gadis anggu lagi iseng pingin naek kendaraan umum dan sedang ndak mood ngerepotin tukang ojeknya. Sayangnya, sepertinya dia salah naek angkutan.
Sudah sopirnya ndak ramah, suka ngerem dan berenti mendadak (yaelah chiw, kalo ga gitu, bukan angkot namanya!), dan kebetulan di dalam angkot ini ndak ada makhluk lain yang ramah.
Yang ada cuma 2 cewek berseragam SMP yang judes judes dan seorang Ibu yang bibirnya kalo monyong, mungkin bisa sampe lima sentimeter(Sayangnya, saat itu Sang gadis anggun tidak membawa penggaris atau jangka sorong untuk mengukurnya) serta sang Gadis anggun sendiri.
Pokoknya, disitu ndak ada yang semacam Christian Sugiono gitu deh! :mrgreen:  *ngarep.com*
Tiba tiba, salah satu dari cewek berseragam SMP (yang sedari tadi asik makan makanan -mungkin batagor- dan es teh yang dibungkus pelastik) itu membuang plastik pembungkusnya dengan semena mena kepinggir jalan.
dalam hati, sang gadis membatin “udah nggak cakep, maen buang sampah sembarangan lagi! bener bener nggak asik!”
sang gadis anggun geram dan merasa harus segara bertindak, ndak kayak pahlawan pahlawan yang selalu datang terlambat itu.
“Pak, Stop Pak”
membayar angkot, lantas turun dari angkot, memungut sampah dari makhluk makhluk jutek yang sama sekali nggak manis itu.
tanpa disangka, beberapa meter kemudian, angkot itu berhenti lagi, dan 2 cewek berseragam SMP itu turun. Lantas berjalan mendekati sang gadis.
“Ngapain sih, diambil segala? itu kan cuma sampah” ujarcewek smp itu marah marah.
dengan wajah yang anggun dan teduh seperti biasanya… sang gadis menyahut “Lho? memangnya saya salah, kalo saya buang sampah ini pada tempatnya? meskipun cuma dua bungkus plastik kecil ini?”
“Ngapain turun angkot segala? cuma untuk mungut sampah gak guna itu?”
“itu urusan saya. ngapain sampeyan nanya”
dengan wajah yang merah padam menahan marah… cewek SMP tadi mengambil plastiknya dari tong sampah, dan membuangnya lagi ke jalan, lantas menginjak injaknya.
“Sudah puas?” tanya sang gadis anggun pada anak SMP itu
“Salah apa sampahnya?” tanya sang gadis anggun lagi, lantas ngeloyor pergi sambil tersenyum :cool: . Lagi lagi senyum puas, tapi kali ini tidak diiringi kata “Rasain”. :)

& Komentar

  1. Komentar oleh Raden Mas Angki on 14 Februari 2008 5:16 pm

    Namaku kok tidak Ada Jeung??? :roll:

    Jenuh mambaca Gadis Anggun berwarna merah bergaris bawah

  2. Komentar oleh Mrs. Fortynine on 14 Februari 2008 5:18 pm

    #angkinjeng
    udah ada gitu lho Ndul! ketauan nggak baca lo…

  3. Komentar oleh cK on 14 Februari 2008 5:21 pm

    harusnya kedua orang itu dikasih postingan saya chiw.. :lol: :lol:

  4. Komentar oleh cK on 14 Februari 2008 5:21 pm

    maksudnya cewek smp. duh…orang kek gitu tenggelemin aja di bendungan :twisted:

  5. Komentar oleh pengki on 14 Februari 2008 5:23 pm

    sang gadis ternyata ngga cuma anggu (sengaja dihilangin huruf ‘n’-nya) ya. baik hati juga ternyata.
    jadi kapan ngelamar ke dinas PU ?

    ** kaburr **

    ** balik lagi **

    siw, kok anak smp nya berani bentak2 kamu ? hajar pakai jangkar aja tuu ..

