1 diantara 3, pilih yang mana ya?

uhem. tanpa basa basi lagi, langsung saja ya…

berikut adalah karya dari sahabat saya, seorang anak manusia berjudul : Anindito Baskoro Satrianto, yang hanya dengan iming iming sebuah kaos telah berbaik hati membuatkan Logo untuk CoCoNet2, sekuelnya CoCoNet…
:mrgreen:

yang pertama…

yang kedua…

yang ketiga…

 silakan pilih, tapi jangan sampai salah pilih.

ehem… yang lebih bagus yang mana yaaa?
makasih bantuan teman teman sekalian…

*tebar ciuman*

8 +(6+8) = 16?

Duh, singkat saja ya…
mumpung ada waktu… *sok sibuks banget sih? minta digampar ya?*
gara – gara PR dari jenk Takochan ini… *tabokin jenk Takochan*

8 resolusi saya:
1. Menghilangkan penyakit malas (almost impossible, hunny… :evil: ) . Errr… oke oke… mengurangi deh…mengurangi…
2. Sukseskan CoCoNet 2. insya allah coming soon and segera Loncing. doakan ya…
3. Belajar lebih feminim, mungkin… *not sure* :roll:
4. Menggiatkan olahraga yang mulai menurun porsinya (berakibat pada pertumbuhan ke samping badan lho)
5. selesekan TM & TRG!!! (aaarrrghhh… ini yang paling saya benci!)
6. Sukseskan KPT (Kontes Pramuka Terampil) sekali seumur hidup ini kesempatan…
7. Memperbanyak jalan jalan (innni yang paling saya suka… *joged joged*)
8. Diet…Diet… bukan semata mata karena penampilan yang memburuk…tapi lebih pada kesehatan… juga tidur lebih teratur…biar sehat siw… (iya…iya…)

oke oke… dan saya tak akan melempar itu ke orang lain. soalnya taunnya udah ampir abis. :mrgreen: bukankah saya ini orang yang begitu baik? ;)

8 keanehan saya…
ini PR dari Fajar, juga dari aLe yang udah lamaaa banget dan baru saya kerjakan sekarang.
maaf ya Jar…Le… *menjura dalam dalam*
catatan : sejujurnya, keanehan saya yang paling aneh adalah… : saya ndak suka memperlihatkan keanehan saya dihadapan publik :mrgreen:
berhubung ini PR, okelah… saya kerjakan… ;)

  •  Demen nyangkruk di wargres (warung gresikan) dini hari menjelang subuh. Hal yang tidak lazim dilakukan oleh seorang gadis yang anggun, dan pendiam seperti saya ini… :oops:
  • Suka menamai gadgets kesayangan dengan nama yang special. :lol:
  • Sulit tidur di malam hari, sulit tidak tidur di siang hari. Yap! itulah fenomena siwi saat ini. sering dipanggil ke ruangan dosen gara -gara selalu tertidur saat kuliah. :oops:
  • wajib push ap dan sit up saat bangun tidur (kadang diselingi angkat barbel) demi menjaga vitalitas tubuh. :cool:
  • Nggak doyan makanan pedes, mengandung daging sapi, daging kambing, ikan tongkol, bandeng, udang, dan berjenis jenis siput seafood lainnya. :(
  • ikut Pramuka dari SD, SMP, SMA, sampek jaman kuliah! yang terakhir ini mungkin yang paling aneh, coz jarang anak kuliahan yang ikut pramuka :lol:
  • Lebih doyan adventure, olahraga2 ekstrem macam panjat tebing, rapelling, flying fox n maen layangan daripada jalan jalan di Mal.
  • agak maskulin, mungkin… padahal , dengan wajah seimudz ini, harusnya saya feminin ya? :???:

oke deh… tugas tugas selse dikerjakan…
:mrgreen:
silakan dinilai! ;)

Diajak ML? Omaigaaat…

setelah posting ini dan banyak jumpa fans, press conferense dll tugas, maka saya putuskan untuk tidak meneruskan posting penuh dosa tersebut. halah. bukan karena apa apa sih, males aja…
dan berhubung lagi banyak fans yang memaksa apdet, okelah, saya apdet… :D

