Sejarah Batu Akik

Saya yakin, mayoritas pembaca disini tahu dengan apa yang disebut Batu Akik. Yak. salah satu batu mulia yang harganya bisa melambung, layaknya benda benda hiasan lainnya. Silakan lihat disini disana atau disunu kalau anda masih belom mengenal secara dekat dan akrab dengan benda ini, atau malah mungkin tertarik untuk berbisnis…

Tapi, dibalik semua itu, tahukah anda, bahwa ada sebuah cerita unik atau bolehlah disebut sebagai sejarah dari batu yang kerap dipakai pelawak Tessy untuk menghiasi jemari jemarinya itu?

Mari kita lihat…

*jreeeeenggg*

*kelambu dibuka*

*lampu dimatikan*

*doooooooohhh* <— teriakan seseorang, rupanya salah satu pemain ada yang kejedug pintu

Seorang Bapak, berkumis Chaplin, membacakan sebuah naskah… *oiya, lampu sudah menyala lagi*

“Perang Diponegoro, berakhir pada tahun 1830, makanya kerapkali disebut berakhir pada waktu magrib”
segera saja terdengar koor “Huuu” yang diiringi dengan melayangnya puluhan botol minuman, kunci, buku, snack, hempon menimpa wajah si bapak Chaplin palsu.

“Oke Oke. Pertunjukan segera dimulai. Ndak jadi pake prolog Deh…” ucap Chaplin Palsu sambil menangis darah.

========================================================
Pada zaman dulu, beberapa tahun sebelum masehi, di suatu desa nan indah permai, hiduplah keluarga yang harmonis sekali.
Keluarga tersebut hidup dari menambang batu batu mulia dan menjualnya ke kota, sebut saja Kota Batu. Sayangnya, keluarga itu baru saja kehilangan seorang Ayah, sebagai kepala keluarga, yang meninggal saat menambang batu mulia ketika  penyakit TBC  nya kambuh. Diduga, dia meninggal karena digigit oleh guguk nya Momon, dan dipukul secara tidak sengaja oleh anak   laki lakinya. Ah…lupakan sejenak tragedi itu…

Setelah kematian sang Ayah, keluarga tersebut bertumpu pada sang Ibu, karena anak   laki laki yang diharapkan mengganti kedudukan sang Ayah, ternyata mengalami degradasi intelejensi atau bahasa terus terangnya, mengalami penurunan kecerdasan. Diduga, karena ia sendiri sering memukul kepalanya sendiri karena mengira di kepalanya tersimpan batu mulia.

Jadilah, Sang Ibu harus sering travelling kemana saja, bahkan hingga ke Tanah Suci hanya untuk berburu batu mulia dan benda benda tribal, dan ternyata sangat terobsesi untuk menjual candi borobudur pada siapapun yang mau membelinya dengan harga tinggi. *mirip seseorang ya? :roll: *
*setelah diinvestigasi, ternyata orang ini supliernya eskopret lho*

Untuk memperkaya pengetahuannya, Sang Ibu mempersering gugling. Itulah mengapa dia selalu mengetahui perkembangan paling apdet tentang batu batu mulia. Saat istirahat ditengah pencarian batu mulia bersama anaknya, Sang Ibu menyempatkan diri membuka laptop, dan kadang kadang juga YMan dengan sesama pengusaha maupun hobiis batu mulia. Jangan heran, saat itu coverage jaringan wifi sudah mencapai seluruh pelosok negeri, hingga di tengah hutanpun jaringannya manstab. Hanya saja, Sang Ibu ini agak sombong dan sering mengejek teman temannya yang gaptek dengan “Kemana aje Lu Mooon” sehingga entah bagemana ceritanya, beliau dikutuk tuli.

Suatu siang yang cerah, saat Sang Ibu melihat saldo di akun paypalnya, tiba tiba PDA O2 Mini miliknya menyenandungkan lagu “Kucing Garong” pada volume maksimum dan getaran pada 1.2 skala richter. Segera diangkat, dan ternyata ada MMS dari anak laki lakinya itu. Saat itu, mata tuanya yang kebanyakan ngegem DotA dan mentengin JAV, tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dimaksud anaknya. maka, beliau menelepon anaknya dengan simcard yang terbukti sms bangets dan nelpon murah bangets itu.