    ** ngeloyor pergi sambil tersenyum puas **

  6. Komentar oleh Mrs. Fortynine on 14 Februari 2008 5:24 pm

    #sistah
    iya juga ya? postingan yang mana? yang kebersihan itu?
    semoga mereka udah ngerti internet deeeh…
    saya sepakat kalo mereka ndak cuma diceburin, tapi direndem di bendungan…

    #papapengki
    *siyul siyul*
    mana mungkin orang seanggun saya berbuat sekeras itu? :oops:
    saya kan penyabar… :cool:

  7. Komentar oleh pengki on 14 Februari 2008 5:24 pm

    mudah2an cK ngga punya niat buat hetrik.. hihi..

  8. Komentar oleh adit-nya niez on 14 Februari 2008 5:29 pm

    Ini postingan ada kenarsisan terselubung ini :lol:

  9. Komentar oleh Raden Mas Angki on 14 Februari 2008 5:34 pm

    Kenapa temannya??? bukan temanku atau temenmu??? :roll:

  10. Komentar oleh Mrs. Fortynine on 14 Februari 2008 5:41 pm

    #papa
    amiiin

    #adit
    endak ada kok Nak… :cool:
    cuma realita…

    #angkinjeng
    mau dibikin seperti itu? ;)

  11. Komentar oleh Soe Genk Gie on 14 Februari 2008 5:44 pm

    “Ngapain sih, diambil segala? itu kan cuma sampah” ujarcewek smp itu marah marah.

    Cewek SMP itu koq berani marah2 ya?! apa dikira siwi mungil seusianya?! :lol:

    Itu benar2 kejadian siw?! benar2 turun dari angkot trus mungut plastik itu?! Two tumbs 4 U. Sekalian aja jewer tuh anak smp yang kurang ajar, tapi jgn pake jangkar. Bisa2 malah siwi diteriakin copet. :lol:

  12. Komentar oleh The Sandalian on 14 Februari 2008 7:58 pm

    *Pangsit nich, minjem id nya sandal

    wah anak smp surabaya keren2 gitu ya , , . .
    funky deh.. mereka sepertinya fasih dalam hal menginjak2
    pasti berbakat menjadi tukang pijit handal

  13. Komentar oleh Pyrrho on 14 Februari 2008 8:19 pm

    Rupanya sang gadis anggun bisa jahat dan jahil (babak 1) dan bisa jadi malaikat putih bersih (babak 2). Begitu banyak hal tersembunyi pada diri sang gadis anggun yang belum diketahui.

    Ternyata Siwi memang kompleks..! :mrgreen:

    *sambil nglirik yg di Borneo*

  14. Komentar oleh Robert Manurung on 14 Februari 2008 9:02 pm

    sebuah kisah keseharian ternyata bisa sangat mengasyikkan. Cuma ada satu pertanyaan :
    begitu sulitkah bagi si gadis anggun untuk mengatakan “rasain” pada diri sendiri ?

    Trims ya untuk cerita sederhana yang begitu hidup dan jernih.

    Merdeka!

  15. Komentar oleh ojat on 14 Februari 2008 11:27 pm

    ciw, anak kecil tadi benjol2 ga gara2 jatoh? :D btw, tuh anak smp kayaknya harus dikirim ke skolah TK lagi, suru blajar buang sampah pada tempatnya he he he

  16. Komentar oleh danalingga on 14 Februari 2008 11:44 pm

    Wah, seharusnya itu tokohnya gadis yang sok imut aja wi. :P

    Wah, pengalamannya benar-benar seru, ampe ngerjain anak kecil gitu. *geleng geleng*

  17. Komentar oleh yanworks on 14 Februari 2008 11:45 pm

    comment babak satu:
    wah, ternyata sang gadis nan anggun bergaris bawah dan berwarna merah itu bisa juga ya kejam sama bocah kecil badung yang kurang ajar. Dia kan cuma anak2, seharusnya yang dimarahin tuh ibunya, punya anak segeblek itu didiemin aja. he3x

    comment bapak dua:
    salut saya dengan si gadis nan anggun ini, ternyata selain kejam sama anak kecil (sesuai comment babak pertama) ternyata juga kejam sama anak smp baik hati dan ramah lingkungan.

