Edan!

Kemaren (4 Desember 07) pas saya nyangkruk seperti biasa di warkop Mas Budi, ada berita dari koran Jawa Pos yang lumayan menggoda mata saya untuk membacanya lebih jauh.

Berita di bagian Jawa Pos itu membahas tentang Tren Pesta Nikah Antar TKW di Hongkong.
antar TKW ? :shock:
sejenak saya melupakan es Teh dan gorengan, demi mengkhusyukkan diri membaca kata demi kata di koran kebanggaan warga jawa timur tersebut.
========================================
Berikut kutipan dari berita tersebut (Dari jawapos.com edisi 5 Desember 2007)

Rabu, 05 Des 2007,
Tren ”Pesta Nikah” Antar-TKW di Hongkong (2-Habis)
Deklarasi Pertunangan di Bilik Karaoke Red Box
Tidak semua TKW melanjutkan hubungan sejenis mereka ke jenjang “pernikahan”. Bahkan, ada yang menolak terikat dalam “pertunangan” sekalipun. Mereka sadar bahwa suatu saat mereka akan pulang dan bertemu dengan anak dan suami di rumah. Berikut lanjutan laporan DWI SHINTIA IRIANTI.
———–
SELAIN Tai Po, ada beberapa tempat lain yang kerap digunakan pasangan tenaga kerja wanita (TKW) untuk melangsungkan pesta “pernikahan”. Biasanya, tempat-tempat itu tidak jauh dari Victoria Park, lokasi mangkal mereka saat libur bekerja.

Red Box Karaoke di Jalan Great George, Causeway Bay, adalah salah satu pilihan favorit. Berdiri tepat di depan Victoria Park, tempat dugem itu terletak di lantai sembilan gedung yang juga markas butik dan pertokoan tersebut.

Tidak berbeda dengan tempat karaoke di Indonesia, Red Box mempunyai bilik-bilik bernyanyi yang bisa disewa per jam. Setelah enam hari penat bekerja di tempat tinggal majikan, ruang-ruang dengan lampu temaram itu jadi tempat yang nyaman dengan pasangan.

“Bila pas hari libur, kami bisa sewa tempat seharian. Mulai pukul 12.00 sampai 17.00,” kata Winda, wanita buruh migran asal Brebes, Jawa Tengah.

Tempat karaoke disukai karena tertutup sehingga bisa menjaga privasi mereka. Tidak jarang, bilik karaoke itu juga menjadi tempat “deklarasi” pasangan sejenis itu kepada teman-teman.

Kalau di Tai Po “ikatan hubungan” sejenis itu “dideklarasikan” dengan prosesi ijab kabul layaknya di kantor urusan agama (KUA), bahkan ritual-ritual pernikahan lain seperti di tanah air, di rumah karaoke acaranya agak beda. Tempat seperti di Red Box itu sering dipakai untuk pesta “pertunangan”. Suasananya pun tidak formal, tapi lebih fun.

Bila berniat menghelat pesta di tempat karaoke, sang pengundang bertanggung jawab untuk membayar tagihan berkisar HKD 3.000 (sekitar Rp 3,6 juta).

“Karena hanya pertunangan, jadi enggak ada penghulu-penghuluan. Hanya tukar cincin, dilanjutkan dengan pesta bersama teman-teman,” kata Winda yang mengaku sudah “bertunangan” dengan wanita sesama TKW.

Selain di Red Box, diskotek-diskotek yang tersebar di kawasan Wan Chai juga kerap menjadi tempat kongkow wanita pencinta sesama jenis untuk bertemu. Seperti yang disaksikan Jawa Pos saat masuk salah satu diskotek di sana, malam itu (28/11), meski bukan hari libur, diskotek di Hennessy Road tersebut penuh dengan buruh migran yang bertampang Indonesia.

Untuk masuk ke tempat itu, pengunjung harus membayar HKD 40 (sekitar Rp 48 ribu). “Di sini memang salah satu tempat kumpulnya TKI lesbian di Hongkong,” kata Yulia Mulyani, buruh migran Indonesia yang menemani Jawa Pos.

Pernyataan perempuan yang hari itu sedang libur tersebut memang benar. Semakin malam, pengunjung yang berpasangan sesama jenis makin memenuhi ruang yang ingar-bingar dengan musik disko itu. Gaya mereka mudah dikenali. Umumnya berambut cepak dan berdandan ala lelaki. Namun, ada juga yang bergaya perempuan biasa. “Tidak semua kaum lesbian bergaya seperti lelaki,” tutur Yulia.