Ibu : Nak, opo sing kok kirim iku? Ibuk ndak understand. Maklum, wes kabur mripate… (Nak, apa yang kamu kirim ini? Ibu ndak ngerti. Maklum, matanya udah kabur)
Nak : anu bu… onok batu mulia sing aneh. lagi eruh saiki. (anu Bu…ada batu mulia yang aneh. baru lihat sekarang)
Ibu : ooo…pantesan… lha keruh, pantes aku ndak iso ndelok… (ooo…pantesan, lha keruh… makanya aku ndak bisa lihat) <— ini namanya distorsi informasi
Nak : *sepicles*
Ibu : yo opo se… Ibuk ngomong keruh malah njaluk sepis gels (gimana sih? Ibu bilang keruh kamu malah minta spice girls)

dengan kejam , sang Anak menutup pembicaraan tak berguna itu. Dan segera pulang ke rumah mengendarai kendaraan setianya.

sampai di rumah, ternyata ibunya masih nginang *entah ya, shaya chidak tau bahasa endonesiyanya apah,yang jelas, memainkan “sesuatu” berwarna merah di mulutnya. Sesuatu itu merupakan champuran daun sirih, injet atau kapur yang telah dibersihkan, ditambah dengan gambir* sambil ketawa ketiwi membaca wiki laknat di laptop Sony Vaio 15″nya. Dengan penuh suka cita, anaknya menunjukkan batu mulia untuk ditanyakan pada Ibunya. Sang Anak sendiri sudah yakin ibunya selalu tau batu apakah itu.

Nak : Buuu… iki batu opo jenengeee??? *sambil mengangsurkan batu mulia nan indah* (Bu, ini batu apa namanya?)
Ibu : *melihat lihat sebentar* sambil tetep nginang, memutar mutar “sesuatu” di mulutnya.
Hm… akik…. *sebenernya Ibu ini mau bilang ‘Apik’ alias bagus, cuma karena masih ngunyah jadi terdengar seperti itu*
Nak : oooh… dadi iki jenenge Batu Akik bu? (oooh, jadi ini namanya Batu Akik toh Bu?)
Ibu : *mengangguk pasti meski ndak denger apa yang ditanyakan anaknya.*

sang anak berlari lari kegirangan sambil mengumumkan se seluruh kampung bahwa nama batu mulia yang baru itu adalah “Akik” sedangkan pada saat yang sama, sang Ibu menghembuskan nafas terakhirnya karena diduga kuat meminum Kopi Joss dosis berlebih dan menelan susurnya, bersamaan dengan minum kopi tersebut.

Begitulah akhir hidup keluarga tersebut. menyedihkan dan mengharukan bukan? :cry:

dan, begitulah kisah disebutnya “Batu Akik” hingga menjadi nama sampai sekarang.

*layar ditutup*
*lampu dimatikan*
*tepuk tangan bergema*

:cool:  :cool:  :cool:

 

ps. Sumber : Dosen TekProd (Teknologi Produksi) saya dengan modifikasi saya sendiri.

SMS, YM, dan janda

:cool:Karena Kedua Hengpon saya kompak ngambek :cry:  yang mungkin diakibatkan frekuensi sms dan telpon yang tidak manusiawi, eh, hengponi, hidup saya jadi merana :( :cry: :(  Sepi. Padahal, di luar sanapasti sudah banyak orang yang nggak tahan untuk SMS menyampaikan kabar kangen atau sekedar say Hi sama saya :cool: :oops: Mohon maafkan saya teman teman… itu semua bukan kehendak saya. Itu diluar ramalan saya. :Djadi, selama masa Jahiliyah merana itu, saya memanfaatkan fasilitas kantor khusus Siwi sebagai sarana komunikasi dengan orang orang tertentu saja. Kenapa tertentu? yah…namanya juga fasilitas kantor khusus buat Siwi, jadi nggak boleh dipake sembarangan. :Dsekali lagi, mohon pengertian Anda… :Dehem… dalam masa jahiliyah merana itu pula, dimana hengpon fasilitas kantor khusus Siwi adalah hengpon motorola yang notabene menguras tenaga saat dipake SMS, jadi deh… saya singkat singkat aja kalo SMS…padahal biasanya saya nyaris nggak pernah melewatkan 160 karakter tiap SMS. untuk ini, okelah… yang penting SMS dan hasrat terpuwaskan pesan tersampaikan…:lol:dan kemaren, saat hujan deras mengguyur kota surabaya dan ternyata kota Banjarbaru juga :lol: ada SMS masuk. dari nomor yang sudah sangat saya kenal:
He’s the onegsm ga aktif Sayang?

Siw:
Ga Mas. Ada apa Mas?

 He’s the oneHbs jemput Mama. Kehujanan 
Siw:Buruan mandi. Sini ujan juga
Ini lg berteduh gtu?
He’s the oneSdh d rumah. Hujannya lebat lg
Siw:Yaudah.Suruh mandi aja susah
 He’s the oneMati lampu soalnya 
Siw:Kan asik mati lampu…
He’s the onesusah nyari gayungnya
Siw
Yaudah gausah mandi
:oops: lelaki saya satu itu memang suka susah disuruh mandi!
betewe, saya sangat menikmati sms sms pendek itu sore hari kala hujan deras itu. Pendek, tapi romantis :oops: 
tapi entah mengapa, siang entah sore ini mood saya berubah 180 derajad. Ndak tau.rasanya mangkel aja. Si Mas di SmS nggak mbales mbales…meskipun sms cuma 2x dan tarif SmS Starone ke emtri cuma 100, rasanya mangkel aja gitu. akhirnya saya bener bener kesel sama beliau. pake ngirim SMS ancaman lagi… :oops: memalukan sekali ya, saya ini?
Pas saya kembali dari PLN, buat ngurus listrik yang tak kunjung nyambung, serta memperpanjang ijin pesta, ealah…ada pesen di YM saya…ssst… dari si Mas! :oops:
Farid Wahdyannoor: Sayang….
Farid Wahdyannoor: :-*
Farid Wahdyannoor: Jangan marah dong…
Farid Wahdyannoor: kan udah ku smsalasannya tadi…
Farid Wahdyannoor: Yang?
Farid Wahdyannoor: Kok ngambek?
Farid Wahdyannoor: Yang?
Farid Wahdyannoor: jangan marah dong
Farid Wahdyannoor: ….
Farid Wahdyannoor: Sayang…..