Nah, beberapa hari setelah posting itu (mungkin tanggal 6 or 7 desember 07) tepatnya pas saya chat dengan mas Guh, juga orang jelek ini, ada alert imel masuk dari seorang cewek, dengan subject : Hi yang isinya : dia abis baca postingan saya yang ini dan ini yang intinya adalah : dia ngajak ketemuan dan ML alias make love sama saya. :mad:
siyal! emange saya ini kecebong lesbong?
berhubung pada saat itu saya lagi ngantuk, capek dan banyak tugas… yang ada cuma pengen maraaaah mulu, langsung saya hapus imel edan gak berperasaan yang mungkin aja cuma iseng itu. Inilah imel orang yang ngajak ML saya ituh : sisca_sexy@plasa.com  *tanpa sensor, sengaja* semoga setelah ini sepam berdatangan ke imelnya, amin…
dan melalui alamat imel sisca_sexy@plasa.com *tanpa sensor lagi* tersebut, saya coba telusuri frensternya. dan jreeeeng… inilah dia sekrinsyurnya :

 enon menado

haiyaaah… cantik juga Noni manado ternyata… :lol: atau hanya orang yang menyamar jadi orang manado… siapa yang tau…? bukankan data di frenster itu 68% adalah palesu?™ :mrgreen:

Naaah… barusan…barusaaan… aja, pas saya mau posting tentang 8 resolusi, untuk memenuhi hasrat nyuruh apdet para fans yang kangen saya, ada alert imel masuk lagi.

Hai, ko email 9w ngga dibalas sicH? 9w serius loch ngajakin elo ML. kalo elo ngga ngerti ML, ML itu bercinta, ngesex. 9w tertarik ama elo. bales donk!pliz ya ngga pakai lama. friendster 9w ko blm di add sich? 9w tau ko, elo tu ada bakat lesbong. elo tomboy, elo seksi, elo kuat. balas ya? muahmuahmuah

buset!
ini nih…sekrinsyurnya…

imel from cewek

siapapun dia, mesti dia kenal sama saya. buktinya, dia tau kalo saya tomboy dan seksi. :lol: :mrgreen: atau kalo nggak gitu, paling ya blogger bloger iseng yang nyari kegiatannya dengan ngisengin orang. bakat lesbong? :shock: buset! :eek: ada ya, bakat kayak gitu? wah… entar ada Akademi Lesbong endonesa donk… :lol:
halah… makin ngga jelas… halah, biasanya kan emang ngga jelas

dia salah ngimel saya saat itu? enggak…malahan bagus, bisa buat bahan posting. :D
saya salah masang imelnya dia terang terangan? ya enggak donk. biarin aja. ini sebagai bayaran dia udah bilang kalo saya ada bakat lesbong. enak aja. kalo dia emang orang beneran, semoga Allah memerikan pencerahan padanya *berdoa dengan khusyuk*, namun, jika dia hanyalah makhluk iseng semata, semoga Mas Tito berkenan menendang pantat dan meninggalkan sepatunya menancap di duburnya :mrgreen: *hiiiy… jijay*
dan jika dia adalah pencari popularitas semata, puwas ? udah saya posting di blog saya yang keren ini?hah? hah? hah? itu kan tujuan Anda? :cool:
*memandang dengan nista*

siapapun yang berminat, mungkin bisa njapri si Sisca atau siapapun itu. dan saya sarankan, cowok saja ya, yang cewek jangan…

Ah, semoga Allah memberikan pencerahan padamu, Sisca, Ndaru, atau siapapunlah kamu… *masih berasa mungkin Ndaru pelakunya*
udah kumaafin kok… *sok bijaksana :cool: *

Dan melalui postingan ini, saya nyatakan bahwa Saya, gadis pendiam dan anggun serta sejahtera bernama Siwi Piranti Rahayu Wahdyannoor wannabe, adalah cewek aseli dan sama sekali tidak tertarik untuk menjalin hubungan seksuwal dengan cewek manapun. Saat ini saya berstatus sebagai pacar dari seorang ganteng, gagah serta sekse :mrgreen: *perut sakit* bernama Farid, yang sudah cukup untuk saya.

