Tentang Bayi Laila dan update kondisinya (Update)

Akhirnya saya update blog juga. Langsung aja ya ceritanya…

Berawal dari sebuah FB status update rekan saya, Benny Nugroho yang berbunyi seperti ini :

Maaf, temannya adikku hari ini melahirkan prematur. Bayinya tanpa lubang hidung, tanpa mulut, dgn 12 jari tangan dan kaki. Mohon bantu share ke teman-teman lain mungkin ada yg ingin bantu dukungan biaya. Dibutuhkan biaya sekitar Rp 30jt. Sekarang berada di RS Saiful Anwar Malang. Biaya 1x operasi, sedangkan menurut dokter butuh 3 tahap. Nama ayah Rokhim, kuli bangunan, ibu Hudah, ibu rumah tangga. Sumbangan bisa ditransfer ke BCA 315 075 9802 a.n. Novian Wijaya. HP 085 855866686 atau 0341 8655506. Terima kasih.

Maka saya langsung tanya ke beliau : “Itu udah confirmed Ben?” mengingat saat ini banyak sekali penipuan berkedok anak cacat atau yang lain. Karena saya percaya Benny dan memang sudah dikonfirmasi oleh adik Benny, maka saya share-lah status beliau di FB saya. 

Tak diduga, ada seseorang yang kita sebut saja Komandan DP (yang menyebut saya dengan panggilan Agen Siwi), mengirim pesan ke FB saya, menyampaikan bahwa beliau ada dana untuk membantu si bayi malang ini. Karuan, saya mbrebes mili. Saya pribadi memang cukup akrab dengan beliau dan keluarga, tapi belum pernah bertemu langsung dengan tatap muka. Dengan keluarga si bayi apalagi. Cukup rumit dijelaskan antara keluarga bayi dengan Benny, teman saya. Ndak nyalahkan, namanya juga berusaha bantu orang, kan ndak harus sodara, ya tho?

Info yang kami peroleh sangat mentah, dan ada tambahan informasi dari Benny, bahwa si bayi malam itu (selasa, 7/24) masih berada di rumah sakit Refa Husada, serta memberi no telepon rs tersebut. Setelah saya menghubungi 2 kali n baru nyambung ke ruang perawatan, dikonfirmasi oleh petugas Wiwin bahwa memang ada bayi terlahir cacat yang sedang dirawat, anak dari Bapak Rokhim. Bayi yang sekiranya dirujuk ke UGD RSSA Malang, tidak bisa karena tidak ada kedaruratan medis, melainkan cacat bawaan.

Berbekal info ini, akhirnya saya dan Komandan merencanakan pertemuan untuk melihat langsung ke lokasi. Komandan yang saat itu di luar kota, langsung meluncur dengan digendong betmen ke Malang. Paginya, beliau menjemput saya di terminal Arjosari malang, meluncur menuju tempat yang seumur2 baru ini saya datangi. Sampai di lokasi, kami bertemu Mas Aris (yg ternyata bukan adik langsung dr Benny), kakak sulung si bayi, serta ibu Hudah dan seorang saudara perempuannya.

Langsung ke bayinya ya…

Bayi perempuan ini bernama Casta Laila Ramadhani, lahir pada hari Senin, 23 Juli 2012 pada pukul 18.30. Laila (begitu saya memanggilnya) adalah anak ke 5 dari pasangan bpk Rokhim yang seorang tukang, dan ibu Hudah yg ibu rumah tangga.

Pertama kali melihat bayi mungil ini dari balik kaca, lutut saya lemas. Anak sekecil ini, yg seharusnya hangat di pelukan ibunya, menyesap asi, harus dibebani dengan selang dari mulut dan hidungnya yang tidak tampak jelas. Ya, Laila memang tak memiliki mulut dan lubang hidung normal layaknya saudaranya yang lain. Saluran pencernaan dan pernafasannya menjadi satu, dan tak hanya itu: Laila juga memiliki kelebihan jari di setiap tangannya.

Bayi dengan kelainan saluran pernafasan & pencernaan, serta kelebihan jari tangan kaki

Kami sempat ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis, sayangnya beliau tak ada di tempat krn prakteknya pagi.  Tapi, intinya begini:

1. Bayi Laila saat ini sedang diobservasi rumah sakit, dan mendapatkan obat injeksi hingga malam ini

2. Bayi Laila boleh dirawat jalan, dengan catatan sang ibu dapat memberikan perawatan seperti yang diajarkan pihak rumah sakit

3. Bayi Laila juga harus kontrol seminggu 1x (atau sebulan 2x, saya lupa persisnya) untuk mengganti selang di mulutnya)

4. Bayi Laila akan segera dioperasi saat tubuhnya sudah kuat, yaitu kira-kira 2 atau 3 bulan lagi.

Karena keluarga bayi Laila adalah keluarga tidak mampu, maka saya dan Komandan DP membantu mengusahakan bantuan hingga Laila selesai operasi nanti. Bantuan tidak kami berikan ke pihak keluarga, melainkan kami bayarkan langsung ke rumah sakit yang bersangkutan, untuk menjamin bantuan kami tepat sasaran, dan meminimalisir kemungkinan adanya penyelewengan dana. Untuk hal ini, kami akan terus mengawal perkembangan Laila.

Saat ini, mohon maaf kami TIDAK MENERIMA BANTUAN DANA, karena sudah TERCUKUPI, dan jika anda ingin membantu, mohon dialihkan ke sekitar yang lebih membutuhkan. Dengan ini pula, kami menyatakan tidak bertanggung jawab atas rekening yang telah tersebar sebelumnya, karena kami berdua tidak membuka penggalangan dana (sebelumnya, saya hanya bantu menyebarkan info).

Terima kasih teman-teman yang sudah membantu menyebarkan kabar, dan khususnya kepada komandan DP yang telah jauh-jauh ke Malang dan tekadnya membantu bayi malang ini. Program kita masih banyak, PakDhe! Terakhir, terima kasih teman-teman yang sudah membaca ini, sudilah kiranya bantu menyebarkan post ini agar trefik blog saya naik agar lebih banyak yg tahu tentang kondisi bayi ini dari sumber yang benar dan tidak simpang siur :D

 

Update 26/07/2012 (10:30) : Barusan saya disms oleh mbak Nurul (salah satu pihak keluarga) bahwa bayi Laila sudah boleh dibawa pulang. Hari ini saya akan ke Malang mengurusi administrasinya. Doakan yang baik-baik untuk si kecil ini ya kawan :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.