Siw : apa?

BUZZ!!!
Farid Wahdyannoor: Marah?
Farid Wahdyannoor: ngambek?

Siw : baru dateng dari PLN
Farid Wahdyannoor: besok aku mau pergi ni
Farid Wahdyannoor: kamu jangan marah atau ngambek dong Sayang/….
Farid Wahdyannoor: Iya Sayang…
Farid Wahdyannoor: ini di warnet baru?

Siw : iya
Siw : sms apa? ke mana?
Farid Wahdyannoor: ke star1
Siw : ga ada sms
Farid Wahdyannoor: perasaan laporannya terkirim
Siw : ga ada
Siw : ini baru ada sms masuk
Farid Wahdyannoor: kan kukirim sekali lagi
Siw : iya
Farid Wahdyannoor: lagi naggapi komentar….
Siw : iya
Siw : entar malem onlen lagi nggak?
Farid Wahdyannoor: mau packing…
Farid Wahdyannoor: emang kenapa Sayang?

selanjutnya adalah sensor… :lol:Si Mas dalam beberapa hari ini akan menjalani kehidupan di hutan alias ngalas…meninggalkan perkotaan dan istrinya disini. Meninggalkan segala macam koneksi internet dan signal hape yang merekatkan kami selama ini. Yaaah… sedih deeeh… *sandra dewi on* :mrgreen:

Gapapalah… menjadi janda temporer (lagi). Semoga nanti pulang kau masih dalam keadaan utuh. :D jangan sampai tergoda rekan rekan cewekmu lho ya… awas aja kalo sampek itu terjadi! :evil:. kalo tergoda sama emond, Dhodo, atau Bang Asep sih, silakan aja… :lol:

ah, sudah dulu…

*back to tugas*

makasih udah menyempatkan diri baca postingan super duper tidak penting ini…

*menunduk* 

*ditendang ke Banjarbaru*  :mrgreen:

Diajak ML? Omaigaaat…

setelah posting ini dan banyak jumpa fans, press conferense dll tugas, maka saya putuskan untuk tidak meneruskan posting penuh dosa tersebut. halah. bukan karena apa apa sih, males aja…
dan berhubung lagi banyak fans yang memaksa apdet, okelah, saya apdet… :D

Nah, beberapa hari setelah posting itu (mungkin tanggal 6 or 7 desember 07) tepatnya pas saya chat dengan mas Guh, juga orang jelek ini, ada alert imel masuk dari seorang cewek, dengan subject : Hi yang isinya : dia abis baca postingan saya yang ini dan ini yang intinya adalah : dia ngajak ketemuan dan ML alias make love sama saya. :mad:
siyal! emange saya ini kecebong lesbong?
berhubung pada saat itu saya lagi ngantuk, capek dan banyak tugas… yang ada cuma pengen maraaaah mulu, langsung saya hapus imel edan gak berperasaan yang mungkin aja cuma iseng itu. Inilah imel orang yang ngajak ML saya ituh : sisca_sexy@plasa.com  *tanpa sensor, sengaja* semoga setelah ini sepam berdatangan ke imelnya, amin…
dan melalui alamat imel sisca_sexy@plasa.com *tanpa sensor lagi* tersebut, saya coba telusuri frensternya. dan jreeeeng… inilah dia sekrinsyurnya :

 enon menado

haiyaaah… cantik juga Noni manado ternyata… :lol: atau hanya orang yang menyamar jadi orang manado… siapa yang tau…? bukankan data di frenster itu 68% adalah palesu?™ :mrgreen:

Naaah… barusan…barusaaan… aja, pas saya mau posting tentang 8 resolusi, untuk memenuhi hasrat nyuruh apdet para fans yang kangen saya, ada alert imel masuk lagi.

