Cerita Dua Babak

Babak Pertama : Kepahlawanan

Lokasi : sebuah Bank milik pemerintah, yang ternyata belum online semuanya, hingga untuk transfer ke cabangnya yang ada di desa, perlu waktu 3 hari!
waktu : siang hari nan panas
Review kejadian :

Suasana sesak dan panas di dalam ruangan ber AC itu membuat orang orang yang berada di dalamnya menjadi lebih gampang marah. Apalagi ternyata kursi yang ada di dalam ruangan yang tersedia tidak cukup menampung orang orang yang mengantri disana.
Pada saat itu, seorang gadis nan anggun, terjebak dalam bank aneh tersebut bersama temannya. Suasana kian panas dan riuh ketika seorang ibu membawa serta anak laki laki yang ditaksir berusia sekitar 5 tahun.
Dari wajahnya saja, bocah tersebut sudah terlihat tanda tanda kebadungannya. Wajah yang mengundang siapapun untuk dengan sukacitamenendang atau sekedar melayangkan pukulan padanya.
Ditambah dengan suara tiupan peluit yang keras terdengar berulang ulang, serta mobilitasnya yang berlebihan (baca:lari lari) membuat orang orang sekitarnya gerah.
Dan hal ini dirasakan betul oleh sang gadis anggun yang memang gemas sejak awal. Rupanya sang gadis tidak mengingat masa lalunya yang bisa jadi, jauh lebih hiperaktif dari bocah tadi.
Dan sang gadis anggun semakin gemas saat anak kecil ini berkata dengan sangat tidak sopannya kepada seorang Bapak.

“Matamu!” ujar bocah tadi dengan tambahan mata melotot pada Bapak di sebelahnya.Bapak yang dimaksud memilih cuek.
sang gadis anggun geram. tapi dalam hatinya berkata : ‘ah, mungkin anak ini sedang belajar anatomi’
Tapi, semakin lama, kata kata anak kecil ini kurang ajar juga, bukan sekedar belajar tentang anatomi, tapi juga bahasa bahasa  reproduksi -hal yang terlalu dini dipelajari anak seusianya-.
Dan sepertinya, Ibunya juga tidak mengingatkannya. Ibunya terlalu sibuk dengan handphone di tangannya, sepertinya lho…
Si bocah kembali pada kegemaran awalnya : beredar diantara orang orang yang antre dengan wajah wajah bete. sambil meniup peluit yang memakakkan telinga.
Sebuah ide yang cemerlang melintas dalam kepala sang gadis anggun. segera saja, diselonjorkan kaki kanannya, tepat ketika si bocah akan melewati ruas kursi dekat tempatnya duduk.
Dan segera menarik kembali kakinya, lantas kembali duduk dengan anggun saat si Bocah jatuh terjerembab, karena tersandung kaki Sang Gadis anggun tadi.
Bocah tadi memandang sekilas pada Sang Gadis anggun, lantas ke pangkuan Ibunya. Mobilitasnya berkurang, dan mulutnya tidak lagi mengeluarkan anatomi tubuh, binatang, ataupun elemen reproduksi.
sang gadis anggun tersenyum simpul jangkar, dan dalam hatinya tertawa jahat berteriak “rasain”

Babak Kedua : Kebersihan
Lokasi : angkutan umum yang sepertinya lebih layak disebut sebagai kaleng bekas dan berkarat yang berbentuk mobil.
waktu : siang hari dan panas juga
Review Kejadian :