  18. Komentar oleh tukangkopi on 14 Februari 2008 11:58 pm

    *layar opera telah ditutup*

    wow..wow..wow..!!!

    *standing ovation buat sang gadis anggun*

  19. Komentar oleh itikkecil on 15 Februari 2008 1:32 am

    cerita yang pertama itu… jadi inget si nyet, suka gitu juga kalo anak-anak kecil yang dianggap syaiton dan bikin ricuh beredar di sekitar tempat duduknya :lol:

    cerita yang kedua, kayaknya anak-anak itu memang tidak punya etika

  20. Komentar oleh goop on 15 Februari 2008 1:53 am

    gadis anggun itu siapa??
    kenalin dunk hihihi
    ____________________
    perluasan arti pahlawan…
    dan saya saluth sama anak smp-nya… mereka benar-benar berani sama jangkar…

  21. Komentar oleh Supermoto on 15 Februari 2008 2:02 am

    Sutradarane sopo chiw….
    denger-denger tadi malam ada yang ke CT dharmahusada yak!!

  22. Komentar oleh fahmi! on 15 Februari 2008 2:38 am

    halah chiw cuman berani sama anak kecil, chiw cuman berani sama anak kecil… hahahaaa… :))

    eh sorry, emang chiw juga anak kecil yah? maap :D

  23. Komentar oleh -=«GoenRock®»=- on 15 Februari 2008 2:54 am

    TOP BGT Chiw, tapi besok-besok pake kostum khusus. Biar kayak Supergirl gitu. Tapi logonya gambar jangkar. Nyah nyah nyah…

  24. Komentar oleh detnot on 15 Februari 2008 3:12 am

    wew lagi jadi superwomen ya jeng ;))

  25. Komentar oleh niez-nya adit on 15 Februari 2008 3:35 am

    tingkah lakumu, mba…ckckck…
    *ngakak guling2

  26. Komentar oleh GreatQo on 15 Februari 2008 3:53 am

    Ya ampyun..
    Narsis abis.
    Edan abis.

  27. Komentar oleh dobelden on 15 Februari 2008 3:59 am

    hahaha… tertawa miris sambil menangis…

    adegan pertama di bank BRI awal bulan :D

    adegan kedua… kenapa anak smp nya ndak sekalian di kungfu aja setelah dia ngusek2 sampah plastiknya

  28. Komentar oleh Alex Budiyanto on 15 Februari 2008 4:05 am

    wah, panjang ya™

  29. Komentar oleh The Sandalian on 15 Februari 2008 5:16 am

    Pengen ngomong “You’re my maaan!” tapi sayangnya kamu bukan man.
    Kalopun kamu man, sayangnya aku bukan ependi :D

  30. Komentar oleh 'K, on 15 Februari 2008 5:30 am

    tingkahmu anggun bener wi
    *weleh,,weleh*

  31. Komentar oleh annotnymous™ on 15 Februari 2008 6:28 am

    benernya sang gadis anggu apa sang gadis anggun??

    btw, kamu tau kepanjangan anggun ga siih? (maaf) “asli gunung”

  32. Komentar oleh calonorangtenarsedunia on 15 Februari 2008 6:40 am

    Ah, kakakku memang hebat..

    *peluk2 chiw*

    Btw, anak kecil di babak satu itu ga kamu tanya namanya? Barangkali namanya ‘iblis’ ato semacamnya.. :lol:

  33. Komentar oleh Ina on 15 Februari 2008 7:55 am

    Tokoh cerita si gadis anggun itu nga cocok bgt dech???

    perbedaan antara anggun dan tomboy dah bias rupanya. :lol:
    *ditabok*

  34. Komentar oleh takochan on 15 Februari 2008 9:13 am

    *ngakak baca crita pertama* :lol:

    *baca crita kedua* knapa tak disumpel aja pake sampah dua cewe’ itu jeng? :twisted:

    siwi keyeeennnnn… *ya, ya, skali-kali ngumpanin kenarsisan disini* :mrgreen:

  35. Komentar oleh dnial on 15 Februari 2008 10:21 am

    Gadis anggun?
    Anggun dari hongkong???? eh salah, si anggung sekarang di perancis ya… :D

    tapi ngelihat ada cewek anggun yang kurang kerjaan yang mau bersusah payah menjaga kebersihan, aku salut.