Hai, ko email 9w ngga dibalas sicH? 9w serius loch ngajakin elo ML. kalo elo ngga ngerti ML, ML itu bercinta, ngesex. 9w tertarik ama elo. bales donk!pliz ya ngga pakai lama. friendster 9w ko blm di add sich? 9w tau ko, elo tu ada bakat lesbong. elo tomboy, elo seksi, elo kuat. balas ya? muahmuahmuah

buset!
ini nih…sekrinsyurnya…

imel from cewek

siapapun dia, mesti dia kenal sama saya. buktinya, dia tau kalo saya tomboy dan seksi. :lol: :mrgreen: atau kalo nggak gitu, paling ya blogger bloger iseng yang nyari kegiatannya dengan ngisengin orang. bakat lesbong? :shock: buset! :eek: ada ya, bakat kayak gitu? wah… entar ada Akademi Lesbong endonesa donk… :lol:
halah… makin ngga jelas… halah, biasanya kan emang ngga jelas

dia salah ngimel saya saat itu? enggak…malahan bagus, bisa buat bahan posting. :D
saya salah masang imelnya dia terang terangan? ya enggak donk. biarin aja. ini sebagai bayaran dia udah bilang kalo saya ada bakat lesbong. enak aja. kalo dia emang orang beneran, semoga Allah memerikan pencerahan padanya *berdoa dengan khusyuk*, namun, jika dia hanyalah makhluk iseng semata, semoga Mas Tito berkenan menendang pantat dan meninggalkan sepatunya menancap di duburnya :mrgreen: *hiiiy… jijay*
dan jika dia adalah pencari popularitas semata, puwas ? udah saya posting di blog saya yang keren ini?hah? hah? hah? itu kan tujuan Anda? :cool:
*memandang dengan nista*

siapapun yang berminat, mungkin bisa njapri si Sisca atau siapapun itu. dan saya sarankan, cowok saja ya, yang cewek jangan…

Ah, semoga Allah memberikan pencerahan padamu, Sisca, Ndaru, atau siapapunlah kamu… *masih berasa mungkin Ndaru pelakunya*
udah kumaafin kok… *sok bijaksana :cool: *

Dan melalui postingan ini, saya nyatakan bahwa Saya, gadis pendiam dan anggun serta sejahtera bernama Siwi Piranti Rahayu Wahdyannoor wannabe, adalah cewek aseli dan sama sekali tidak tertarik untuk menjalin hubungan seksuwal dengan cewek manapun. Saat ini saya berstatus sebagai pacar dari seorang ganteng, gagah serta sekse :mrgreen: *perut sakit* bernama Farid, yang sudah cukup untuk saya.

Edan!

Kemaren (4 Desember 07) pas saya nyangkruk seperti biasa di warkop Mas Budi, ada berita dari koran Jawa Pos yang lumayan menggoda mata saya untuk membacanya lebih jauh.

Berita di bagian Jawa Pos itu membahas tentang Tren Pesta Nikah Antar TKW di Hongkong.
antar TKW ? :shock:
sejenak saya melupakan es Teh dan gorengan, demi mengkhusyukkan diri membaca kata demi kata di koran kebanggaan warga jawa timur tersebut.
========================================
Berikut kutipan dari berita tersebut (Dari jawapos.com edisi 5 Desember 2007)

Rabu, 05 Des 2007,
Tren ”Pesta Nikah” Antar-TKW di Hongkong (2-Habis)
Deklarasi Pertunangan di Bilik Karaoke Red Box
Tidak semua TKW melanjutkan hubungan sejenis mereka ke jenjang “pernikahan”. Bahkan, ada yang menolak terikat dalam “pertunangan” sekalipun. Mereka sadar bahwa suatu saat mereka akan pulang dan bertemu dengan anak dan suami di rumah. Berikut lanjutan laporan DWI SHINTIA IRIANTI.
———–
SELAIN Tai Po, ada beberapa tempat lain yang kerap digunakan pasangan tenaga kerja wanita (TKW) untuk melangsungkan pesta “pernikahan”. Biasanya, tempat-tempat itu tidak jauh dari Victoria Park, lokasi mangkal mereka saat libur bekerja.

Red Box Karaoke di Jalan Great George, Causeway Bay, adalah salah satu pilihan favorit. Berdiri tepat di depan Victoria Park, tempat dugem itu terletak di lantai sembilan gedung yang juga markas butik dan pertokoan tersebut.

Tidak berbeda dengan tempat karaoke di Indonesia, Red Box mempunyai bilik-bilik bernyanyi yang bisa disewa per jam. Setelah enam hari penat bekerja di tempat tinggal majikan, ruang-ruang dengan lampu temaram itu jadi tempat yang nyaman dengan pasangan.

“Bila pas hari libur, kami bisa sewa tempat seharian. Mulai pukul 12.00 sampai 17.00,” kata Winda, wanita buruh migran asal Brebes, Jawa Tengah.

Tempat karaoke disukai karena tertutup sehingga bisa menjaga privasi mereka. Tidak jarang, bilik karaoke itu juga menjadi tempat “deklarasi” pasangan sejenis itu kepada teman-teman.

Kalau di Tai Po “ikatan hubungan” sejenis itu “dideklarasikan” dengan prosesi ijab kabul layaknya di kantor urusan agama (KUA), bahkan ritual-ritual pernikahan lain seperti di tanah air, di rumah karaoke acaranya agak beda. Tempat seperti di Red Box itu sering dipakai untuk pesta “pertunangan”. Suasananya pun tidak formal, tapi lebih fun.