Ada banyak alasan mengapa hubungan sesama jenis terjadi di kalangan TKW di bekas koloni Inggris itu. Ganik, janda berumur 33 tahun yang sudah hampir satu dekade mencari peruntungan di Hongkong, mengaku pernah menikah dengan lelaki berkewarganegaraan Singapura. “Sebelum di sini, saya bekerja di Singapura,” katanya.

Menghabiskan enam tahun sejak 1987 di negeri pulau itu, pernikahan Ganik hanya seumur jagung. “Entah mengapa, lama-lama rasanya hampa hidup bersama suami. Padahal, mantan suami saya itu tipe orang yang romantis,” ujarnya.

Dengan alasan itu, Ganik pun memutuskan untuk bercerai dari suaminya dan pulang ke tanah air. Hanya bertahan tiga tahun, pada 1996, perempuan lulusan SMP itu kemudian jadi TKW di Hongkong. Di situlah, Ganik menemukan cinta meski berasal dari sesama jenis.

“Sampai saat ini, sudah dua kali saya ganti pasangan. Yang pertama bertahan empat tahun dan dengan yang terakhir ini sudah jalan tiga tahun,” sambungnya.

Menurut Ganik, sejatinya tidak ada perbedaan mencolok antara menjalin hubungan dengan lelaki dan perempuan. “Selain fisik, semuanya sama saja. Ada berantemnya, ada baikannya. Sama sajalah,” katanya.
Tidak semua TKW setuju dengan hubungan sejenis itu. Yuliani Senari, salah seorang aktivis Asosiasi Tenaga Kerja Hongkong, mengaku tidak bisa menutup mata terhadap adanya sebagian kecil TKW yang terperangkap dalam hubungan cinta sejenis.

Meski sebagian TKI di Hongkong menganggap hal itu urusan pribadi, Yuliani menyatakan hal itu bisa mengganggu citra mereka. “Bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk keluarga TKI lain yang tidak mengerti, fenomena itu bisa mencemaskan mereka,” kata perempuan yang akrab dipanggil Yani tersebut.

Beberapa pasangan TKW sadar hubungan intim mereka di Hongkong hanyalah sementara. Karena itu, untuk melangkah sampai ke “pertunangan”, apalagi “menikah”, mereka masih pikir-pikir. Sebab, suatu saat mereka akan pulang ke tanah air, tempat anak dan suami menunggu.

“Saya memang mencintai sesama. Tetapi, ’menikah’ seperti itu jauh dari bayangan saya,” kata Semi Aprilia, buruh migran berumur 26 tahun asal Magetan, Jawa Timur, yang sudah delapan tahun di Hongkong.

Mengenakan rok cekak yang dipadankan dengan baju kaus tanpa lengan dan berjaket jins, Semi mengaku sudah punya pacar perempuan. “Tetapi, saya tidak mau ’menikah’ seperti teman-teman itu. Kasihan keluarga di rumah,” kata Semi saat ditemui di toko majikan yang berada di kawasan Mong Kok.

Menurut perempuan berambut panjang yang memiliki anting di hidung itu, meski jauh dari rumah, informasi mengenai kegiatan TKI mudah menyebar ke kampung halaman. “Yang saya lakukan hanya kesenangan belaka. Untuk menghibur diri bila capek kerja,” ujarnya. (el)

================================================
Panjang ya? *ini kutipan hari ini lho, yang kemaren nyari di jp.com ga ada. ampuuun*

Saya terpekur membaca. Sedetik kemudian tersadar, yaolo… ini kelakuan bangsaku juga.
Cewek sesama cewek- pacaran- sampe nikah. Sudah sedemikian bejat-nyakah dunia?
*menghela nafas*