    Mengaku bujangan kepada setiap wanita, ternyata cucunya segudang… :D

  36. Komentar oleh Mihael Ellinsworth on 15 Februari 2008 10:32 am

    Siw, si anggun tanya nggak (ke anak SMP) tuh batagor beli dimana, saya lapar… :lol:

  37. Komentar oleh alfaroby on 15 Februari 2008 10:51 am

    ha ha ha…..
    ternyata gadis anggun itu bisa juga berubah menjadi “tidak anggun” ya..

  38. Komentar oleh hariadhi on 15 Februari 2008 3:52 pm

    Sip hajar… tarik rambutnya. Injek… cakaaaarrrr..!

    Kebayang tuh cewe anggun tiba-tiba berubah jadi Xeena

  39. Komentar oleh Raden Mas Angki on 15 Februari 2008 4:40 pm

    Endang Sukamti
    Cynthia Lamusu
    Terima Kasih
    God Bless You

    Yuk mareee….!!!!

  40. Komentar oleh starboard on 15 Februari 2008 11:41 pm

    kisah pertama:

    dari gadis anggun berubah jadi gadis anggun nan nakal hahahahhahahah

    kisah kedua:

    Saluuuuuutttt deh

    secara gwe nyadar harus buang sampah sesuai tempatnya, gwe usahain kalo di sekitar situ ada tempat sampah saya buang sampah ke tempatnya, kalo nggak ada ya sekitar situ jd tempat sampah hahahhaha…

  41. Komentar oleh leksa on 16 Februari 2008 1:04 am

    *baca..
    *tulis koment..
    Biasa aja, ga ada yg istimewa ,..

    *ngedumel dalem hati..
    gini aja kok diposting sih…

    *nutup windows….

  42. Komentar oleh venus on 16 Februari 2008 1:53 am

    setuju sama cK. cemplungin kali atau tenggelemin di bendungan. tapi yg kasus anak kecil di bank, ibunya aja yg kita cemplungin yuk :D

  43. Komentar oleh thegoeh on 16 Februari 2008 2:10 am

    Ya..knapa gak kmu surun telen aja sekalian plastik2nya ke anak SMP tadi klo gak mau nyampah.., biar tau rasa..biar bisa merasakan proses penguraian sampah plastik itu susah dan butuh energi banyak…
    Ancane kowe..memang pahlawan wik, mereka tau kalo kamu Sailor Mars..?hehh..gak sempet berubah kan..?.
    Apa gak bikin gerakan say no to plastic bag.wik..bagus kan itu, tak dukung…

  44. Komentar oleh Tia on 16 Februari 2008 2:50 am

    OOT….salam kenal nan hangat ya mbak…thanks banget udah mampir ke blogku :)

  45. Komentar oleh duniaichigo on 16 Februari 2008 8:37 am

    bagh, kerennnn
    salut deh :)
    kalo chigo abis dia injak2 plastiknya, chigo injak2 balik dianya :D

    *sadisme mode ON :D *

  46. Komentar oleh Moerz, anaknyaCHIWygdiadopsiADIT&NIEZ on 16 Februari 2008 1:36 pm

    duh mama …

    makin keren…..

  47. Komentar oleh icha on 16 Februari 2008 1:50 pm

    ini kejadian beneran ato rakayasa doang???