Bila berniat menghelat pesta di tempat karaoke, sang pengundang bertanggung jawab untuk membayar tagihan berkisar HKD 3.000 (sekitar Rp 3,6 juta).

“Karena hanya pertunangan, jadi enggak ada penghulu-penghuluan. Hanya tukar cincin, dilanjutkan dengan pesta bersama teman-teman,” kata Winda yang mengaku sudah “bertunangan” dengan wanita sesama TKW.

Selain di Red Box, diskotek-diskotek yang tersebar di kawasan Wan Chai juga kerap menjadi tempat kongkow wanita pencinta sesama jenis untuk bertemu. Seperti yang disaksikan Jawa Pos saat masuk salah satu diskotek di sana, malam itu (28/11), meski bukan hari libur, diskotek di Hennessy Road tersebut penuh dengan buruh migran yang bertampang Indonesia.

Untuk masuk ke tempat itu, pengunjung harus membayar HKD 40 (sekitar Rp 48 ribu). “Di sini memang salah satu tempat kumpulnya TKI lesbian di Hongkong,” kata Yulia Mulyani, buruh migran Indonesia yang menemani Jawa Pos.

Pernyataan perempuan yang hari itu sedang libur tersebut memang benar. Semakin malam, pengunjung yang berpasangan sesama jenis makin memenuhi ruang yang ingar-bingar dengan musik disko itu. Gaya mereka mudah dikenali. Umumnya berambut cepak dan berdandan ala lelaki. Namun, ada juga yang bergaya perempuan biasa. “Tidak semua kaum lesbian bergaya seperti lelaki,” tutur Yulia.

Ada banyak alasan mengapa hubungan sesama jenis terjadi di kalangan TKW di bekas koloni Inggris itu. Ganik, janda berumur 33 tahun yang sudah hampir satu dekade mencari peruntungan di Hongkong, mengaku pernah menikah dengan lelaki berkewarganegaraan Singapura. “Sebelum di sini, saya bekerja di Singapura,” katanya.

Menghabiskan enam tahun sejak 1987 di negeri pulau itu, pernikahan Ganik hanya seumur jagung. “Entah mengapa, lama-lama rasanya hampa hidup bersama suami. Padahal, mantan suami saya itu tipe orang yang romantis,” ujarnya.

Dengan alasan itu, Ganik pun memutuskan untuk bercerai dari suaminya dan pulang ke tanah air. Hanya bertahan tiga tahun, pada 1996, perempuan lulusan SMP itu kemudian jadi TKW di Hongkong. Di situlah, Ganik menemukan cinta meski berasal dari sesama jenis.

“Sampai saat ini, sudah dua kali saya ganti pasangan. Yang pertama bertahan empat tahun dan dengan yang terakhir ini sudah jalan tiga tahun,” sambungnya.

Menurut Ganik, sejatinya tidak ada perbedaan mencolok antara menjalin hubungan dengan lelaki dan perempuan. “Selain fisik, semuanya sama saja. Ada berantemnya, ada baikannya. Sama sajalah,” katanya.
Tidak semua TKW setuju dengan hubungan sejenis itu. Yuliani Senari, salah seorang aktivis Asosiasi Tenaga Kerja Hongkong, mengaku tidak bisa menutup mata terhadap adanya sebagian kecil TKW yang terperangkap dalam hubungan cinta sejenis.

Meski sebagian TKI di Hongkong menganggap hal itu urusan pribadi, Yuliani menyatakan hal itu bisa mengganggu citra mereka. “Bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk keluarga TKI lain yang tidak mengerti, fenomena itu bisa mencemaskan mereka,” kata perempuan yang akrab dipanggil Yani tersebut.

Beberapa pasangan TKW sadar hubungan intim mereka di Hongkong hanyalah sementara. Karena itu, untuk melangkah sampai ke “pertunangan”, apalagi “menikah”, mereka masih pikir-pikir. Sebab, suatu saat mereka akan pulang ke tanah air, tempat anak dan suami menunggu.

“Saya memang mencintai sesama. Tetapi, ’menikah’ seperti itu jauh dari bayangan saya,” kata Semi Aprilia, buruh migran berumur 26 tahun asal Magetan, Jawa Timur, yang sudah delapan tahun di Hongkong.

Mengenakan rok cekak yang dipadankan dengan baju kaus tanpa lengan dan berjaket jins, Semi mengaku sudah punya pacar perempuan. “Tetapi, saya tidak mau ’menikah’ seperti teman-teman itu. Kasihan keluarga di rumah,” kata Semi saat ditemui di toko majikan yang berada di kawasan Mong Kok.

