Sejarah Batu Akik
Saya yakin, mayoritas pembaca disini tahu dengan apa yang disebut Batu Akik. Yak. salah satu batu mulia yang harganya bisa melambung, layaknya benda benda hiasan lainnya. Silakan lihat disini disana atau disunu kalau anda masih belom mengenal secara dekat dan akrab dengan benda ini, atau malah mungkin tertarik untuk berbisnis…
Tapi, dibalik semua itu, tahukah anda, bahwa ada sebuah cerita unik atau bolehlah disebut sebagai sejarah dari batu yang kerap dipakai pelawak Tessy untuk menghiasi jemari jemarinya itu?
Mari kita lihat…
*kelambu dibuka*
*lampu dimatikan*
*doooooooohhh* <— teriakan seseorang, rupanya salah satu pemain ada yang kejedug pintu
Seorang Bapak, berkumis Chaplin, membacakan sebuah naskah… *oiya, lampu sudah menyala lagi*
“Perang Diponegoro, berakhir pada tahun 1830, makanya kerapkali disebut berakhir pada waktu magrib”
segera saja terdengar koor “Huuu” yang diiringi dengan melayangnya puluhan botol minuman, kunci, buku, snack, hempon menimpa wajah si bapak Chaplin palsu.
“Oke Oke. Pertunjukan segera dimulai. Ndak jadi pake prolog Deh…” ucap Chaplin Palsu sambil menangis darah.
========================================================
Pada zaman dulu, beberapa tahun sebelum masehi, di suatu desa nan indah permai, hiduplah keluarga yang harmonis sekali.
Keluarga tersebut hidup dari menambang batu batu mulia dan menjualnya ke kota, sebut saja Kota Batu. Sayangnya, keluarga itu baru saja kehilangan seorang Ayah, sebagai kepala keluarga, yang meninggal saat menambang batu mulia ketika penyakit TBC nya kambuh. Diduga, dia meninggal karena digigit oleh guguk nya Momon, dan dipukul secara tidak sengaja oleh anak laki lakinya. Ah…lupakan sejenak tragedi itu…
Setelah kematian sang Ayah, keluarga tersebut bertumpu pada sang Ibu, karena anak laki laki yang diharapkan mengganti kedudukan sang Ayah, ternyata mengalami degradasi intelejensi atau bahasa terus terangnya, mengalami penurunan kecerdasan. Diduga, karena ia sendiri sering memukul kepalanya sendiri karena mengira di kepalanya tersimpan batu mulia.
Jadilah, Sang Ibu harus sering travelling kemana saja, bahkan hingga ke Tanah Suci hanya untuk berburu batu mulia dan benda benda tribal, dan ternyata sangat terobsesi untuk menjual candi borobudur pada siapapun yang mau membelinya dengan harga tinggi. *mirip seseorang ya?
*
*setelah diinvestigasi, ternyata orang ini supliernya eskopret lho*
Untuk memperkaya pengetahuannya, Sang Ibu mempersering gugling. Itulah mengapa dia selalu mengetahui perkembangan paling apdet tentang batu batu mulia. Saat istirahat ditengah pencarian batu mulia bersama anaknya, Sang Ibu menyempatkan diri membuka laptop, dan kadang kadang juga YMan dengan sesama pengusaha maupun hobiis batu mulia. Jangan heran, saat itu coverage jaringan wifi sudah mencapai seluruh pelosok negeri, hingga di tengah hutanpun jaringannya manstab. Hanya saja, Sang Ibu ini agak sombong dan sering mengejek teman temannya yang gaptek dengan “Kemana aje Lu Mooon” sehingga entah bagemana ceritanya, beliau dikutuk tuli.
Suatu siang yang cerah, saat Sang Ibu melihat saldo di akun paypalnya, tiba tiba PDA O2 Mini miliknya menyenandungkan lagu “Kucing Garong” pada volume maksimum dan getaran pada 1.2 skala richter. Segera diangkat, dan ternyata ada MMS dari anak laki lakinya itu. Saat itu, mata tuanya yang kebanyakan ngegem DotA dan mentengin JAV, tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dimaksud anaknya. maka, beliau menelepon anaknya dengan simcard yang terbukti sms bangets dan nelpon murah bangets itu.
Ibu : Nak, opo sing kok kirim iku? Ibuk ndak understand. Maklum, wes kabur mripate… (Nak, apa yang kamu kirim ini? Ibu ndak ngerti. Maklum, matanya udah kabur)
Nak : anu bu… onok batu mulia sing aneh. lagi eruh saiki. (anu Bu…ada batu mulia yang aneh. baru lihat sekarang)
Ibu : ooo…pantesan… lha keruh, pantes aku ndak iso ndelok… (ooo…pantesan, lha keruh… makanya aku ndak bisa lihat) <— ini namanya distorsi informasi
Nak : *sepicles*
Ibu : yo opo se… Ibuk ngomong keruh malah njaluk sepis gels (gimana sih? Ibu bilang keruh kamu malah minta spice girls)
dengan kejam , sang Anak menutup pembicaraan tak berguna itu. Dan segera pulang ke rumah mengendarai kendaraan setianya.
sampai di rumah, ternyata ibunya masih nginang *entah ya, shaya chidak tau bahasa endonesiyanya apah,yang jelas, memainkan “sesuatu” berwarna merah di mulutnya. Sesuatu itu merupakan champuran daun sirih, injet atau kapur yang telah dibersihkan, ditambah dengan gambir* sambil ketawa ketiwi membaca wiki laknat di laptop Sony Vaio 15″nya. Dengan penuh suka cita, anaknya menunjukkan batu mulia untuk ditanyakan pada Ibunya. Sang Anak sendiri sudah yakin ibunya selalu tau batu apakah itu.
Nak : Buuu… iki batu opo jenengeee??? *sambil mengangsurkan batu mulia nan indah* (Bu, ini batu apa namanya?)
Ibu : *melihat lihat sebentar* sambil tetep nginang, memutar mutar “sesuatu” di mulutnya.
Hm… akik…. *sebenernya Ibu ini mau bilang ‘Apik’ alias bagus, cuma karena masih ngunyah jadi terdengar seperti itu*
Nak : oooh… dadi iki jenenge Batu Akik bu? (oooh, jadi ini namanya Batu Akik toh Bu?)
Ibu : *mengangguk pasti meski ndak denger apa yang ditanyakan anaknya.*
sang anak berlari lari kegirangan sambil mengumumkan se seluruh kampung bahwa nama batu mulia yang baru itu adalah “Akik” sedangkan pada saat yang sama, sang Ibu menghembuskan nafas terakhirnya karena diduga kuat meminum Kopi Joss dosis berlebih dan menelan susurnya, bersamaan dengan minum kopi tersebut.
Begitulah akhir hidup keluarga tersebut. menyedihkan dan mengharukan bukan?
dan, begitulah kisah disebutnya “Batu Akik” hingga menjadi nama sampai sekarang.
*layar ditutup*
*lampu dimatikan*
*tepuk tangan bergema*
ps. Sumber : Dosen TekProd (Teknologi Produksi) saya dengan modifikasi saya sendiri.
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar












hahahah….blajar jadi dalang eh sutradara? ojok melok2 edan koyok eblis2 iku. ati2. penyakit edan mereka sangat sangat sangat menular :p
anto = kucing garong ????
* menunggu balasan CA..asyik nih ha ha
Mba ciwi mba ciwi.. nulisnya kepanjangan amat sih… ;)) he eh
tadi saya baca kepalanya langsung scroll trrrrrussssssssss sampe deh komentar ;)) hi hi 
ini maksud postingan na apa sech???
*lempar tomat,pisang, mangga*
cangkirmu
*ngakak*
sa’ake ayah’e kok meninggal digigit guguk kekekkee…
iki yg di kopdar pernah kan? kok modifikasine akeh men.. hohoho…
“….sambil ketawa ketiwi membaca wiki laknat di laptop Sony Vaio 15 nya.”
makasih doanya, smoga aku mampu membelinya beneran hahahhaa…
Ealaaahhhhhhhhhhh…Pak Heri..toh…aduhhh…dadi inget TM II…(loh..kok…), aduh..seting waktunya ini tahun 2025 ya wi’….nginang bukannya waktu mau nidurin anak..(kok nidurin..)..nginang..nginang..anakku saya..iku toh…
Mana tomatnya?

ini postingan jadul!
saya sudah tahu berminggu2 sebelum postingan ini keluar
weh…. jago juga kamu chiw…

tadi kirain kamu yg dipanggil akik
Aaaahhh…. Ini ceritanya kok begini…
Kurang hot! Halah…
Btw, chinca lawra ternyata penggemar batu akik ya??
*salah fokus*
hooo..ndak dimasukin ke buku sejarah, siw?