  48. Komentar oleh Coffee Toffee Dharmahusada on 16 Februari 2008 7:30 pm

    Buat Mbak Chiw yang anggun dan pemberani (my hero, huahahaha( ,maap oot
    Klik gambar dibawah, save as, print dengan ukuran kartu nama (9×5 cm) diatas kertas bufallo, gunting dan bawa ke coffee toffee dharmahusada


    Thanks
    Blog Coffee Toffee Dharmahusada

  49. Komentar oleh det on 16 Februari 2008 8:23 pm

    halah, kesuwen wi, dipisuhi ae plus ditonjok hidungnya! :D

  50. Komentar oleh suandana on 16 Februari 2008 9:06 pm

    Wi, nek nang kampus yo opo? Awakmu yo sering ngelakoni koyok nang crita babak 2 iku? :?

  51. Komentar oleh peyek on 17 Februari 2008 2:23 am

    sik..sik… lagi memungut gadis anggun!

  52. Komentar oleh Andrew Anandhika Wijaya on 17 Februari 2008 2:46 pm

    masa anak sd mungutin sampahnya anak smp…??? nggak banget degh….

    coba ada saiyah… pasti udah kenyang makan pisuhan tuh cewek-cewek bego…

    setuju ama sista… tenggelemin aja di pintu air wonokromo… biar dimakan kalap sekaliyan… :evil:

  53. Komentar oleh vcrack on 17 Februari 2008 3:03 pm

    Teganya kmu ama anak kecil.. hihihihii…

  54. Komentar oleh Matt De Stupid King on 17 Februari 2008 7:39 pm

    yang jelas aku salut sama anak kecil itu. berani nantang mba’ siwi yang notabenenya adalah preman (ups kelepasan)

  55. Komentar oleh mbelgedez on 18 Februari 2008 12:54 am

    Untuk nyang babak pertama, sayah pernah begene;

    Sayah keplak kepalanya, cukup terukur, pokoknya isa membuwat anak brengsek itu nangis.

    Lalu sambil nganter ke ortunya, sayah bilang sama ortunya, “Nih anak loe kurang ajar ! kalok loe ndak isa ngatur, sayah nyang akan ngatur !!!”

    Sayah pun berlalu dengan anggun… :lol:

  56. Komentar oleh GreatQo on 18 Februari 2008 8:05 am

    Y ampun..
    Jahat bgt sih ma anak kecil ~kelakuan tipikal anak itu~

    Waduh..Aku-banget tuh mbak yang kebersihan itu..

    ~maap,,kemaren belon baca baek2,,cuma skimmimg doang~

  57. Komentar oleh mataharicinta on 18 Februari 2008 1:02 pm

    ya ampun…ya ampun….
    anak-anak sekarang ada2 aja ya:/

  58. Komentar oleh iphan on 18 Februari 2008 3:09 pm

    cerita yang sama waktu di angkringan itu bukan… :D

  59. Komentar oleh Raden Mas Angki on 18 Februari 2008 3:40 pm

    Yin - Yang
    Penjahat - Polisi
    Baik - Buruk
    Lebih - Kurang
    Kaya - Miskin
    Tinggi - Rendah
    Extremis - Biasawis

    Itu semua harus ada. Biar NYADAR..!!! Kalo enggak..???? :roll:

  60. Komentar oleh Abied on 19 Februari 2008 1:53 am

    Dasar ya, anak sekarang!

  61. Komentar oleh escoret on 19 Februari 2008 6:14 am

    orang tingkah laku kyk gt kok ya hidup..!!!!!

    ck..ck..ck..ck

  62. Komentar oleh Mr. Fortynine on 19 Februari 2008 9:16 am

    Bagus…sebuah tindakan berani. sayang narsismenya kebanyakan….