sang gadis anggu lagi iseng pingin naek kendaraan umum dan sedang ndak mood ngerepotin tukang ojeknya. Sayangnya, sepertinya dia salah naek angkutan.
Sudah sopirnya ndak ramah, suka ngerem dan berenti mendadak (yaelah chiw, kalo ga gitu, bukan angkot namanya!), dan kebetulan di dalam angkot ini ndak ada makhluk lain yang ramah.
Yang ada cuma 2 cewek berseragam SMP yang judes judes dan seorang Ibu yang bibirnya kalo monyong, mungkin bisa sampe lima sentimeter(Sayangnya, saat itu Sang gadis anggun tidak membawa penggaris atau jangka sorong untuk mengukurnya) serta sang Gadis anggun sendiri.
Pokoknya, disitu ndak ada yang semacam Christian Sugiono gitu deh! :mrgreen:  *ngarep.com*
Tiba tiba, salah satu dari cewek berseragam SMP (yang sedari tadi asik makan makanan -mungkin batagor– dan es teh yang dibungkus pelastik) itu membuang plastik pembungkusnya dengan semena mena kepinggir jalan.
dalam hati, sang gadis membatin “udah nggak cakep, maen buang sampah sembarangan lagi! bener bener nggak asik!”
sang gadis anggun geram dan merasa harus segara bertindak, ndak kayak pahlawan pahlawan yang selalu datang terlambat itu.
“Pak, Stop Pak”
membayar angkot, lantas turun dari angkot, memungut sampah dari makhluk makhluk jutek yang sama sekali nggak manis itu.
tanpa disangka, beberapa meter kemudian, angkot itu berhenti lagi, dan 2 cewek berseragam SMP itu turun. Lantas berjalan mendekati sang gadis.
“Ngapain sih, diambil segala? itu kan cuma sampah” ujarcewek smp itu marah marah.
dengan wajah yang anggun dan teduh seperti biasanya… sang gadis menyahut “Lho? memangnya saya salah, kalo saya buang sampah ini pada tempatnya? meskipun cuma dua bungkus plastik kecil ini?”
“Ngapain turun angkot segala? cuma untuk mungut sampah gak guna itu?”
“itu urusan saya. ngapain sampeyan nanya”
dengan wajah yang merah padam menahan marah… cewek SMP tadi mengambil plastiknya dari tong sampah, dan membuangnya lagi ke jalan, lantas menginjak injaknya.
“Sudah puas?” tanya sang gadis anggun pada anak SMP itu
“Salah apa sampahnya?” tanya sang gadis anggun lagi, lantas ngeloyor pergi sambil tersenyum 😎 . Lagi lagi senyum puas, tapi kali ini tidak diiringi kata “Rasain”. 🙂

Anang and the BackBoneGround

Akhir – akhir ini, blogsphere bagian Jogja terdengar sibuk sekali ,  terutama sejak dimunculkannya wiki wikian untuk Cahandong,
tempat mereka bernaung dibawah pimpinan yang mulia Jenjengiyah. Apa hal yang kira kira menyibukkan mereka? Tak lain dan tak bukan adalah adanya fenomena kekaguman berlebihan terhadap salah seorang Selebblog pujaan kita semua *sembah sujud hamba untuk beliau yang rahmatan lil blogosphere* , siapa lagi kalau bukan Sang Anang

Dari mulai membuat profile di wiki, sampai dengan Mas Momon yang bereksperimen membayangkan anak hasil gabungan Dian Sastro dan Sang Anangsendiri, Sampai dengan Angki yang kebingungan karena Sang Anang meminta nomor hengpunnya. Ups…sorry…yang terakhir ini dari Surabaya deng… 😛 kebetulan saya dan Angki jadi duta Cahandong untuk Tanah Suci Surabaya… *lihat ini deh*

dan, ternyata, ndak hanya Cahandong yang rela menyiapkan apapun demi memuja Sang Nabi… Saya dan Angki, sebagai duta CahAndong untuk Tanah Suci Surabaya, merasa perlu untuk turut serta memuja beliau.

Tentunya anda sekalian sudah pernah mendengar lagu “Sempurna” yang dibawakan Andra & The BackBone ?
yap! lagu easy listening tersebut sempat booming, meski ndak sebooming lagu Kucing Garong 😀
Lirik sebenernya bisa anda sekalian lihat disini…
namun, demi menghormati Falsafah beliau yang Berbunyi

“Anang adalah Anang’ku’ bukan Anang’mu’ atau Anang-nya mereka”, maka tanpa bermaksud menodai lagu punya kang Andra & the backbone, saya tambahi lirik tersebut…

Sempurena – Anang and the BackGround

Kau begitu sempurna
Di mataku bukan matamu atau matanya mereka kau begitu indah
Kau membuat diriku bukan dirimu atau dirinya mereka akan slalu memujamu
Di setiap langkahku bukan langkahmu atau langkahnya mereka
Ku kan slalu memikirkan dirimu

Tak bisa ku bayangkan hidupku bukan hidupmu atau hidupnya mereka tanpa cintamu
*Janganlah kau tinggalkan diriku bukan dirimu atau dirinya mereka
Tak kan mampu menghadapi semua,
hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku bukan darahku atau darahnya mereka
Kau adalah jantungku bukan jantungku atau jantungnya mereka
Kau adalah hidupku bukan hidupku atau hidupnya mereka, lengkapi diriku bukan dirimu atau dirinya mereka
oh sayangku bukan sayangmu atau sayangnya mereka kau begitu,

sempurena….

