Lucy part one

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Sabtu, 22 Nopember 2008. Sebelum pertandingan Arema vs Persibo

Saya sedang di Warkop Horor, warkop milik teman saya kala itu. Ketika dari kejauhan, di bawah rintik gerimis Kota Kepanjen, tampak sesosok wanita berpayung, berjalan ke arah jalan raya, dengan hotpants-nya yang sangat gaya.
Dari cara berjalannya, saya merasa mengenalnya!

Saya putuskan untuk melambaikan tangan. Dia semakin mendekat. Saya lambaikan tangan lagi, kali ini dia melihat saya dan lansung berteriak histeris genit “Mbak Siiiiiiiiiiiwww” sambil menghampiri saya di warung kopi. Tidak salah lagi! dia itu Syaiful! adik kelas saya di SMA. Ups, bukan! Dia bukan Syaiful lagi! Dia sekarang populer dengan sebutan Lucy. L – U – C -Y!

Saya pandangi dia. Rambutnya panjang alami, bukan wig atau hasil hair extension!

Kaos lengan pendek menempel ketat di badannya. Hotpansnya cuma menutup beberapa puluh senti di atas lutut. Duduknya anggun. Saya aja ndak seanggun itu. Bibirnya seksi, terbentuk. Dipoles lipstik warna soft pink, Lucy sudah nyaris tak ada bedanya dengan wanita kebanyakan. Malah saya yang merasa aneh. Jangan jangan, saya yang lelaki!

Mengobrollah kami seperti dahulu. Ipul, eh Lucy, masih belum berubah. Masih tetap blak blakan, bicara tanpa tedeng aling aling, sama seperti saya. Cuman, kalo sama Lucy, saya yang agak hati hati bicara.
Beberapa pengalaman nggak enak membuwat saya lebih hati hati bicara sama siapapun. Saya lebih banyak bertanya saat itu. Jelas saja, meski gejala feminim Ipul ini sudah tampak sejak saat saya mengenalnya, saya tidak menyangka bakalan sampe kayak gini.

Siw : Kerja dimana sekarang Pul?
Lucy : ya disini ini mbak… mbalon… prostitusi
Siw : legal ndak? terorganisir ndak?
Lucy : ya liar kayak gini wes…bekerja dewe dewe
Siw : Lha kamu disini sendirian gitu?
Lucy : enggak Mbak. ya disini banyak temennya. Sesama banci gitu deh…
Siw : Ho…ngekost yak disini?
Lucy : iya. Nyewa bedak di pasar. Setahunnya 1 juta.
Siw : Pelanggannya gitu, orang mana?
Lucy : ya macem macem mbak… ada yang dari sini sini aja. ada yang dari luar. banyak lah. Sampeyan mau tah, lihat ini? ada foto ada video Lho…
Siw : vidio aja deh…
Lucy : tapi ada penisnya lho…gapapa tah?
Siw : ya gapapa. emangnya kenapa ? *dalam hati aslinya ragu*

Saya menerima hengpon nokiyem seri entah berapa ituh, dan ditunjukkan beberapa vidio bikinan Lucy dan pasangannya.
Siw : buwat apa toh mbikin video kayak gini?
Lucy : ya buwat dokumentasi toh Mbaaaak… *sambil mengibaskan rambut*
Siw : Lha mereka ndak keberatan gitu, direkam kayak gini?
Lucy : sebagian besar ya keberatan… tapi biasanya aku pura pura bikin foto gitu. Aslinya video. *sambil ngakak genit* Tapi ya nggak semua tak rekam lho Mbak… khusus yang cakep cakep aja sih…

Siw : *masih mengamati ponsel dengan heran dan takjub -halah-* Pelangganmu ganteng ganteng kayak gini sebagian besar lelaki normal ato gimana Lus?
Lucy : sebagian besar mereka normal Mbak… cuman ya ada yang seneng mainin penisku, ada juga yang maunya cuman dioral, ada yang sekalian mintak disodomi.
Siw : kamu selalu jadi ceweknya gitu?
Lucy : yo mesti lah Mbak… dan meskipun penampilan kita kayak cewek, kalo kelakuan kita ndak cewek, mereka bisa ilfil juga. Jadinya ya, kita harus bersikap kayak cewek cewek beneran gitu…
Siw : ooow… pelangganmu sehari gitu sampek berapa?
Lucy : ndak mesti Mbak… soale disini kan ndak sendiri. Ada banci banci yang laen juga. Pelanggan jugak milih. kalo cocok, ya lansung pakek…
Siw : *manggut manggut takjub sambil tetep mantengin pidio* Soal pentarifan, kamu masang tarif berapa gitu, sekali maen? *buset!saya kayak mami mami aja*
Lucy : beragam mbak. tergantung. Antara 5 ribu sampek 150 ribu rupiyah bergantung sama pelanggan. semakin aku suka orangnya, semakin takasimura… *sambil memelintir rambutnya*

gerimis belum berhenti. Kepanjen semakin dingin. saya dan Lucy larut dalam pembicaraan yang semakin menghangat.

bersambung…*ala senetron2 endonesyah*

betewe, ini fotonya si Lucy

lucy

saya, masihkah manusia?

Ternyata…
saya ini tak berperasaan
Ternyata…
saya ini nyaris tak pernah memikirkan perasaan orang lain
Ternyata…
saya ini selalu ingin menang sendiri
Ternyata…
saya ini orang yang sangat tidak peka
Ternyata…
saya ini keras kepala
Ternyata…
saya ini susah menerima pendapat orang lain
Ternyata…
saya ini hanya mengecewakan orang lain
Ternyata…
saya ini hanya tukang bikin sakit hati orang
Ternyata…
saya ini hanya tukang suruh suruh orang
Ternyata…
saya ini hanya pecinta yang tak bisa mencintai
Ternyata…
saya ini hanya penyayang yang tak tau cara menyayangi itu sendiri
Ternyata…
saya nyaris tak pernah memikirkan keinginan orang tercinta saya
Ternyata…
saya baru tau bahwa dia menyayangi saya, lebih dari yang saya tahu
Ternyata…
saya juga baru menyadari bahwa saya : SANGAT MENYAYANGINYA

saya kira, kepala saya terbuat dari batu
saya kira, hati saya terbuat dari kayu

masihkah saya bisa disebut manusia?

ps. untuk seseorang,
forgive me for all the things ive done.
Never mean to hurt you, honey.
I just…Love u so much