Menurut perempuan berambut panjang yang memiliki anting di hidung itu, meski jauh dari rumah, informasi mengenai kegiatan TKI mudah menyebar ke kampung halaman. “Yang saya lakukan hanya kesenangan belaka. Untuk menghibur diri bila capek kerja,” ujarnya. (el)

================================================
Panjang ya? *ini kutipan hari ini lho, yang kemaren nyari di jp.com ga ada. ampuuun*

Saya terpekur membaca. Sedetik kemudian tersadar, yaolo… ini kelakuan bangsaku juga.
Cewek sesama cewek- pacaran- sampe nikah. Sudah sedemikian bejat-nyakah dunia?
*menghela nafas*

Gaya hidup lesbian di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Konon, mereka ‘tertular’ gaya hidup buruh migran asal Filiphina yang ‘dituduh’ lebih dahulu membawa virus lesbi tersebut. Didukung dengan kultur setempat yang tidak mempedulikan hubungan apapun serta minimnya kaum laki laki, sepertinya semakin mempersubur jumlah pasangan lesbian, dan bukan sekedar pasangan pacaran saja, banyak dari mereka yang ‘mengesahkan’ hubungannya melalui ikatan pernikahan. Tantunya bukan pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan ‘beneran’, pernikahan disini lebih berfungsi sebagai deklarasi bahwa pasangan tersebut sudah resmi menjadi ‘suamiistri‘.
Dan jangan heran ketika mengetahui bahwa mereka yang ‘menikah’ itu sudah memiliki keluarga di tanah air. Bahkan, sebagian mengaku didukung oleh sang suami dan semakin menyedihkan ketika disebutkan disitu bahwa pernikahan mereka direstui sepenuhnya oleh Sang suami, dengan alasan :Suami mereka lebih rela istrinya berpacaran dengan wanita daripada pria. Pola pikir macam apaaaaa ini?
*geleng geleng*

===============================================

tulisan ini belum selesai. akan segera diapdet begitu penulis ada waktu… hohoho…

Baca juga :

1. Cenderawasih Post
2. Janji di toko abadi

sekrinsyur :

ini cewek smua lho…

Kenapa ya?

Pernah susah tidur? gelebak gelebuk kesana kemari, nyoba segala posisi, miring, tengkurap, nugging, telentang, masiiii juga a badan ini nggak mau diajak yang namanya tidur. Mata mau sih, merem… merem aja tapi, bentar lagi melek lagi…

Ah, susah!susah!susah!
padahal, yang namanya tidur itu udah jadi kebutuhan primer saya selain sandang pangan papan dan pulsa. Apalagi untuk anak usia pertumbuhan seperti saya ini, terganggunya tidur sama saja dengan terganggunya semua siklus kegiatan dan metabolisme (halah). Apalagi, minggu ini banyak kuliah yang kosong, yang itu artinya : jam tidur saya jauh lebih berkurang lagi! Teganya teganya teganya…

Kata si eMus™, gejalaku ini namanya insomnia (saya juga udah tau, Mus! :mrgreen: ) dan banyak hal yang saya lakukan untuk melawannya. Oke, saya terbiasa tidur dini hari antara jam 2 – 3 lantaran terlatih sejak ada TM dan bloger bloger gila yang sering ngajak konfren malem malem :mrgreen:. Berbagai cara juga sudah saya tempuh. Main barbel sebelum tidur, joging dari warnet sampe kost, olahraga ringan di kamar, juga mandi tengah malam sebelum tidur, ternyata masih belom berhasil menidurkan saya sebelum subuh…

Setelah nemu di wiki, wah…penyebab insomnia ternyata macem macem… diantaranya (diterjemahkan semau penulis sendiri):
1. Obat psikoaktif atau stimulan, obat herbal, kafein, kokain, ephedrine, amphetamines, methylphenidate, MDMA, methamphetamine and modafinil *mulai males nerjemahin*—saya jelas jelas ndak make ini
2. pergantian hormon — mungkin
3.Masalah psikologis seperti ketakutan, stress, kegelisahan, tekanan emosi atau mental, masalah pekerjaan, keuangan, kehidupan seks yang tak memuaskan :shock: —apa ini?
4.Kekacauan mental seperi depresi klinis, dan lain lain :lol: — enggak deh…
5. Ganguan ritme ‘circadian’ dst… aaaah… saya males nerjemahinnya lagi…
dan sampe sekarang masih mikir, apa gerangan yang membuat saya tidak bisa tidur sebelum subuh, dan baru terlelap saat jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi…
Mana minggu ini banyak gak kuliahnya lagi (emang biasanya enggak ya?). Dan itu artinya apa? tepat:jam tidur saya berkurang drastis.