Gaya hidup lesbian di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Konon, mereka ‘tertular’ gaya hidup buruh migran asal Filiphina yang ‘dituduh’ lebih dahulu membawa virus lesbi tersebut. Didukung dengan kultur setempat yang tidak mempedulikan hubungan apapun serta minimnya kaum laki laki, sepertinya semakin mempersubur jumlah pasangan lesbian, dan bukan sekedar pasangan pacaran saja, banyak dari mereka yang ‘mengesahkan’ hubungannya melalui ikatan pernikahan. Tantunya bukan pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan ‘beneran’, pernikahan disini lebih berfungsi sebagai deklarasi bahwa pasangan tersebut sudah resmi menjadi ‘suamiistri‘.
Dan jangan heran ketika mengetahui bahwa mereka yang ‘menikah’ itu sudah memiliki keluarga di tanah air. Bahkan, sebagian mengaku didukung oleh sang suami dan semakin menyedihkan ketika disebutkan disitu bahwa pernikahan mereka direstui sepenuhnya oleh Sang suami, dengan alasan :Suami mereka lebih rela istrinya berpacaran dengan wanita daripada pria. Pola pikir macam apaaaaa ini?
*geleng geleng*

===============================================

tulisan ini belum selesai. akan segera diapdet begitu penulis ada waktu… hohoho…

Baca juga :

1. Cenderawasih Post
2. Janji di toko abadi

sekrinsyur :

ini cewek smua lho…

Kenapa ya?

Pernah susah tidur? gelebak gelebuk kesana kemari, nyoba segala posisi, miring, tengkurap, nugging, telentang, masiiii juga a badan ini nggak mau diajak yang namanya tidur. Mata mau sih, merem… merem aja tapi, bentar lagi melek lagi…

Ah, susah!susah!susah!
padahal, yang namanya tidur itu udah jadi kebutuhan primer saya selain sandang pangan papan dan pulsa. Apalagi untuk anak usia pertumbuhan seperti saya ini, terganggunya tidur sama saja dengan terganggunya semua siklus kegiatan dan metabolisme (halah). Apalagi, minggu ini banyak kuliah yang kosong, yang itu artinya : jam tidur saya jauh lebih berkurang lagi! Teganya teganya teganya…

Kata si eMus™, gejalaku ini namanya insomnia (saya juga udah tau, Mus! :mrgreen: ) dan banyak hal yang saya lakukan untuk melawannya. Oke, saya terbiasa tidur dini hari antara jam 2 – 3 lantaran terlatih sejak ada TM dan bloger bloger gila yang sering ngajak konfren malem malem :mrgreen:. Berbagai cara juga sudah saya tempuh. Main barbel sebelum tidur, joging dari warnet sampe kost, olahraga ringan di kamar, juga mandi tengah malam sebelum tidur, ternyata masih belom berhasil menidurkan saya sebelum subuh…

Setelah nemu di wiki, wah…penyebab insomnia ternyata macem macem… diantaranya (diterjemahkan semau penulis sendiri):
1. Obat psikoaktif atau stimulan, obat herbal, kafein, kokain, ephedrine, amphetamines, methylphenidate, MDMA, methamphetamine and modafinil *mulai males nerjemahin*—saya jelas jelas ndak make ini
2. pergantian hormon — mungkin
3.Masalah psikologis seperti ketakutan, stress, kegelisahan, tekanan emosi atau mental, masalah pekerjaan, keuangan, kehidupan seks yang tak memuaskan :shock: —apa ini?
4.Kekacauan mental seperi depresi klinis, dan lain lain :lol: — enggak deh…
5. Ganguan ritme ‘circadian’ dst… aaaah… saya males nerjemahinnya lagi…
dan sampe sekarang masih mikir, apa gerangan yang membuat saya tidak bisa tidur sebelum subuh, dan baru terlelap saat jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi…
Mana minggu ini banyak gak kuliahnya lagi (emang biasanya enggak ya?). Dan itu artinya apa? tepat:jam tidur saya berkurang drastis.

Sementara aktivitas terus menuntut badan yang fit, kantong menuntut tetap diisi, kuliah menuntut untuk didatangi, meski perut sudah semakin malas untuk diisi. Yap!nafsu makan saya turun drastis, meski nafsu minum tidak. Dan hal ini sepertinya memang memperburuk kondisi saya. Mungkin ada positifnya sih, saya bisa nyoba menurunkan berat badan yang sudah tak terkendali ini :D. Tapi tetep saja, badan saya lemes! lebih baik saya tidak usah makan seharian daripada tidak tidur seharian. FYI, anak kucing yang sekecil itu saja butuh 16 jam sehari untuk tidur. Apalagi saya yang anak manusia dan sebesar ini! *jangan dihiraukan yang ini*

Saya coba petakan masalah, namun sayangnya, peta itu belom selesai, keburu ada kegiatan lain yang harus segera dilakukan :D. Yang jelas, faktor panasnya surabaya bisa jadi salah satu kambing hitam :twisted:.