dibikin buku aja wi. biar nyaingin kungfu Komang.. hihiii..
wes…….. pusing aku baca postingan ini :))
paling seneng sama cerita berakhirnya perang diponegoro pada saat waktu maghrib (1830) *ngakak pol*
harap segera di wiki-kan jeng
tempat sampeyan 18.30 baru magrib ya jeng?
t4 saya 1830 itu saat nonton sinetron cincang lawra
*ngakak*
Ciw, alih propesi ajah… jadi penulis skenario
oooooo… gitu to sejarah nya… yaayayayya… *terkagum-kagum*
kalo sejarah nya batu bata gimana mbak??
*ampuuunnn..*
bisa menyaingi kehebohan ayat2 cinta ini kalo dipelemkan..
aku bingung , karena batu akik saya punya sejarah yang lain
boleh khan ?
This post is very hoting, and this blog is high ranked in
the top blogs report . You can
earn some money with a good blog like this.
sejarahnya gitu?ehhhmm..taruh di wiki aja gimana wi?
sing maca matane sampek “ngakik” . . . . . . . .
ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . .
ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . .
ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . .
ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . . ngkik . .
sms ae ya wi . . . . . .
ya .. saya beneran laki2 .. . boleh dibuktikan.. saya bisa bersendawa dengen kenceng
tapi saya ogah klo harus sodaraan ama kang gandung ato alex .. .
eh.. saya jadi anak nya faniez.. hihih… setingnya saya masih 3 taun dan cuman boleh minum asi kan ??
Wah, jadi ngerti sejarahnya batu akik nih
Posting ne akik sangadh .. dan kaya’nya sekalian promo ya tentang wiki.cahadong hwakakakak
.. abang malah baru tahu kalo ada sodara tiri Wikipedia .. cool. Ntar abang pasang di sidebar biar makin populer .. Btw soal akik, kemaren abang ke Banjarmasin ga sempat mampir ke Martapura ya mau liat-liat batu akik yang apik iku.
hmmmmm… pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing tujuh keliling kayak thowaf ngelilingi chiw… hmmm, wis jan, aseli aku bingung!
nggak mutu, nggak jelas, cerita-nya ngarang
*mode manas-manas-in: on*
beneran tuh ceritanya begitu ? wakkakak
ow ternyata gitu tho ?
Saiyah lebih konsen merhatiin link-link yang ada ketimbang ceritanya.
sapa suruh tebar link*sama kayak komen mas gun diatas*
puyeng….gak donk…. *pingsan*, eh nggak dink, jadi laper…kayaknya mo ada yang nraktir bulan ini…
Kere-aktip (kreatif, red.)
Wekeke.

cerita sejarah karena salah dengar mm bnyk bngt d jawa. Ya ini slh 1 contohnya
Cm 1 yg smp skr blm aku tahu. Knp nasi aking itu disebut ‘Karak’
wah..ngerusak sejarah yo… hehehe..
idem
jadi ceritanya sama sekali pusing…. tenggelam ama linknya…. uhuhuhuhuhu….
yang komen ini juga postingannya sering banjir linkaseli puyeng aku mboco tulisanmu..mbuh arep ngomong opo ki.
cari ’soto’ dulu ah..(laper)… dulu soto itu asal muasalnya dari ’sopo’, tapi karena yg ditanyain lagi keselek jadinya soto. WAKAKAKAKA
terlalu panjang ceritanya, dadi ora mudeng. Opo ce wi….wi, gawe cerita yang singkat2 aja loh. Oce………….yuk…
jadi ceritanya bikin sendiri???
salam kenal
walah, neng siwi mau jualan batu akik ya…
*jangan2 cerita diatas cerita pribadi neng siwi*
Di Pacitan banyak batu akik, lho.
*mbaca paragraf 3-5 cerita*
Lha, jadi ini sebuah dongeng dengan setting modern?
Akik kabeh!!!!
*di kampung halaman saya akik biasa dipake misuh lho..
Matane akik!!!
lucu pol-polan…
aku sampek meragakne pas adegan nyusur (nginang, red.) karo ngomong “apik” ternyata bunyinya memang “akik”
hehehe… dosenmu iso-isoo… ae…
Lagi pusing lagi stress, gara-gara indosat ama blog yang error harus pindah alamat.
Eh baca ini tambah pusing saya….
panjang juga yah(TM)
Fast Reading……
duh, kowe ngobrol soal opo toh chiw? nggak dong aku.
iki mesti posting cuman buat kalangan tertentu.
iya nehhh kepanjangan jadi kagak ngarti
Kabur . . .
huakaka…
iya, critanya akik-akik…
Moral story: menjual batu akik itu bisa mengakibatkan budek…
*oot*
numpang info,
foto sampean ada di header kita yg terbaru loh
opo iki
Batu Akik yang aneh…
huhuhuhu
apalah arti sebuah nama… :p
betewe blogku wes ono smiley-ne,,, Trima kasih atas sarannya jeng…
Waks, kemringet drijiku mbukaki wiki gemblung
bukannya akik itu suaminya nenek yang sama pikunnya
Wehehehe.
Saya nyari yang komennya paling dikit.
Sambil Numpang Promo
Bntar lg ada seminar dan workshop Solusi Murah Penerapan Teknologi Informasi dengan Mengugunakan Linux di ITS. Kalo berminat, ikutan ajah. Pasukannya dibawa ya !!
Buka disini.
Linux Invasion