Sementara aktivitas terus menuntut badan yang fit, kantong menuntut tetap diisi, kuliah menuntut untuk didatangi, meski perut sudah semakin malas untuk diisi. Yap!nafsu makan saya turun drastis, meski nafsu minum tidak. Dan hal ini sepertinya memang memperburuk kondisi saya. Mungkin ada positifnya sih, saya bisa nyoba menurunkan berat badan yang sudah tak terkendali ini :D. Tapi tetep saja, badan saya lemes! lebih baik saya tidak usah makan seharian daripada tidak tidur seharian. FYI, anak kucing yang sekecil itu saja butuh 16 jam sehari untuk tidur. Apalagi saya yang anak manusia dan sebesar ini! *jangan dihiraukan yang ini*

Saya coba petakan masalah, namun sayangnya, peta itu belom selesai, keburu ada kegiatan lain yang harus segera dilakukan :D. Yang jelas, faktor panasnya surabaya bisa jadi salah satu kambing hitam :twisted:.

Hm…saya coba list deh :
1. Kangen Orang tua *tapi kan udah telpon, masa kangen aja sampe gabisa tidur sih?*
2. TM yang tak kunjung selesai…
3. Nyamuk yang tiba tiba aja rajin mengunjungi kamar saya seminggu terakhir. padahal kamar udah bersih dan rapi serta wangi
4. Proker organisasi yang tak kunjung terealisasi
5. Warnet yang mendadak dikunjungi setan setan kecil pembuat kerusuhan dan memaksa saya marah marah setiap hari pada operator maupun setan setan kecil itu.
6. Saluran telepon warnet yang mendadak diputus dengan pesan: disuruh menyelesaikan administrasi, padahal saya sudah bayar :( apa perlu saya bayar lagi?
7. Mantan yang mendadak sering telpon pagi pagi buta dan jelas jelas memutus semangat hidup saya hari itu juga
8. Orang di seberang pulau yang kadang membuat saya pingin menelan manusia dengan mutilasi 99x
9. Masalah di blogosfer yang kadang terbawa sampe dunia nyata.
10.Pertentangan batin dan kebimbangan memilih meskipun indikator sudah jelas.
11. Lho? kok banyak sih?aaaaah… gatau deh…

MakCak… help me poo… pake bahasa manusia aja njelasinnya ya? :mrgreen:

Seorang Gadis…

Pukul satu dini hari…
Seorang gadis cantik
Tinggi 150 senti
Rambut legam lurus sebahu
Kaos Oblong hitam
Celana abu abu robek di paha kiri
Tas Ransel di bahu
Ponsel di tangan kiri
Koran di tangan kanan
asik menghirup teh

Warung Kopi Cak Budi

ehehehe… SMS itu saya terima dari nomor 08523010xxxx di perjalanan menuju kost. Entah siapa yang mengirimnya, coz nomor tersebut memang kebetulan tidak terdaftar di ponbuk maupun adresbuk saya. Mungkin temen iseng yang kebetulan lewat deket warung Cak Budi.

Jadi agak malu juga…kok kondisi di SMS itu mirip banget sama saya saat itu?
dan ups… celana saya emang robek di paha sebelah kiri. Berhubung itu celana favorit, ya dipake terus biarpun robek…

Hm, saya suka cuwek nyangkruk di warkop atau wargres (warung gresikan) malem malem, sambil minum es teh. Kebiasaan yang mungkin nggak lazim dilakukan seorang cewek imudz, manis, pendiam dan anggun seperti saya. Dan kebetulan sekali, wargres favorit saya adalah wargres Cak Budi. Es tehnya mantap pake B dan es jeruknya juga blom ada yang ngalahkan di seantero keputih.

Hm, siapapun cowok/cewek itu, dia udah salah… setidaknya, saat itu bukan jam satu dini hari… tapi jam 1/2 dua…

:lol:

thankz to Pak Dhe Rudy dan Pak Dhe Wicak yang udah jadi tempat pembuangan sms ini…

emang Senyum = Gila ya?

Baru tadi siang saya sempetin blogwalking sebentar, ngomen2 di postingan tentang silup, ealah…barusan aja saya berurusan sama yang namanya silup.
masih ingat ini? yaa… yang ini aga mirip mirip si…tapi nggak mirip kok… *dibantai massa*

Kejadian kali ini ,
Lokasi : Kota Sidoarjo, mbuh daerah mananya
Waktu : sekitar pukul 21.00 WIBS
Suasana: menyebalkan, rame, penuh umpatan
Pelaku : Ai’, Fajar Narses, Fitri slidut, Fitria Jepit, Ikha Nduty, Galih, Rimo Kepri, Eeng, Hasna Hasnul,Rhendy, Ifa, dan Mbak Mas, Silup silup yang lagi ngoperasi, dan orang2 yang lagi kena siyal saat itu.