Hm…saya coba list deh :
1. Kangen Orang tua *tapi kan udah telpon, masa kangen aja sampe gabisa tidur sih?*
2. TM yang tak kunjung selesai…
3. Nyamuk yang tiba tiba aja rajin mengunjungi kamar saya seminggu terakhir. padahal kamar udah bersih dan rapi serta wangi
4. Proker organisasi yang tak kunjung terealisasi
5. Warnet yang mendadak dikunjungi setan setan kecil pembuat kerusuhan dan memaksa saya marah marah setiap hari pada operator maupun setan setan kecil itu.
6. Saluran telepon warnet yang mendadak diputus dengan pesan: disuruh menyelesaikan administrasi, padahal saya sudah bayar :( apa perlu saya bayar lagi?
7. Mantan yang mendadak sering telpon pagi pagi buta dan jelas jelas memutus semangat hidup saya hari itu juga
8. Orang di seberang pulau yang kadang membuat saya pingin menelan manusia dengan mutilasi 99x
9. Masalah di blogosfer yang kadang terbawa sampe dunia nyata.
10.Pertentangan batin dan kebimbangan memilih meskipun indikator sudah jelas.
11. Lho? kok banyak sih?aaaaah… gatau deh…

MakCak… help me poo… pake bahasa manusia aja njelasinnya ya? :mrgreen:

Seorang Gadis…

Pukul satu dini hari…
Seorang gadis cantik
Tinggi 150 senti
Rambut legam lurus sebahu
Kaos Oblong hitam
Celana abu abu robek di paha kiri
Tas Ransel di bahu
Ponsel di tangan kiri
Koran di tangan kanan
asik menghirup teh

Warung Kopi Cak Budi

ehehehe… SMS itu saya terima dari nomor 08523010xxxx di perjalanan menuju kost. Entah siapa yang mengirimnya, coz nomor tersebut memang kebetulan tidak terdaftar di ponbuk maupun adresbuk saya. Mungkin temen iseng yang kebetulan lewat deket warung Cak Budi.

Jadi agak malu juga…kok kondisi di SMS itu mirip banget sama saya saat itu?
dan ups… celana saya emang robek di paha sebelah kiri. Berhubung itu celana favorit, ya dipake terus biarpun robek…

Hm, saya suka cuwek nyangkruk di warkop atau wargres (warung gresikan) malem malem, sambil minum es teh. Kebiasaan yang mungkin nggak lazim dilakukan seorang cewek imudz, manis, pendiam dan anggun seperti saya. Dan kebetulan sekali, wargres favorit saya adalah wargres Cak Budi. Es tehnya mantap pake B dan es jeruknya juga blom ada yang ngalahkan di seantero keputih.

Hm, siapapun cowok/cewek itu, dia udah salah… setidaknya, saat itu bukan jam satu dini hari… tapi jam 1/2 dua…

:lol:

thankz to Pak Dhe Rudy dan Pak Dhe Wicak yang udah jadi tempat pembuangan sms ini…

emang Senyum = Gila ya?

Baru tadi siang saya sempetin blogwalking sebentar, ngomen2 di postingan tentang silup, ealah…barusan aja saya berurusan sama yang namanya silup.
masih ingat ini? yaa… yang ini aga mirip mirip si…tapi nggak mirip kok… *dibantai massa*

Kejadian kali ini ,
Lokasi : Kota Sidoarjo, mbuh daerah mananya
Waktu : sekitar pukul 21.00 WIBS
Suasana: menyebalkan, rame, penuh umpatan
Pelaku : Ai’, Fajar Narses, Fitri slidut, Fitria Jepit, Ikha Nduty, Galih, Rimo Kepri, Eeng, Hasna Hasnul,Rhendy, Ifa, dan Mbak Mas, Silup silup yang lagi ngoperasi, dan orang2 yang lagi kena siyal saat itu.