Edan!

Kemaren (4 Desember 07) pas saya nyangkruk seperti biasa di warkop Mas Budi, ada berita dari koran Jawa Pos yang lumayan menggoda mata saya untuk membacanya lebih jauh.

Berita di bagian Jawa Pos itu membahas tentang Tren Pesta Nikah Antar TKW di Hongkong.
antar TKW ? :shock:
sejenak saya melupakan es Teh dan gorengan, demi mengkhusyukkan diri membaca kata demi kata di koran kebanggaan warga jawa timur tersebut.
========================================
Berikut kutipan dari berita tersebut (Dari jawapos.com edisi 5 Desember 2007)

Rabu, 05 Des 2007,
Tren ”Pesta Nikah” Antar-TKW di Hongkong (2-Habis)
Deklarasi Pertunangan di Bilik Karaoke Red Box
Tidak semua TKW melanjutkan hubungan sejenis mereka ke jenjang “pernikahan”. Bahkan, ada yang menolak terikat dalam “pertunangan” sekalipun. Mereka sadar bahwa suatu saat mereka akan pulang dan bertemu dengan anak dan suami di rumah. Berikut lanjutan laporan DWI SHINTIA IRIANTI.
———–
SELAIN Tai Po, ada beberapa tempat lain yang kerap digunakan pasangan tenaga kerja wanita (TKW) untuk melangsungkan pesta “pernikahan”. Biasanya, tempat-tempat itu tidak jauh dari Victoria Park, lokasi mangkal mereka saat libur bekerja.

Red Box Karaoke di Jalan Great George, Causeway Bay, adalah salah satu pilihan favorit. Berdiri tepat di depan Victoria Park, tempat dugem itu terletak di lantai sembilan gedung yang juga markas butik dan pertokoan tersebut.

Tidak berbeda dengan tempat karaoke di Indonesia, Red Box mempunyai bilik-bilik bernyanyi yang bisa disewa per jam. Setelah enam hari penat bekerja di tempat tinggal majikan, ruang-ruang dengan lampu temaram itu jadi tempat yang nyaman dengan pasangan.

“Bila pas hari libur, kami bisa sewa tempat seharian. Mulai pukul 12.00 sampai 17.00,” kata Winda, wanita buruh migran asal Brebes, Jawa Tengah.

Tempat karaoke disukai karena tertutup sehingga bisa menjaga privasi mereka. Tidak jarang, bilik karaoke itu juga menjadi tempat “deklarasi” pasangan sejenis itu kepada teman-teman.

Kalau di Tai Po “ikatan hubungan” sejenis itu “dideklarasikan” dengan prosesi ijab kabul layaknya di kantor urusan agama (KUA), bahkan ritual-ritual pernikahan lain seperti di tanah air, di rumah karaoke acaranya agak beda. Tempat seperti di Red Box itu sering dipakai untuk pesta “pertunangan”. Suasananya pun tidak formal, tapi lebih fun.

Bila berniat menghelat pesta di tempat karaoke, sang pengundang bertanggung jawab untuk membayar tagihan berkisar HKD 3.000 (sekitar Rp 3,6 juta).

“Karena hanya pertunangan, jadi enggak ada penghulu-penghuluan. Hanya tukar cincin, dilanjutkan dengan pesta bersama teman-teman,” kata Winda yang mengaku sudah “bertunangan” dengan wanita sesama TKW.

Selain di Red Box, diskotek-diskotek yang tersebar di kawasan Wan Chai juga kerap menjadi tempat kongkow wanita pencinta sesama jenis untuk bertemu. Seperti yang disaksikan Jawa Pos saat masuk salah satu diskotek di sana, malam itu (28/11), meski bukan hari libur, diskotek di Hennessy Road tersebut penuh dengan buruh migran yang bertampang Indonesia.