Jadi begini, saat itu, pukul 9-an wibs, kami bertolak dari kediaman K Lutfi di Perum Gading Fajar Sidoarjo, setelah buka bersama yang membawa bencana (bencana kekenyangan) itu. Dengan santai, kami lewati jalanan Sidoarjo yang lumayan padat, scara malam ini malam minggu gitu…
Ealah…blom jauh dari rumah k’ Lutfi, ada sejenis operasi sweeping ndadak. Driverku, yang saat itu ga bawa SIM (dan sebenernya emang ga punya) mulai cemas, dan menepikan motornya, bermaksud putar balik gitu.
Belom sempet putar balik, ada seorang preman bapak bapak bermotor Miyo yang mendatangi kami berdua dan langsung ngomong dengan nada ngancem (versiku aja sih)
Bapak Tak berhelm dan Mirip Preman (BRHMP) : mau kemana ini?
Supirnya Siw (SS) : nunggu temen *jawaban boong*
BRHMP : Maju, ato ikut saya … cepetan! *galak banget,kalo orang jantungan paling langsung meninggal seketika deh*

SS akhirnya mengikuti BRHMP menuju antrian orang2 yang diperiksa. Dan suasananya? sangat tidak menyenangkan, saudara saudara sekalian. Mereka yang bermoto (entah bermoto atau saya aja yang salah menyimpulkan kalo itu moto) “Melindungi dan Melayani Masyarakat” itu di mata saya, bukan lagi orang orang yang pantas sebagai disebut sebagai pelindung/ pengayom. Gimana bisa pantas disebut pengayom, lha wong kerjaannya marah2 gitu kok sama masyarakat(hehe). Muka serem, ngebentak bentak, semprat semprit, gaaaa ada karakteristik seorang pelayan, apalagi pelayan publik, yang biasanya ramah, sopan, santun, dan bersajahaja.*halah*

Jadi deh, supir saya tadi kena. coz emang ga bawa SIM. Sementara temen2u yang lain nungguin (ada pula yang bantuin ngurus penilangan), saya yang malem itu bete abis dikerjain pacar, iseng iseng aja ngedeketin salah seorang silup yang saya menurut perkiraan saya, berusia sekitar 45 tahun, dan terlihat mayan nganggur.

Siwi Cute Banget (SCB): malem Pak… *berusaha senyum meski males*
Pak Silup Setengah Tua (PSST) : oh, iya…malem Adik Cantik…*aslinya : malem Dik…*
SCC : mohon maaf Pak, lagi repot ndak?
PSST : ah, kebetulan enggak. Emang ada apa Dik?
SCC : nggak kok Pak…cuman mo nanya aja kok…
PSST : ya?
SCC : kok polisinya sangar sangar ya Pak? *dibaca ala anak SD yang selalu mau tau*
PSST : sangar gimana maksutnya Dik?
SCC : ya…kayak pak yang disono *sambil tunjuk*, minta STNK aja kayak mau marah marah gitu…bukannya lebih hm…gimana ya?lebih keren seandainya beliau mintanya sambil senyum gitu…kan melayani masyarakat *pasang tampang malaikat*
PSST: mau gimana lagi Mbak…banyak pengguna jalan yang suka seenaknya sendiri. anak anak kadang juga bisa lepas kendali. kita sebenarnya ndak pengen seperti itu, tapi, ya kadang ada tingkah pengguna jalan yang memancing kemarahan, ya…saya ndak bisa menyalahkan anak anak…
SCC : ya…memang seperti itulah resiko mberhadapan dengan macam macam orang Pak…Tap…*blom selse ngomong dah dipotong*
PSST: gini lho MbaK…kalo kita senyum, malah ada yang bilang kita ini gila *sumpah, bapaknya ngomong kayak gini* dan malah disepelekan kalo kita senyum
SCC : ah, masa sampe segitunya? kalo saya pribadi lho Pak…lebi suka kalo polisinya senyum, tegas, n berwibawa. keren tuh.
PSST: kalo kita senyum ya itu tadi mbak, malah dianggap orang gila. Yah, banyak orang yang suka seenaknya sendiri itu yang banyak membuat anak anak jadi streng.
SCC : ah, saya kira Bapak juga mendapat training ttg hal seperti ini sebelumnya…jadi udah biasa gitu…k
kalo nggak mau ketemu banyak orang ngapain jadi polisi? jadi pertapa aja sana! *kalimat terakhir ini dalam hati saya* Pak, yang itu polisi juga? *sambil nunjuk preman yang make motor miyo tanpa helm tadi*
PSST : iya, beliau salah seorang anggota kami
SCC  : kok beliau nggak pake helm? padahal mondar mandir kayak gitu… gimana masyarakatnya bisa tertib Pak, teladannya aja kayak gitu… *kalo masih dianggep teladan disiplin sih*

Belum sempet ngomel banyak sama Bapak yang sepertinya sama sekali gak mau disalahkan itu …temen saya  udah selse urusannya, meski akhirnya STNKnya ditahan. Setelah permisi dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Surabaya.

Belum juga keluar dari Sidoarjo…ealaah…ada lagi operasi sejenis…entah kenafa, di operasi kali ini kami lolos, bukannya pake surat tilang, tapi karena ndak diperiksa sama Bapaknya yang mukanya udah lecek kusem kecapekan itu. Tanya kenafa?

ps. maaf, ini postingan ga penting kok…cuma mangkel ajah, dan melayani nafsu keinginan para fans yang menuntut blog saya diapdet.
:mrgreen:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.