Jadi begini, saat itu, pukul 9-an wibs, kami bertolak dari kediaman K Lutfi di Perum Gading Fajar Sidoarjo, setelah buka bersama yang membawa bencana (bencana kekenyangan) itu. Dengan santai, kami lewati jalanan Sidoarjo yang lumayan padat, scara malam ini malam minggu gitu…
Ealah…blom jauh dari rumah k’ Lutfi, ada sejenis operasi sweeping ndadak. Driverku, yang saat itu ga bawa SIM (dan sebenernya emang ga punya) mulai cemas, dan menepikan motornya, bermaksud putar balik gitu.
Belom sempet putar balik, ada seorang preman bapak bapak bermotor Miyo yang mendatangi kami berdua dan langsung ngomong dengan nada ngancem (versiku aja sih)
Bapak Tak berhelm dan Mirip Preman (BRHMP) : mau kemana ini?
Supirnya Siw (SS) : nunggu temen *jawaban boong*
BRHMP : Maju, ato ikut saya … cepetan! *galak banget,kalo orang jantungan paling langsung meninggal seketika deh*

SS akhirnya mengikuti BRHMP menuju antrian orang2 yang diperiksa. Dan suasananya? sangat tidak menyenangkan, saudara saudara sekalian. Mereka yang bermoto (entah bermoto atau saya aja yang salah menyimpulkan kalo itu moto) “Melindungi dan Melayani Masyarakat” itu di mata saya, bukan lagi orang orang yang pantas sebagai disebut sebagai pelindung/ pengayom. Gimana bisa pantas disebut pengayom, lha wong kerjaannya marah2 gitu kok sama masyarakat(hehe). Muka serem, ngebentak bentak, semprat semprit, gaaaa ada karakteristik seorang pelayan, apalagi pelayan publik, yang biasanya ramah, sopan, santun, dan bersajahaja.*halah*

Jadi deh, supir saya tadi kena. coz emang ga bawa SIM. Sementara temen2u yang lain nungguin (ada pula yang bantuin ngurus penilangan), saya yang malem itu bete abis dikerjain pacar, iseng iseng aja ngedeketin salah seorang silup yang saya menurut perkiraan saya, berusia sekitar 45 tahun, dan terlihat mayan nganggur.

Siwi Cute Banget (SCB): malem Pak… *berusaha senyum meski males*
Pak Silup Setengah Tua (PSST) : oh, iya…malem Adik Cantik…*aslinya : malem Dik…*
SCC : mohon maaf Pak, lagi repot ndak?
PSST : ah, kebetulan enggak. Emang ada apa Dik?
SCC : nggak kok Pak…cuman mo nanya aja kok…
PSST : ya?
SCC : kok polisinya sangar sangar ya Pak? *dibaca ala anak SD yang selalu mau tau*
PSST : sangar gimana maksutnya Dik?
SCC : ya…kayak pak yang disono *sambil tunjuk*, minta STNK aja kayak mau marah marah gitu…bukannya lebih hm…gimana ya?lebih keren seandainya beliau mintanya sambil senyum gitu…kan melayani masyarakat *pasang tampang malaikat*
PSST: mau gimana lagi Mbak…banyak pengguna jalan yang suka seenaknya sendiri. anak anak kadang juga bisa lepas kendali. kita sebenarnya ndak pengen seperti itu, tapi, ya kadang ada tingkah pengguna jalan yang memancing kemarahan, ya…saya ndak bisa menyalahkan anak anak…
SCC : ya…memang seperti itulah resiko mberhadapan dengan macam macam orang Pak…Tap…*blom selse ngomong dah dipotong*
PSST: gini lho MbaK…kalo kita senyum, malah ada yang bilang kita ini gila *sumpah, bapaknya ngomong kayak gini* dan malah disepelekan kalo kita senyum
SCC : ah, masa sampe segitunya? kalo saya pribadi lho Pak…lebi suka kalo polisinya senyum, tegas, n berwibawa. keren tuh.
PSST: kalo kita senyum ya itu tadi mbak, malah dianggap orang gila. Yah, banyak orang yang suka seenaknya sendiri itu yang banyak membuat anak anak jadi streng.
SCC : ah, saya kira Bapak juga mendapat training ttg hal seperti ini sebelumnya…jadi udah biasa gitu…k
kalo nggak mau ketemu banyak orang ngapain jadi polisi? jadi pertapa aja sana! *kalimat terakhir ini dalam hati saya* Pak, yang itu polisi juga? *sambil nunjuk preman yang make motor miyo tanpa helm tadi*
PSST : iya, beliau salah seorang anggota kami
SCC  : kok beliau nggak pake helm? padahal mondar mandir kayak gitu… gimana masyarakatnya bisa tertib Pak, teladannya aja kayak gitu… *kalo masih dianggep teladan disiplin sih*

Belum sempet ngomel banyak sama Bapak yang sepertinya sama sekali gak mau disalahkan itu …temen saya  udah selse urusannya, meski akhirnya STNKnya ditahan. Setelah permisi dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Surabaya.