Untuk masuk ke tempat itu, pengunjung harus membayar HKD 40 (sekitar Rp 48 ribu). “Di sini memang salah satu tempat kumpulnya TKI lesbian di Hongkong,” kata Yulia Mulyani, buruh migran Indonesia yang menemani Jawa Pos.

Pernyataan perempuan yang hari itu sedang libur tersebut memang benar. Semakin malam, pengunjung yang berpasangan sesama jenis makin memenuhi ruang yang ingar-bingar dengan musik disko itu. Gaya mereka mudah dikenali. Umumnya berambut cepak dan berdandan ala lelaki. Namun, ada juga yang bergaya perempuan biasa. “Tidak semua kaum lesbian bergaya seperti lelaki,” tutur Yulia.

Ada banyak alasan mengapa hubungan sesama jenis terjadi di kalangan TKW di bekas koloni Inggris itu. Ganik, janda berumur 33 tahun yang sudah hampir satu dekade mencari peruntungan di Hongkong, mengaku pernah menikah dengan lelaki berkewarganegaraan Singapura. “Sebelum di sini, saya bekerja di Singapura,” katanya.

Menghabiskan enam tahun sejak 1987 di negeri pulau itu, pernikahan Ganik hanya seumur jagung. “Entah mengapa, lama-lama rasanya hampa hidup bersama suami. Padahal, mantan suami saya itu tipe orang yang romantis,” ujarnya.

Dengan alasan itu, Ganik pun memutuskan untuk bercerai dari suaminya dan pulang ke tanah air. Hanya bertahan tiga tahun, pada 1996, perempuan lulusan SMP itu kemudian jadi TKW di Hongkong. Di situlah, Ganik menemukan cinta meski berasal dari sesama jenis.

“Sampai saat ini, sudah dua kali saya ganti pasangan. Yang pertama bertahan empat tahun dan dengan yang terakhir ini sudah jalan tiga tahun,” sambungnya.

Menurut Ganik, sejatinya tidak ada perbedaan mencolok antara menjalin hubungan dengan lelaki dan perempuan. “Selain fisik, semuanya sama saja. Ada berantemnya, ada baikannya. Sama sajalah,” katanya.
Tidak semua TKW setuju dengan hubungan sejenis itu. Yuliani Senari, salah seorang aktivis Asosiasi Tenaga Kerja Hongkong, mengaku tidak bisa menutup mata terhadap adanya sebagian kecil TKW yang terperangkap dalam hubungan cinta sejenis.

Meski sebagian TKI di Hongkong menganggap hal itu urusan pribadi, Yuliani menyatakan hal itu bisa mengganggu citra mereka. “Bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk keluarga TKI lain yang tidak mengerti, fenomena itu bisa mencemaskan mereka,” kata perempuan yang akrab dipanggil Yani tersebut.

Beberapa pasangan TKW sadar hubungan intim mereka di Hongkong hanyalah sementara. Karena itu, untuk melangkah sampai ke “pertunangan”, apalagi “menikah”, mereka masih pikir-pikir. Sebab, suatu saat mereka akan pulang ke tanah air, tempat anak dan suami menunggu.

“Saya memang mencintai sesama. Tetapi, ’menikah’ seperti itu jauh dari bayangan saya,” kata Semi Aprilia, buruh migran berumur 26 tahun asal Magetan, Jawa Timur, yang sudah delapan tahun di Hongkong.

Mengenakan rok cekak yang dipadankan dengan baju kaus tanpa lengan dan berjaket jins, Semi mengaku sudah punya pacar perempuan. “Tetapi, saya tidak mau ’menikah’ seperti teman-teman itu. Kasihan keluarga di rumah,” kata Semi saat ditemui di toko majikan yang berada di kawasan Mong Kok.