Kau genggam tanganku bukan tanganmu atau tangannya mereka
saat diriku bukan dirimu atau dirinya mereka lemah dan terjatuh
kau bisikan kata yang hapus semua sesalku bukan sesalmu atau sesalnya mereka

sudah selesai menyanyikan? silakan dinilai sendiri…
semakin easy listening ataukah??? 🙄
ah, saya mengharap saran dari anda semua. siapalah saya disini…

*menjura dalam dalam*

PENTING!

1. Saya ndak berusaha mati, membunuh diri sendiri, atau merasa terusik dengan BOTD wordpress yang suck menurut beberapa blogger itu. Saya pribadi tidak merasa terganggu dengan kehadiran blog blog maupun postingan aneh di wordpress akhir akhir ini, terutama judul judul -yang memancing orang yang gampang terpancing- itu. Ya silakan saja, bikin judul / postingan yang jumpalitan kek, yang hot hot sampek kipas angin harus nyala semua kek, yang ngasi pengumuman CPNS, penerimaan pembantu atau apapunlah.
Hukum karma itu berlaku, kok… *apa maksutnya sih?*

2. Saya juga ndak kelebihan duwit berjuta juta rupiah sehingga menghambur hamburkan uang buat membeli domain dan hosting hanya untuk menampung tulisan super tidak bermutu saya di blog ini. jauh lebih bijak apabila uang tersebut saya berikan kepada mereka yang membutuhkan -lha?saya juga termasuk yang membutuhkan uang lho…maksute?-

3. Saya ndak mau ikut ikutan blogger yang lain pindah dari blog geratisan wotpress karena spacenya ndak cukup lagi… lhawong sekarang aja kalo ndak salah 3 giga… itu udah cukup buat saya, jauh lebih dari cukup buat sekadar nyampah. Eiya… jangan salah ya… nyampah itu tindakan yang berbudi juga lho! kalo ndak nyampah, tukang tukang pemungut sampah itu ndak akan dapet kerjaan… yaaa… masak harus jadi gigolo… 😆
:mrgreen:

4. OOT & Ndak nyambung.
buat saya, ndak ada blog yang isinya gak bermutu hanya karena di dalamnya tidak memuat sharing teknologi, membahas agama, atau kepedulian sosial maupun kritik terhadap pemerintah.
sak jelek jeleknya yang punya blog, menurut saya…yang paling penting adalah pembacanya, bisa ndak, nyari manfaat dari situ.
Bahkan dari blog yang isinya pisuhan atau provokasi thok aja, kita bisa ngambil pelajaran dari situ. Jadi, jangan pernah remehkan blogger yang suka curehat. Anda akan butuh itu suatu hari nanti…
hohoho…. 😎

akhirnya… tibalah saatnya…
*mata berkaca kaca*

saya perkenalkan …

*hening sejenak*
*terdengar langkah kaki*
*tersibaklah tirai dan muncul sebuah cahaya silau keperakan*

Jangan Klik disini!

Juga jangan disini!

tapi… disini saja ya….

:mrgreen:

dan PENGUMUMAN!

saya, Siwi Piranti Rahayu, blogger imudz menggemaskan, feminim, anggun, dan sejahtera, menyatakan bahwa Blog https://chiw.wordpress.com tidak ditutup! ini tetaplah rumah saya yang nyaman dan aman, rumah yang lain tadi, ibaratnya rumah peristirahatan aja kok… Saya hanya memanfaatkan fasilitas domain dan hosting geratisan dari Ahlul yang naksir saya dan tanpa dirayu telah rela dengan sepenuh hati dan jiwanya memberikan geratisan tersebut. Bukankah sayang kalo hadiah itu tidak dimanfaatkan? 😉

Akhirnya, saya ucapkan terimakasih masih setia stay tune dengan saya… 😎

*membungkuk dalam dalam*

*menebar ciuman ke seluruh penjuru nusantara*