Belum juga keluar dari Sidoarjo…ealaah…ada lagi operasi sejenis…entah kenafa, di operasi kali ini kami lolos, bukannya pake surat tilang, tapi karena ndak diperiksa sama Bapaknya yang mukanya udah lecek kusem kecapekan itu. Tanya kenafa?

ps. maaf, ini postingan ga penting kok…cuma mangkel ajah, dan melayani nafsu keinginan para fans yang menuntut blog saya diapdet.
:mrgreen:

Berisikkk!!!

Bulan Puwasa™, (sebagian menyebutnya puasa, ada pula yang menyebutnya fuasa) adalah satu bulan istimewa yang ditunggu tunggu oleh umat muslim.
Sebagai bulan istimewa, tentunya banyak keistimewaannya disitu (kalimat yang aneh :???:)
ada hal – hal khas yang hampir tidak ditemui di bulan lainnya, seperti:
1. pagi hari yang mendadak rame, banyak orang ngantri makan (terjadi di kawasan kos2an mahasiswa)
2. banyak pedagang dadakan yang juwalan minuman manis n seger di sore hari
3. banyak pedagang dadakan yang juwalan makanan buat sahur, dini hari tentunya…
4. banyak anak anak kecil dan bandel seperti masa lalu penulis yang maen petasan gatau waktu
5. banyak pemilik warung yang nutupin warungnya pake kelambu (hal yang menurut saya, ndak perlu dilakukan)
6. banyak tempat hiburan yang tutup (kasian bener pekerjanya ya?padahal mereka juga butuh duwit)
7. banyak diskon gila gilaan, baik di supermarket maupun dept.store
8. banyak sepanduk ucapan “selamat menunaikan ibadah puwasa” dari tokoh – tokoh yang mencalonkan diri untuk menduduki posisi penting
9. banyak tayangan – tayangan aneh di pagi hari
10.banyak artis yang nutupin udelnya pake baju baju yang islami
11.dll

yang paling menyebalkan saya dari sekian banyak kekhasan itu adalah, adanya kebiasaan mbangunin orang pake tetabuhan yang nyaringnya ajubilah, dan bunyinya bisa kedengeran sampek radius 500 m, serta  sangat sanggup dipake untuk membangunkan vampir yang lagi hibernasi.
*tahan esmosi Siw*

nah, sejak awal puwasa™ sampai dengan beberapa hari yang lalu, saya ndak sempet menikmati tidur yang indah dan mesra sambil memimpikan kekasih tercinta, sebelum subuh.
Yah, karena ulah brengsek brengsek kecil (Astaghfirullah) yang nggak tau betapa berharganya menit menit tidur buat seorang Siwi.
Oke…oke… niatnya baik…membangunkan orang buat melaksanakan sunah rasul, tapi caranya itu lho…ndak elegan sama sekali!
Yang lebih kasian lagi, bayi yang ortunya ngontrak di sebelah kamar saya itu, otomatis jadi kaget, dan nangislah…menambah keceriaan di pagi buta
kenapa sih, pake kayak gitu segala? c’mon…sekarang jamannya alarem™ gitu loh…ngapain sih, malem malem capek capek, hanya buat bikin orang sekampung pada marah.
yang agak menyedihkan juga, diantara brengsek brengsek kecil itu (Astaghfirullah) ada beberapa brengsek besar yang aku kenal. Yak! dia adalah mahasiswa kampus sebelah, yang sering nebengin aku kalo berangkat ngampus.
plis deh…ngapain dia ikutan? pake sarung yang disampirkan di bahu ala kabayan lagi!

*tahan esmosi…sabar…sabar*

Ternyata, ngga kompleks saya aja yang jadi korban. Kejadian serupa terjadi di kompleks kompleks lain di kawasan sekitar kampus. di daerah kost kost-an tentunya…

Halo…orang orang yang suka ngeganggu tidur orang pake tetabuhan itu, mendingan kalian salurkan bakat kalian itu jadi drummer, ikutan marching band, atau penabuh beduk, itu sepertinya lebih berguna daripada bikin orang ngumpat2 di pagi buta.

Sudah cukup miskol miskol dari para penggemar setia saya (yang tidak dapat disebutkan satu persatu. cukup dua saja yang paling mengganggu) yang membangunkan tiap malam.