Menurut perempuan berambut panjang yang memiliki anting di hidung itu, meski jauh dari rumah, informasi mengenai kegiatan TKI mudah menyebar ke kampung halaman. “Yang saya lakukan hanya kesenangan belaka. Untuk menghibur diri bila capek kerja,” ujarnya. (el)

================================================
Panjang ya? *ini kutipan hari ini lho, yang kemaren nyari di jp.com ga ada. ampuuun*

Saya terpekur membaca. Sedetik kemudian tersadar, yaolo… ini kelakuan bangsaku juga.
Cewek sesama cewek- pacaran- sampe nikah. Sudah sedemikian bejat-nyakah dunia?
*menghela nafas*

Gaya hidup lesbian di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Konon, mereka ‘tertular’ gaya hidup buruh migran asal Filiphina yang ‘dituduh’ lebih dahulu membawa virus lesbi tersebut. Didukung dengan kultur setempat yang tidak mempedulikan hubungan apapun serta minimnya kaum laki laki, sepertinya semakin mempersubur jumlah pasangan lesbian, dan bukan sekedar pasangan pacaran saja, banyak dari mereka yang ‘mengesahkan’ hubungannya melalui ikatan pernikahan. Tantunya bukan pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan ‘beneran’, pernikahan disini lebih berfungsi sebagai deklarasi bahwa pasangan tersebut sudah resmi menjadi ‘suamiistri‘.
Dan jangan heran ketika mengetahui bahwa mereka yang ‘menikah’ itu sudah memiliki keluarga di tanah air. Bahkan, sebagian mengaku didukung oleh sang suami dan semakin menyedihkan ketika disebutkan disitu bahwa pernikahan mereka direstui sepenuhnya oleh Sang suami, dengan alasan :Suami mereka lebih rela istrinya berpacaran dengan wanita daripada pria. Pola pikir macam apaaaaa ini?
*geleng geleng*

===============================================

tulisan ini belum selesai. akan segera diapdet begitu penulis ada waktu… hohoho…

Baca juga :

1. Cenderawasih Post
2. Janji di toko abadi

sekrinsyur :

ini cewek smua lho…

ODHA ala Pramuka?

Peringatan Hari AIDS yang jatuh pada hari ini, 1 Desember 2007, diperingati dengan macam macam aktivitas. Dari yang diem dieman (maksudnya renungan) sampai aksi simpatik oleh berbagai kalangan. Kami, dari Pramuka ITS, memilih memperingatinya dengan sedikit berbeda. Sedikit bedanya dimana? selain talk show yang sepertinya sudah umum, kami juga mengadakan kegiatan ODHA. Lho kok? ehehe… ODHA yang dimaksud disini outbound bersama perwakilan mahasiswa tiap jurusan di ITS dalam rangka memperingati hari AIDS gitu. maksa ya? biarin!
Saya nggak membahas outboundnya yang berlangsung seru sekaligus melelahkan itu. Juga nggak akan membahas betapa trainer – trainernya (yang juga anggota Pramuka ITS sekaligus teman saya sehari hari) ganteng ganteng atau tidak. Bukan itu. Namun ada kata kata yang meyolok mata saya. Dua baris kata penuh makna ini terpampang pada spanduk dan kaos yang dikenakan para Trainer.

-PENERIMAAN SEUTUHNYA ADALAH HARAPAN MEREKA-
JANGAN JAUHI ODHA HANYA KARENA MEREKA BERBEDA

ah ya, penerimaan seutuhnya? sounds simple… bisakah kita? itulah PR kita selanjutnya ;)
dan mengutip kata kata teman saya : “selamat hari AIDS! bukan karena kita bangga, tapi karena kita peduli, semoga lingkungan kita bebas dari AIDS”

1.
si Emus™
2. Mba Ira si Itik yang Gak Gedhe Gedhe
3. Pak Gempur Sang Guru Penyebar Candu :lol:
4. Si Miss Komen Chikachu
5. Mas Yuki di TPC
6. The Caplang
7. Mba Gita Aprikot
8. Kata si Almas
9. Menurut Om Fertob eh Om Phyrro :mrgreen:
10. kata mas Adith aka suandana
11. Antokondom™
12. Kata Mbak Raraah ya, itu dulu saya kira… jangan lupa lihat ini ya… :mrgreen:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.