  63. Komentar oleh gempur on 19 Februari 2008 12:09 pm

    Mulia betul hatimu nduk! kuanugerahkan pahlawan lingkungan dan pahlawan sampah!
    *dihajar siwi*

  64. Komentar oleh joesatch yang legendaris on 19 Februari 2008 12:53 pm

    tadinya saya mau komen kalo kamu cuma berani nyari musuh anak kecil, kok. tapi begitu membaca cerita kedua, jebule kowe yo wani musuhan karo sing gedene podo! :lol:

  65. Komentar oleh ndop on 19 Februari 2008 3:43 pm

    nek aku, mending tak cuekin mbak..

    sing mbales ben sing Kuoso…

    sing penting awake dewe nggak nggawe masalah bek wong liyo

    nduwe masalah mbek wong kuwi lwh bahaya
    soale gak kabeh wong iso gelem memaafkan..

  66. Komentar oleh DE on 20 Februari 2008 12:19 am

    ngakak mbayangno kowe numpak angkot sing sering ngerem mendadak, trus wajahmu kumus2 :))

  67. Komentar oleh indra1082 on 20 Februari 2008 12:28 am

    siapa sih gadis anggun nya?? kok warnanya merah gitu?? nilainya jelek ya…hehehehehe,…….

  68. Komentar oleh KopDar bareng TPC di Taman Bungkul Surabaya » at » aLix wiJaya . Com on 20 Februari 2008 5:45 am

    […]Tapi entah mengapa, mungkin kelupaan atau memang gak bisa hadir, aLe tdk melihat sosok ooM JiE, Pak Gempur, Bang Jamal, Cak Avy, dan mbah Ghandi (ada yg belum kesebut?). mBah sangkil sih minggu ini memang sedang bertugas ke luar kota, sedangkan gadis sok anggun yg biasa disebut chiw[…]

  69. Komentar oleh waterbomm on 20 Februari 2008 7:14 am

    ditunggu babak selanjutnya..

  70. Komentar oleh realylife on 20 Februari 2008 1:32 pm

    kayak artikel yang aku buat tadi
    coba baca ini dech
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/20/semua-orang-adalah-pahlawan/

  71. Komentar oleh ebeSS on 21 Februari 2008 1:25 am

    OOO . . abis posting ini terus hiatus . . ikutan simbokmu venus . . . .
    enggak boleeeee . . . . . . tanya alleeeeeee . . . . .
    kopdaranmu di jogja keburu basi . . . . . ayo cepet . . . ;))

  72. Komentar oleh Ndoro Seten on 21 Februari 2008 2:50 am

    Lha yang babak belur yang mana to?

  73. Komentar oleh omith on 21 Februari 2008 5:19 am

    lho hiatus to ciw? welah jek ket arep komen [lirik omongane ebeSs] *hahahah*

    wah pahlawan kebersihan .. salud
    perlu di galakkan … koq ga di tampol ae arek smp ne iku seh .. huhu.. :)

  74. Komentar oleh goes on 21 Februari 2008 6:40 am

    anak” yang kurang HUAJAARRRR :twisted:

    wah, masa depan bangsa ini kaya apa ya nanti….. :(

  75. Komentar oleh den baguse on 21 Februari 2008 1:58 pm

    weleh ternyata gadis anggun pendiam bisa jail metakil juga yaa…seleding tekel anak kecil, dikeroyok 2 anak esempe….salut deh!!

    akhirna ketemu jg! btw rumah di sebelah gak pernah dijenguk, ntar dihuni genderuwo loh

  76. Komentar oleh p4ndu_454kura on 22 Februari 2008 1:48 am

    OMG, anak umur 5 taun udah punya kosakata yang beragam. Pinter banget. Salut. Tapi sayang, nggak sesuai umurnya. :mrgreen:

    Masa dirubung 2 anak SMP cuman senyam-senyum? Tunjukin dong KTM-nya. Pasti mereka diem sendiri. :lol:

  77. Komentar oleh noki on 23 Februari 2008 4:56 am

    klau semua warga indonesia kaya’U mungut sampah sembarangan ga bakal ada yang banjir.
    untung ga ada saksi mata yang melihat perbuatan U. klau ada mah bakal dibawa ke kantor anak nakal