Kesimpulannya : saya ndak membutuhkan jasa baik kalian yang membangunkan orang dengan sadis .Terima kasih…kalian so sweet banget dah! <— ini untuk para penabuh itu lho…
Berawal dari keresahan itu, beberapa hari yang lalu, akhirnya saya mendatangi mereka yang sedang berbuat kebajikan itu. Dengan wajah yang ngantuk, cantik, suntuk, cantik lagi, nahan marah, cute, saya berusaha ngomong baik baik sama mereka.

SCC (siwi cantik cute) : Mas, boleh minta tolong gak? jangan keras2 donk, tabuhannya…ada anak kecil di sebelah ini. Kaget lho dia… *ini alasan aja*
TTG (tukang tabuh genderang) : kenapa mbak?kami udah dapet ijin kok…
SCC : saya tau… tapi mbok ya tolong…hormati orang lain yang lagi istirahat…baru jam segini… (saat itu masih jam 1/2 1 pagi)
TTG : kami kan cuma mau membangunkan warga saja, biar nggak sampe nggak sahur
SCC : saya tahu, tapi ini WIB…bukan WIT…terlalu pagi saya kira, untuk nyuruh orang buat sahur. Bukankah Rasul sendiri menyarankan untuk mengakhiri sahur? *sok tau*
TTG : *mengungkapkan argumennya yang menurut saya ksimpulannya hanya satu : mereka senang ada media buat dipukul pukul*

Sejak hari itu, esoknya sudah tak ada lagi tetabuhan yang memekakkan telinga dan mengganggu tidur. Saya nggak tahu, ini akibat teguran saya, ataukah kesadaran mereka sendiri. Toh, tanpa dibangunkan mereka, saya masih tetap bisa sahur seperti biasanya.

Oiya, mungkin terlambat,

Selamat berpuwasa!
:D

Ternyata ini toh…

yea…i’ve found d reason… kenafa aku males ngeblog, selain faktor si Mas tentunya…

gejala malesku itu ternyata juga sebagai bentuk reaksi alamiah tubuh terhadap sebuah benda berjudul “Tugas Merancang I”. Sebuah tugas yang, entah mau atau tidak mau, kudu mau!™ (masih ingat kisah saya yang ini? boleh percaya boleh tidak, berat badan saya sampek naik drastis :2 kg!)

Tugas ini, cuma 3 SKS kok…tapi, boleh percaya boleh tidak… ternyata merusak SKS yang lain, kata yang sudah berpengalaman Loh…Malah. banyak yang menempuhnya selama 3 semester. Apakah itu aneh? ternyata tidak…justru yang selesenya cepet itu patut dicurigai…Ah…semoga saya masuk salah satu orang yang dicurigai itu…*berdoa khusyu*

Jadi, ini dia…yang akan membuat jagat blogosphere saya jamin bakal kangen alias merindukan saya pol polan sekaligus akan membuat separuh hidup saya berada di depan komputer. :(

TUGAS MERANCANG I

Dosen Pembimbing: Bapak *** ******* Ph.D (trims to Deking)

Assisten Dosen : Ferdinand Tarigan (ini dulu SC ku Lho…)

DATA KAPAL

 

Jenis Kapal : Bulk Carrier (pembawa muatan curah)

Muatan : Coarse (Pasir Kuarsa)

Kuantitas : 8000 ton

Kecepatan Dinas (service speed) : 12 Knot

Kecepatan Percobaan (trial speed): itung sendiri

Radius Pelayaran : itung sendiri

Rute Pelayaran : Bintan – Pontianak (kenapa gak Banjarbaru aja sih? :() – Manado

Daerah Pelayaran : Ocean Going

Bunkering Port (tmpat isi bahan bakar) : Pontianak (kenapa gak Banjarbaru aja sih? :()

Klasifikasi : LR, BKI, NK

 

Ket :
LR (Lloyd Register) adalah biro klasifikasi kepunyaan Inggris
BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)adalah Biro klasifikasi kepunyaan Indonesia
NK (Nippon Kaiji Kyokai) adalah biro klasifikasi kepunyaan Jepang

 

mengharap doa tulus dari teman – teman sekalian…semoga saya lancar mengerjakan tugas yang satu ini…hingga cepat menyelesaikan kuliah saya, cepat dapat kerja serta cepat nikah & punya anak dengan mas Farid amiiiin…

Never Sai Gutbai

Hari ini, salah satu orang tercinta saya, memutuskan untuk  menghentikan hidupnya di dunia maya ini. Entah untuk sementara atau selamanya. Sedih, itu pasti. Tapi, sebagai calon istri pacar yang baik,  saya akan tetap mendukungnya. Toh, di lain dunia, kami masih bisa bermesraan berhubungan, bahkan mungkin lebih mesra intens. Farid, orang dibalik 049 itu, bagi saya tetaplah seorang yang special dan akan tetap menjadi penghuni salah satu sudut hati saya.

Jadi tiba tiba inget salah satu lagu favorit waktu saya masih anyak anyak dulu,

BON JOVI

“Never Say Goodbye”

As I sit in this smokey room
The night about to end
I pass my time with strangers
But this bottle’s my only friend

Remember when we used to park
On Butler Street out in the dark
Remember when we lost the keys
And you lost more than that in my backseat

Remember how we used to talk
About busting out – we’d break their hearts
Together – forever

Never say goodbye, never say goodbye
You and me and my old friends
Hoping it would never end
Never say goodbye, never say goodbye
Holdin’ on – we got to try
Holdin’ on to never say goodbye

Remember days of skipping school
Racing cars and being cool
With a six pack and the radio
We didn’t need no place to go

Remember at the prom that night
You and me we had a fight
But the band they played our favorite song
And I held you in my arms so strong

We danced so close
We danced so slow
And I swore I’d never let you go
Together – forever

Never say goodbye, never say goodbye
You and me and my old friends
Hoping it would never end
Never say goodbye, never say goodbye
Holdin’ on – we got to try
Holdin’ on to never say goodbye

I guess you’d say we used to talk
About busting out
We’d break their hearts
Together – forever

 

Like Bon Jovi said, Never say goodbye, Honey…

And I swore, i never let you go, together…forever… 

I Believe that u’ll come back and we’ll live in love together.

 

Someday…

 

 

ps. entah untuk yang keberapa kalinya, aku sayang kamu…

 

siyalll!!!

Tiba tiba teringat peristiwa November 2004…

Siyaaaaal…!!!

Sajak Blogger dan Ulang tahun

Ada yang baru lagi rupanya…

Saat penat melanda (baru balik dari kampus) eeeh…saya disuguhi sajian berupa berita yang mengingatkan saya pada  salah satu masa yang pernah kita alami bersama (baca:orba)

terinspirasi dari beberapa tulisan, kok saya jadi pengin nulis juga. Bukannya ikut ikutan, tapi hal ini menurut saya lumayan lucu. Saya bukan apresiator puisi, bukan kritikus puisi, juga bukan orang yang puitis. Saya hanya seorang penikmat puisi dan rasanya gak relaaa …gitu kalo karya orang orang kreatif itu, dilarang untuk dinikmati oleh orang banyak, dengan alasan tertentu yang menurut saya, gak jelas.

Jadi, saya ikutan bikin sajak aja.

BLOGGER

Mentang-mentang punya keyboard

Blogger begitu nyinyir dan cerewet

Ia berlagak sebagai makhluk kritis

Padahal gak punya kuasa apa apa, kalah kuasa dia

Ia kerap meniup niupkan protes

Dan trekbek

Ke saban penjuru.

(2007)
Huff…jangan jangan, gara2 sajak  ini blog saya mengalami nasib serupa…diberangus…
Ah, semoga Matt tak seperti mereka. Oia, sajak juga pernah saya tulis disini  sebagai komen.

Saya bukan jagoan bikin sajak, jadi, mohon maaf kalo sajak yang saya buat ini ga da nilai estetisnya.

PS: baca juga :

  1. Surat Terbuka Mengenai Kasus Sajak Malaikat
  2. Sajak Protes Kepada Malaikat
  3. Malaikat
  4. Solidaritas Saya Untuk Puisi Malaikatnya Saiful Badar Yang Diberangus
  5. “Bunuhlah Imajinasiku dengan Puisiku!”

hm…ganti topik

hari ini tanggal 16 Agustus 2007, masku ulang tahun…met ultah Mas Tito…tetep berkarya, jangan suka jahat sama Ebes, beliau udah tua…

Aku lagi kesel sama kamu, Sayang…

Pernah ngerasa kesel sama pacar tersayang?
Pernah ngerasa nggak diperhatiin?
Pernah ngerasa kecewa cz pacar nggak kayak biasanya?

Pernah Nggak pernah, klik ini Pliz…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.