  78. Komentar oleh almascatie on 24 Februari 2008 12:30 am

    babak ke 78

  79. Komentar oleh almascatie on 24 Februari 2008 12:33 am

    busyet gadis anggun??? *sejak kapan ni anak jadi anggun.. kalo api unggun sayah mah percayah*
    *ini adalah episode paleng tragis dalam cerita ini*
    *ngumpet

  80. Komentar oleh almascatie on 24 Februari 2008 12:41 am

    hitrek di episode ke 80 :mrgreen:

  81. Komentar oleh Andri A on 25 Februari 2008 7:31 am

    Heeheh…,mau dong kenalan sama gadis anggun

  82. Komentar oleh antobilang on 25 Februari 2008 9:47 pm

    wawh hebat, anak SD lawan anak SMP! hidup siwi!

  83. Komentar oleh indra1082 on 26 Februari 2008 2:55 am

    UPDATE DONK…..

  84. Komentar oleh [H]Yudee on 26 Februari 2008 8:13 am

    hmm …. si jagoan mbersihin sampah yaa ??

    bagus juga tuh …. contoh teladan buat anak muda jaman sekarang ….

    *ngelantur ….

  85. Komentar oleh brianari on 26 Februari 2008 11:59 am

    Sesuai judulnya:
    “Narsis dua babak”
    Hohoho… :d

  86. Komentar oleh shiro on 26 Februari 2008 2:12 pm

    mbak remplete yang mabk pake ini dinamis ya.. jadi kalo web browsernya dikecilin, kolom ke 3 dan 4 jadinya turun ke bawah. coba pake yang statis. *kok gak nyambung sama postingannya ya..* :ngacirrr

  87. Komentar oleh ndaru on 26 Februari 2008 7:15 pm

    kog gak apdet-apdet ya

  88. Komentar oleh Donald on 26 Februari 2008 11:35 pm

    Ingat iklan sabun mandi, Li..B.y

  89. Komentar oleh tjahaju on 27 Februari 2008 12:56 am

    hekekeke… bravo bravo…
    such a trully hero :D

  90. Komentar oleh aLe on 27 Februari 2008 3:48 pm

    Ke Sembilan Puluhxx™ :D

  91. Komentar oleh -=«GoenRock®»=- on 27 Februari 2008 8:30 pm

    Apdet jeung :)

  92. Komentar oleh Rere on 27 Februari 2008 11:31 pm

    Penasaran yang katanya anggun, hehehehe :D

  93. Komentar oleh detnot on 28 Februari 2008 8:10 am

    cewek yg smp anggun gk jeng esmeralda? ; ;)

  94. Komentar oleh waterbomm on 28 Februari 2008 11:07 am

    -merenung, meresapi-

  95. Komentar oleh ndarualqaz on 28 Februari 2008 4:38 pm

    Siwi, awak udah balik, Awak sudah meng-online kembali

  96. Komentar oleh rivafauziah on 29 Februari 2008 6:07 am

    capek bacanya.. tapi seru kok!

  97. Komentar oleh lady on 1 Maret 2008 6:15 am

    ternyata gadis ga anggun itu bisa memainkan karakter jahat dan baik ya… salut…

  98. Komentar oleh reviandi on 1 Maret 2008 6:49 am

    WAh, kamu produktif banget deh

  99. Komentar oleh sky1988 on 1 Maret 2008 10:15 am

    cieee banyak yg memuji nich
    padahal niatnya mengambil sampah dan berbuat baik seperti itu untuk menutupi dosanya karena sudah men”tackle” (halah bahasa sepak bola banget) si buyung itu
    ya kan mbaaaaK?
    biat timbangannya imbangkan!

  100. Komentar oleh ridhocyber on 1 Maret 2008 4:46 pm

    Kepahlawanan : masa gitu sih ama anak kecil!!! gak setuju caranya!!!!

  101. Komentar oleh shige on 3 Maret 2008 12:22 pm

    chiiw …. !! >.<

    sang gadis anggun itu hebat skali yah … pengen deh kenalan :D

  102. Komentar oleh rajarental on 5 Maret 2008 12:14 pm

    Lewat ah…

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar