Kampus Idaman? seperti apa sih?

Apa yang terbersit di benak anda ketika pertama kali mendengar kata kuliah? Biasa saja? Ah, saya kira tidak. Buat orang desa seperti saya, kuliah adalah kalimat sakti! Kata2 keramat yang bisa menaikkan derajat anda beberapa senti lebih tinggi, serta menjadi lirikan para calon mertua dan suami. Ibaratnya, masa depan yang indah itu tak terlalu susah untuk diraih (definisi masa depan indah adalah gampang cari suami/istri. hahaha! naif)

gambar dari oom Google.com

Apa kuliah saja cukup? Buat sebagian orang mungkin. Tapi bagi sebagian besar lainnya, yang namanya kuliah di kampus ngetop, kampus favorit, tetep jadi embel embel yang tak kalah pentingnya. Mari kita simak dialog berikut :

“Eh, tau nggak sih, si Siwi itu lhooo kuliahnya di kampus favorit”
“eh masa sih??? Siwi anaknya pak Iksan ituuu?”
“iya, yang anaknya sejak dulu emang pinter itu lhooo. dia kuliah di ITS! keren nggak siiih” (sidang pembaca sekalian dilarang protes yaaa)

dan andapun bisa sedikit menegakkan kepala karenanya. Kenapa sedikit? Karena eh karena… Ternyataaa… Kenyataan memang seringkali berlawanan dengan keinginan. Kehidupan kuliah tak seindah yang dibayangkan.
Bahkan di kampus yang dikatakan favorit. Ha! Tentu saja tidak!

Kenapa bisa tidak menyenangkan?

berikut beberapa jawabannya :
1. Ah ini tidak fair! Saya mati matian meraihnya, ternyata hanya gitu gitu aja di kampus! (responden A, tidak mau disebut namanya)
2. Saya kira saya bakalan mendapatkan sesuatu yg benar2 baru di kampus ini selain jas almamater yg dipakai setahun sekali itu! (responden B, juga tak mau disebut namanya)
3. Mbosenin. kalo nggak terpaksa gara gara bayarnya mahal, mending jualan es tebu deh (responden C)
4. Capek cari referensi. Bukunya kebanyakan bahasa inggris dan harus ke perpustakaan. Mana sempat? (responden D)

Lha? Kenapa bisa begitu? Apa yang salah? Kenapa bermain facebook (dan aktivitas online lainnya) bisa jauh lebih mengasyikkan daripada aktivitas kuliah? Apa fasilitas di kampus kurang? Apa biayanya kemahalan?apa apa apa apa??? mari kita kupas satu persatu, setajam… silet!

Hmmm… Pastinya masih banyak lagi pertanyaan donks… Nah… Untuk itu, mari mari kita diskusikan masalah ini bareng bareng, dengan kepala dingin (dan nempel tentunya).

Okkkkeeee lets start dari wawancara dengan beberapa narasumber (beberapa dari jawaban atas status saya di Facebook, tentang kondisi kampus idamannya. Yang seperti apa siiih, kampus idaman versi kalian itu?

Narasumber 1 : yang suasananya enak, pergaulan sehat, dan bersahabat, trus fasilitas pendidikan yang mantab.
Narasumber 2 : Jelas ceweknya kudu banyak, n seger seger (tolong dihiraukan, ini jelas mahasiswa dari jurusan minim cewek)
Narasumber 3 : Ruangannya adem, enak buat tidur, fasilitas lengkap, murah
Narasumber 4 : Kalo cari referensi tugas or bahan kuliah gampang, sering ada seminar juga biar update informasi n nambah sertifikat.
Narasumber 5 : Biayanya ndak mahal, fasilitas wifi yg gratis kenceng, lab lab difungsikan maksimal.
Narasumber 6 : fasilitas lengkap, dosennya juga berkualitas, and kurikulumnya juga ngikutin perkembangan zaman ( khusus buat IT).
Narasumber 7 : dosennya cakep cakep dan keren keren, gaul gak gaptek. masa jaman digital, masiiih ada ngandalkan papan tulis pakek kapur, terus materinya difoto kopi. nggak praktis.
Narasumber 8 : yang punya perpustakaan yang up to date, nyaman, plus ngasih wifi gratisan yang lancar jaya.
Narasumber 9 : parkir murah (gratis) tempatnya jauh dari kebisingan

oke oke, saya rasa cukup segitu dulu hasil survey ngawurnya. mari kita beranjak ke pembicaraan serius kali ini (ehem). Dan ini menurut pendapat saya, tidak terlalu nyambung dengan hasil survey, tapi beberapa berhubungan erat dan mesra.

1. Fasilitas.
Sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kondisi fasilitas di kampusnya. Entah ruang kuliah yang tidak nyaman, kamar mandi yang jorok, atau kelengkapan pendukung kuliah yang tidak representatif. Fasilitas lain? ada contoh neh… salah seorang teman saya bete, karena untuk parkir saja, mereka ditarik biaya keamanan! Hal ini jika tidak diperhatikan, tentu saja bisa membuat mahasiswa malas untuk ke kampus.

Sebagai mahasiswa, tentu nggak cuman kuliah saja aktivitasnya. Kegiatan ekstra kampus tentu sangat mendukung. Mengingat, setelah lulus nanti kita tidak melulu mengulang materi yang diberikan selama di ruang kelas. Mahasiswa, sebagai manusia juga perlu yang namanya bersosialisasi, belajar berorganisasi, menyalurkan bakat dan kesukaan. Selain menambah wawasan, kegiatan semacam ini tentunya bisa menjadi obat stress (atau malah nambahi stress😀 ), juga membantu menambah soft skill dan jaringan.

ada teman yang bilang, kampus itu enaknya ya kayak MALL. iya, MALL! dengan one stop education center. Mau cari buku, ya tinggal ke ‘bookstore’ alias perpus, dan bukunya tentunya harus lengkap dan up date. Mau makan, tinggal ke foodcourt. Foodcourtnya, ya tentu saja yang bersih, higienis, terjangkau, bebas pengamen, plus menunya beragam, kalo bisa menu dari sabang sampe merauke ada. hehe…
Mau presentasi, sediakan tempat seperti teater dengan peralatan audio video yang memadai. Hm… presentasi jadi makin asoooyyy.
Mau presentasi? ada taman segar dan hijau yang enak dipandang. ATM center harus ada juga donk! deket sama student center untuk pusat kegiatan mahasiswa. Ah… kampus surga banget!

Ah ya!
Salah satu fasilitas penting yang dianggap kurang memuaskan, tentu saja adalah kemudahan mendapatkan referensi untuk tugas mereka. Terutama untuk jurusan jurusan yang bukan ‘mainstream’. Jurusan saya, contohnya. Kuliah di teknik perkapalan itu lumayan menyiksa untuk cari referensi. Diktatnya sebagian besar masih diktat buku setebal gaban, yang nyarinya harus sabar membolak balik satu per satu. Adudududuuuh… ITU SANGAT TIDAK EFISIEN! Silakan memakai kata ‘melatih kesabaran’ anda buat sebagai pembenaran kalo anda tidak sepakat dengan saya. Tapi pleeeaseee… masih terlalu banyak hal yang bisa lakukan selain mbolak balik buku instead of ‘search’. Ada sih, beberapa referensi digital, tapi kebanyakan masih berbahasa inggris (buat beberapa nggak masalah, buat sebagian besar lain, masalah besar dan membuat mereka lebih nyaman memakai buku saja). Harus bolak balik ke perpus, buat beberapa orang sangat nggak efisien. Belum lagi jika koleksinya tidak up to date. oh boyyy… itu sangat menyiksa!
cari cari nggak dapet dapet juga , akhirnya putus asa dan stress!

Lantas bagaimana? namanya juga era digital… ha mbok ya menyesuaikan dengan kebutuhan era digital itu sendiri…
Komputer (dan internet, tentu saja) telah membantu kita, sangat sangat sangat membantu dalam banyak hal, termasuk juga mencari informasi dan referensi tugas, serta diktat, dengan penghematan waktu yang luar biasa! Digital library yang sudah diterapkan di beberapa kampus menjadi tempat jujugan yang asoy karena disana ada bermacam macam jurnal (entah lokal entah asing) yang bisa diundur gratis dan bebas disebar luaskan dengan mudah. Dengan adanya free digital library, dan dosen serta adminnya yang rajin mengunggah entah materi kuliah entah jurnal, maka mahasiswa tidak bisa lagi memakai alasan “cari referensinya susah” ketika tidak mengerjakan tugas.

Selain itu, faktor dosen juga berpengaruh besar lho. Dosen yang bisa menjadi sahabat untuk mahasiswanya, tentu lebih mudah dalam mentransfer ilmunya. Dosen adalah salah satu faktor terbesar kenapa mahasiswa bisa sampai terlelap selama kuliah, hingga penyerapan ilmunya kurang, ataupun gagal sama sekali. Memakai kalimat “lho, kalian kan sudah mahasiswa, kenapa bergantung pada dosen”, sangat nggak oke untuk jadi pembenaran atas hal ini.
lagi lagi, saya memakai istilah jaman digital. Jaman digital seperti ini, yang namanya dosen ya gak gahul kalo nggak punya akun di berbagai social networking. istilah lainnya : Nggak eksis. Hehe, jadi, tolong bapak bapak dosen, please deh, yang belum punya blog, twitter, facebook, buruan join ke komunitas digital itu, karena mahasiswa kalian banyak yang nongkrong disana. Percaya deh, kehadiran kalian itu bagaikan angin surga di tengah tengah banjirnya remaja alay dengan status bikin memble. Berbagi ilmu itu nggak melulu di dalam kelas n asistensi lho Pak… manfaatkan social networking untuk sharing ilmu njenengan. Biar ndak mahasiswanya aja yang bisa menikmati guyuran ilmu sampeyan.
(Fyi, beberapa waktu yang lalu saya juga sempat ‘meracuni’ dosen untuk ngeblog, dan beliau bersedia. yayyy!!!).

ada yang lain? nah! ini dia yang menurut saya pentiiing banget! Kampus itu harus mendukung mahasiswanya untuk giat berwirausaha! Biar ndak tergantung pada lowongan kerja dari perusahaan ini dan itu. Mahasiswa itu harus mandiri, rek! Sekalian, cari kerja dan kuliah, kenapa enggak? masa udah tua masih ngerepoting orang tua aja! (awas, jangan bilang “kewajiban orang tua itu mbak”, sumpah! prang seumur anda nggak pantes banget rasanya kalo bilang kayak gitu)
sering sering dong, yang namanya kampus itu bikin lomba, entah di bidang apapun. Bagaimanapun, yang namanya manusia sering mudah dipacu dengan rasa kompetisinya. Plus, hadiah, tentu saja. (contohnya ya, lomba blog yang diadakan Universitas Islam Indonesia ini).

oiya… coba liat ilustrasi berikut deh…

Ilustrasi 1 : Seorang dosen, mengelap keringatnya dengan sapu tangan lusuh dari saku celananya. Capek benar dia menerangkan teori tentang kekuatan konstruksi kapal kepada mahasiswanya yang juga tidak tampak mengerti dengan penjelasannya.

padahal dia menjelaskan sampai berbusa dan hampir marah karena tak seorangpun yang bisa menjawab pertanyaannya. Tak hanya berbusa, stok kapur tulis sudah habis, spidol pun telah pudar warnanya.

Malas, diapun mengakhiri jam pelajaran sebelum waktunya, dengan memberi tugas tentu saja. Tugas yang mahasiswanya tak pernah mengerti apakah tugas tersebut dikerjakannya dengan benar atau tidak

Mahasiswanya? sebagian bersorak, sebagian manyun. Manyun? dia tidak mengerti penjelasan dosennya, dan merasa tak punya waktu mengunjungi perpustakaannya yang koleksi bukunya jutaan tapi penataan katalognya kacau. Mahasiswa itu berfikir “Ah, buang buang waktu saja aku kesana. paling yang ada referensi tahun 1945. Daripada gitu sih mending aku kerja, dapet duit. Biaya kuliah makin lama makin mahal, kalo ga kerja, bisa bayar darimana coba? tugas? aaah… gampang. Mbacem punya teman saja dah” Mahasiswa tersebut langsung cabut, pulang ke kost. Tidak ada kegiatan menarik, tempatnya yang panas gersang dengan makanan dengan harga mahal dan tarif parkir yang gila gilaan membuatnya tak betah di kampus.

daaan… bandingkan dengan yang berikut ini!

Dosen tersebut umurnya diperkirakan 45 tahun, tampak dengan mata berbinar mendengarkan presentasi mahasiswanya, sesekali dia nimbrung pada diskusi yang kadang memanas, yak! mahasiswanya sedang memperdebatkan penjelasan tentang topik yang dia tugaskan pada kuliah minggu lalu. Sesekali juga, dia menjelaskan kenapa, apa dan bagaimana yang seharusnya, dengan berbagai referensi dalam bentuk pdf. Gaya menjelaskannya santai dan tak terkesan menggurui. Pun dia juga menerima pendapat mahasiswanya dengan tangan terbuka. Kuliah ditutup degan tepuk tangan. Dan sang Dosen memberikan tugas, untuk dibahas dalam presentasi di pertemuan berikutnya. “Terimakasih, mahasiswaku. Kalian luar biasa! Untuk tugas minggu depan, beberapa bahan referensi sudah saya upload di blog saya. Silakan tugas diupload sebelum hari Senin pukul 22.00, selasa pagi kita bertemu lagi, dengan diskusi yang lebih panas lagi.Presentan terbaik akan mendapatkan bingkisan kecil dari saya. Jika ada kesulitan dan perlu bantuan dalam mengerjakan tugas, silakan tanya lewat Facebook atau twitter, ym saya juga online dari pagi hingga sore. kalo pertanyaannya panjang, dikirim lewat email saja.”
Mahasiswanya bersemangat mengakhiri kuliah, lantas menuju taman asri dengan koneksi wifi super kencang dan gratis, untuk mengunduh konten tugas, dan ehm… skype-an sama pacar di kampus lainnya. yang tak punya laptop, cukup ke lab komputer terdekat, akses internet gratis dengan cukup menggesek Kartu Tanda Mahasiswa dan melewati pemindai sidik jari, siap dinikmati.
Dosen senang, kerjanya tak terlalu berat, mahasiswapun riang. Banyaknya seminar dan kegiatan ekstrakurikuler, serta simulasi kewirausahaan, membuat kehidupan kampus tetap berdenyut hingga malam hari.
Ditunjang dengan pelayanan di kampus yang satu atap, mengurus apapun mudah. Mengecek IP tiap semesterpun bisa melalui sms. What a dreaaam college!

Naaaahhh… hayo… yang menurut anda kampus idaman yang mana? yang kampus favorit yang mana? Jujur, ilustrasi kedua adalah kampus dalam imajinasi saya, semoga terwujud tidak lama lagi, semoga pendidikan kita makin maju, dengan semangat mahasiswanya mencari ilmu (tidak sekedar gelar lantas dipakai korupsi)

okey, kita sudah ngoceh berbusah busah, selanjutnya, mari kita rangkum, kriteria kampus idaman versi saya (dan beberapa teman di Facebook) tadi.
Kampus idaman/ Kampus Favorit itu, seharusnya :
1. Tempat kuliah yang bersih, memadai dan nyaman serta modern, dilengkapi taman untuk relaksasi (bukan pacaran lho ya!:mrgreen: ), tempat parkir aman dan terkelola dengan rapi.
2. Memiliki referensi yang lengkap, terkini, serta mudah dalam mengakses jurnal, diktat kuliah, terutama dalam bentuk digital. Dosen dianjurkan memiliki sebuah blog.
3. Banyak presentasi ataupun diskusi dengan materi yang up to date
4. Dosen harus kreatif, gaul dan mengikuti perkembangan teknologi (misal:memanfaatkan social media dalam berinteraksi dengan mahasiswanya). Juga bisa berperan sebagai partner yang bersahabat dengan mahasiswanya.
5. Akses internet gratis dan kencang. Baik wifi maupun sarana laboratorium komputer untuk akses gratis.
6. Materi kuliah dan kurikulum yang up to date
7. Sering diadakan seminar penunjang kuliah dan pelatihan kewirausahaan dengan mahasiswa sebagai Event Organizernya.
8. Pelayanan administrasi satu atap yang selain memudahkan pelayanan administratif, juga menghemat biaya operasional itu sendiri.

Hayooo… siapa yang ndak suka punya kampus seperti ini? oiya, satu pertanyaan saya untuk Universitas Islam Indonesia (penyelenggara Lomba Blog UII), apakah UII sudah siap (atau memang sudah sesuai) dengan beberapa tuntutan menjadi kampus idaman seperti yang sudah saya sebutkan?
semoga sudah ya… saya rasa, diawali dengan membuat lomba blog seperti ini, menunjukkan itikad baik untuk menjadi yang lebih baik dan lebih baik lagi, bukankah dunia terus berkembang? Mari sama sama jadikan pendidikan di negara kita, Indonesia, bisa sejajar dengan negara negara yang sudah maju terlebih dahulu. Yuk mariii…

postingan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog UII. Anda belum ikut? buruan ikut! Kalah menang, anda sudah berkontribusi dalam usaha memajukan pendidikan di Indonesia lho! Silakan sumbangkan komentar, baik setuju atau bertentangan, tidak masalah. toh, semua itu akan memperkaya kita. Ya ndak?

las but not least, doakan saya menang ya!

80 Komentar

  1. saya tunggu komentar anda sekalian, pro boleh, kontra juga boleh lho…

  2. pertamax….

    ngikuttt ahhh ^^

  3. weleh2, dari status kategori non-alay berbuah postingan. Yo wes, mudah2an menang lombanya. Tapi hadiahnya dibagi 2 ya?! he..he..

  4. @wong magelang
    aha, saya pake premium aja, kompresi mesin nya soale dibawah 9,1 : 1…

    @Zhugenk
    emang statusku onok sing alay po? *hajar sugenk*
    wikikikikik…. amiiin amiiin… kaosmu wae durung tak kirim😛

  5. cih, pertamaxnya udah diembat sendiri [-(

    Fasilitas okay, emang diperlukan. Tapi fasilitas berlebih juga bisa melenakan mahasiswa. Padahal di dunia kerja tekanannya akan jauh lebih besar dan itu harus dipersiapkan semenjak di bangku kuliah.

    Jadi fasilitas sih secukupnya aja, tapi yang lebih penting adalah gimana kampus membangun suasana yang bisa menantang mahasiswa untuk menimba ilmu yang nantinya diperlukan di dunia kerja. Diantaranya adalah dosen-dosen yang qualified di bidangnya masing-masing. Pengaturan kurikulum yang sesuai dengan kenyataan di dunia kerja dan seterusnya …

    • hm… seperti ini adalah komentar yang mewakili para Job-minded (berlawanan dengan saya yang entrepreneur minded:mrgreen: )

      menurutku, solusi banyak praktek perlu untuk melatih mahasiswa agar tau dunia kerja yang sesungguhnya. Tapi, yang namanya fasilitas tetep perlu, masa penyerapan ilmu, tanpa ditunjang fasilitas okay bakalan membuat ilmunya nggak terserap (lebay).

      saran yang bagus, semoga banyak yang membaca saran anda, tuan Galeshka, juga sebaiknya cantumkan URL anda, biar komentar anda tidak dibilang hoax…:mrgreen:

      • justru sebaliknya nyonya siwi, saya justru berangkat dari pemikiran seorang enterpreneur yang membutuhkan tenaga kerja yang ahli dan terdidik dan tidak perlu menjalani training yang terlalu panjang😛

        Fasilitas tentunya diperlukan, tapi menurut hemat saya tidaklah perlu sampai terlalu jor-joran juga. Adalah lebih penting menciptakan suasana yang mendorong mahasiswa untuk mencari ilmu daripada menggerojoki mereka dengan fasilitas.

        • begini lho kang mas, ahli dan terdidik plus tahan banting itu ndak melulu dihasilkan dari mahasiswa yg terbiasa ‘tahan banting’ selama masa kuliahnya.

          saya rasa, fasilitas yang saya sebutkan di atas juga ndak jor joran. Itu sebuah sarana yang wajar saja malah, cuman sayang jarang diperhatikan. Malah, fasilitas tersebut mendorong mahasiswanya untuk mempermudah dalam memahami entah tugas entah materi yang diberikan dosen.

          begitu…

  6. menarik sekali ulasannya?!
    hanya saja, saia melihat penulis seprtinya membentuk opini bahwa “MHasiswa adalah raja” ya? apa apanya minta dilayani.

    enx bangetttttt klo gitu

    • hahaha, keliatan gitu yah?😛
      ya kalopun memang begitu, ya nggak papa juga toh? ibaratnya kita ini kan pembeli, dan kampus (dalam hal ini terutama dosen ya) adalah penjual informasi dan ilmu. yah… sudah selayaknya penjual melayani pembeli lah…🙂

      walopun begitu, tidak sepenunya relasi disini penjual dan pembeli…

      betewe, terimakasih lho komennya…

      tapi kok gak ada URLnya si? saya tunggu blog anda yaaa… 🙂

  7. sepertinya ini ditulis oleh mahasiswa akhir yang kesulitan mengurusi skripsinya…..
    dengan kata lain mgkn inilah curhatan anda hehehe….

    setujuuu sudahh saatnya para pengajar (dosen, guru, kyai, ustad, dll) melek internet, sistem pengajaran harus dirubah biar g monoton…. jaman wes berubah…

    ndang lulus mbk….!!! dan semoga menang *.^

    • di tempatku ndak ada skripsinya nduuukkk tapi adanya tugas akhir:mrgreen:

      beberapa emang curhatan, beberapa khayalan…

      ehm… ngomong ngomong soal sistem pengajaran monoton, ini curhat ya mbak?😀

      matur nuwun banget doane… lek nganem nakam nakam™

  8. ternyata posting karena ada maunya -_-

    betewe sewaktu saya bikin skripsi hampir semua referensinya jurnal online
    capek pastinya,tapi mmg itu proses belajar😉
    dan setelah itu jadi paham sepaham2 nya😀

    oya,kampus itu yang penting toilet bersih *banget*
    aku rada riwil sih kalau urusan itu
    bete aja pas kebelet buang air kecil kalau kamr mandi ndak bersih

    untungnya kampus ku bersih sih :p

    student center learning benernya menyenangkan kok😉
    kita diajak belajar, jadi ga melulu dosen yang hrs menyiapkan materi
    trus kalau mau dosen yang friendly, coba aja dideketin dosennya😉
    lama2 jg friendly

    • cihuy! juragan batiknya sampe kesummon euy…
      :mrgreen:

      emang say, ada maunya kok😆

      makanya, enak kan kalo referensinya mudah didapat? level capeknya pun agak kurang jika dibanding mereka yang nyari referensi di perpus konvensional.

      soal toilet, agreed!😎
      paling nggak bisa pipis kalo toilet jorok…

      tengkyu komengnya ya say… :-*

  9. Universitas Mataram Melalui himpunan mahasiswanya juga mengadakan lomba blog lokal di:

    http://gamatika.wordpress.com

    atau via ketua panitianya

    http://noego08.wordpress.com

    • walah walah… malah promosi…
      kalo lombanya untuk lokal sana, lak saya ndak bisa ikut doms…

  10. I love this post much!

    *padahal dah niat mau kerja jd stop sejenak bacapostingan ini*

    Kampus idaman, yg dosen maupun staf akademiknya bs mensupport mhsw nya. Kalau segala sesuatu nya lancar, belajar juga enak😀

    Anyway, semoga menang lomba yaach ^.^ semangka!

    • yayyyy ada mamisingaaa!!! mesti hasil sumonane Galeshka yo?:mrgreen:

      thanks you for loving me this post🙂

      bener banget buk, kalo segala sesuatunya ribet, jangankan menyerap, ngampus aja males…

      betewe, kok buku kesukaankita sama yak? Hail Kung Fu Komang!:mrgreen:

  11. loh kamu itu jurusan perkapalan ya Siw? kemaren kantor ku nyari naval architect susah setengah mampus…😆

    • injeh Mak Chic…
      lain kali kalo ada lowongan naval architect, dimuntahken lansung aja ke aku…
      masih baaaaanyak mahasiswa mahasiswa haus kerjaan disini mak Chic…:mrgreen:

  12. Buat orang desa seperti saya, kuliah adalah kalimat sakti! Kata2 keramat yang bisa menaikkan derajat anda beberapa senti lebih tinggi, serta menjadi lirikan para calon mertua dan suami.

    Kutipan di atas ada benarnya, tapi ga selalu koq. Nda bisa digeneralisasikan spt itu. Tapi saya sepakat aja, soale sama2 dari desa he..he..he…

    • 😯
      kowe wong ndeso po???
      duduk wong ngapak?😆

      ya memang ndak selalu… itu cuman representasi keadaan saat ini yang aku tau kok kang Geng…

  13. subhanallah! blog ini diupdate! …eh sek tak woco disek tulisane.

    • 😳
      segitu ngefensnya kau padaku mi… sampek histeris begitu..
      :mrgreen:

  14. kampus idaman yg ada di benakku itu yg berorientasi pd hasil. mau dijadikan apa mahasiswa yg belajar disitu? kurikulum mesti menyiapkan mahasiswa supaya nanti setelah lulus siap terjun di dunia kerja betulan (entah kerja ngikut orang atau start bisnis sendiri), bukan kurikulum yg mesti ngikuti catetan teori2 tahun2 dulu. aku tau ada kampus swasta yg demikian, tapi sayang, harganya subhanallah mahalnya.😀

    • selain hasil, menurutku proses juga perlu Fam…
      karena proses, sedikit banyak juga ngaruh pada hasil😀
      bagaimana mahasiswa yang dihasilkan, sangat dipengarusi oleh faktor bagaimana kampus “memproses” mahasiswanya. Nah, kurikulum menurut saya salah satu dari faktor proses tersebut…🙂

      sepakat dengan kurikulum yang up to date dan sesuatu kebutuhan jaman sekarang.

  15. ehm…ehm…
    sepertinya sudah lama sekali memendam pemikiran seperti ini sampai akhirnya dimuntahkan disini…

    yang paling menyebalkan kalo dosen ganti jadwal kuliah seenaknya, ampun deh… (curhat sekalian)

    tengkyu, wi. udah menyuarakan sedikit yang ada di hati dan otakku, he..he..

    • hehe, bener mas, asline wes suwe…😀

      yap! dan itu kualami sendiri. wes capek capek dateng, kuliah satu itu tok, tiba tiba dia dengan melenggang, bilang ke mahasiswanya : “maaf, saya sedang sibuk. next time aja”

      asli!!! pengen nampol mukanya pakek leptop aku! *tapi sayang banget ambek leptope rek, dadi mending ditampol nggae sepatu!*

      dikiranya dia aja yang punya kesibukan!

      sami sami mas😀

  16. Saya suka kalau ada kampus dengan fasilitas seperti yang diimpikan Siwi. Energi para siswa bisa fokus belajar. Ndak distracted buat misuhi parkir yang mahal tapi ga aman, lapangan yang berkubang kayak sawah atau dosen-dosen gaptek yang entah kenapa dibiarkan berkeliaran dan bikin stress para mahasiswa dengan cara ngajarnya yang ekstra usang.

    Tapi kebutuhan mereka yang ingin jadi tahan banting juga harus difasilitasi. Misalnya fight club, jadi fight tidak hanya intelektual tapi juga fisik. Tempat buat antem-anteman beneran perlu ada. Sekali-kali perlu mengirim mahasiswa untuk ikut demo anarkis biar tahu rasanya digebukin polisi dan menikmati makan gratis di penjara.

    Yang jelas, universitas sebagai institusi komersil berorientasi profit, memang harus memberikan layanan dan kenyamanan yang sebaik-baiknya bagi konsumen.
    😛

    • that’s wat i mean Guh.fasilitas yang ada bukan untuk memanjakan mahasiswa, melainkan memaksimalkan penyerapan ilmu yang ada. Fasilitas yang serba nggak nggenah itu jujur, mbikin stress dan nggak mood. Akhirnya? jangankan belajar, ngampus aja males!

      tahan banting?😆😆😆
      menurutku perlu ada satu ekstrakurikuler khusus untuk itu Guh. Ekskul DEMO.:mrgreen:

      bener banget Guh. di denmark aja, yang mahasiswanya dibayar malah, pelayanannya kereeen…
      *mendadak pengen eksodus ke denmark*

  17. mmhhh

    menurutq ce, yank pentink ada hotspotna!
    byar bisa facebook n twitter di kelas klo lgi boring!

  18. owalahhh ada udang dibalik peyek nih.
    Bagus materinya wik, ringan dan dekat dengan kehidupan kita.
    Kampus Ideal ??????????? yang pasti biaya murah dengan fasilitas bagus.
    Karena dengan itu akan tercipta mahasiswa ideal dan calon pemimpin ideal juga, oke…..
    Satu hal wik dari tulisanmu, terlalu panjangggggggggggggggggggggggg, capcay deh

    • ealah, juki, ganti jeneng koe nduk…😛

      matur nuwun sharinge yo juk…
      panjang dan capcay kan enak juk😛

  19. lho, kamu itu anaknya pak ihsan tho, nduk?

    • iyo mbak wik… kenopo? podo ta jenenge?😀

  20. Panjang sekali chiwie… sampai di tengah-tengah capek bacanya *kabur*

    • ya kalo capek kan bisa sambil pijetan…:mrgreen:

  21. Sip-sip mantep!
    Tak doain biar menang. Ilustrasi yang dipake bagus banget, bener-bener pandangan mata seorang mahasiswa!

  22. wekkksss… si Pak dhe udah dateng kesini :p
    kalok saya menang, lha pak dhe gimana? ntar tak teraktir aja yak?:mrgreen: *pede banget eike yak😎 *

    matur nuwun komengnya, Pak Dhe…

  23. masa udah tua masih ngerepoting orang tua aja!

    kewajiban orang tua itu mbak!!

    • kewajiban yang mana pak?

      kalo masih kecil sih wajar lah… kalo udah tua, itu kurang ajar namanya!

  24. panjang amat de. mumet aku bacanya. hehee…

    • kalo bacanya nggak pake muter muter pasti nggak pusing!:mrgreen:

  25. Salam Takzim
    Sahabat mohon maap mau ngajak ikutan Earth Hour nanti malam, ikutan yuk kesini
    Terima kasih
    Salam Takzim Batavusqu

    • ehm. sejak kapan blog saya jadi pusat promosi yaaa🙄

  26. Wi, jadi kampus jaman saiki masih juga seperti jamanku dulu ? kuliah pake papan, bukan diskusi ? wah Wi…pancen harus perlu dobrakan…gimana kalo kamunya ikutan nglamar jadi dosen gitu…tapi mahasiswamu opo percoyo diajari arek imut koyo awakmu yo…?
    Yo wis sing penting tak dongakno menang ae…ojo lali nakam nakame…

    • hehe, yo gak kabeh sih Sam… ndek jurusanku wes enggak…
      beberapa dosen yo isih tapi…

      aku? dadi doseeeennn???
      engkok lek mahasiswane nggoleki aku yoopo sam?
      lha mahasiswane dukur dukur jhe…

      nuwus komene sam…😀

  27. Hehh, aku gak mbok dadikno narasumber..

  28. ternyata walaupun sudah menikah, kadar kelucuanmu masih teteup puooolll!!😆

  29. nha tho…diapdetnya lama lagi tho…

    btw, di milis ilkomp ugm saya juga pernah ngamuk2 gara2 salah satu oknum dosen muda bilang kalo tanggung-jawab suasana belajar mengajar yg kondusif juga jadi tanggung-jawab mahasiswanya. ini pertamanya gara2 saya bilang dosen2 saya di kampus kurang optimal melakukan tanggung-jawabnya sebagai pendidik.

    (ini terkait dengan sejarah panjang birokrasi perkuliahan di ilkomp ugm yg – menurut saya – amburadul. dosen bolosan, nilai semester dikopyok, dan sebagainya…)

    saya bilang, kami ini yang bayar, kami ini yang nggaji sampeyan. jadi kami nggak mau tau sampeyan punya masalah pribadi apa di luar kampus yang menyebabkan sampeyan sampai nggak optimal menjalankan tanggung jawab sampeyan sebagai pendidik. sebagai konsumen, kami maunya cuma tau beres! segala fasilitas yang dijanjikan sebelumnya harusnya kami terima semua; bukannya malah ngeles sana ngeles sini kalo ditanya. konsekuensi pt bhmn kan?

    tentunya saya berani nylekop kayak gitu gara2 saya ini lebih tua ketimbang sang dosen muda😀

    • ahahaha sip mas, mahasiswa yang lebih senior daripada dosen ternyata punya bargaining power.
      jadi, demi kebaikan ilkom ugm, sebaeknya sampeyan tetep nyanggong di ilkom ugm, sebagai hansip nya para dosen. kalo perlu sampe umure sampeyan paling tua daripada semua dosen yang ada…wkwkwkwk…😛

    • kalo sama dosen yang tua, mas joe berani bilang gitu ndak? :p

  30. ow.. gt ya wi..
    ok2.. saya akan menjadi dosen yang km impikan🙂 hahahaha..

    cari hosting dan domain ? mampir aja di gogetux hosting

    • lha, kamu jadi dosen po sekarang Gung?😀

  31. Ulasan kampus idaman yang puanjaaang…..

    salam kenal dari anak kapal kampus seberang…

    • salam kenal kembali…
      bagaimana dengan kampus anda?🙂

  32. kampus idaman, adalah kampus yang membuat kita ingin masuk di dalamnya, dan setelah masuk di dalam, membuat kita tidak ingin cepat2 keluar alias betah….

    *curhat mantan mahasiswa yang 7 tahun kuliah baru lulus*

    • wah wah wah…
      sejujurnya, saya juga kepengen bilang kayak gitu *sebagai pembenaran :p*
      tapi…

      er…

      sejujurnya lagi…

      iya! status jadi mahasiswa itu keren!

      *mendadak gila*

  33. Punya perpustakaan yang g cuma untuk tempat baca. tapi juga sebagai tempat cari fun disaat kita stress dengan Tugas dan lain2nya

  34. kampus idaman menurut gw yg banyak ce cantik nya

    • setuju…..
      gak kayak kampus ane di STAN yg perbandingan ce : co nya 1:10…… T_T

  35. Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

  36. wohhh pantes nulis rajin dan panjang
    ternyata buntutnya ikutan lomba tohh *pentung2 siwi*

    baiklahh, smoga menang ya
    sayang hari ini saya baru tau dan udah batas akhir lomba
    hehehe

  37. senang sekali mengetahui siwi akhirnya apdet blog ini. ternyata, dalam rangka lomba pula. kalo gak, gak diapdet ya nduk?
    😀

  38. Saya hanya bisa katakan bahwa tulisan ini memiliki kontribusi penting di bidang pendidikan. Hanya saja banyak sekali dosen yg sudah merasa hebat, ingin mendikte mahasiswanya dengan sekian ilmu yang belum tentu baik dan benar.

    diharap kunjungannya ke choisety.wordpress.com

  39. Kampus menurut saya malah sebagai batu loncatan hehehe karena ujian sebenarnya ada di lapangan disaat kita keluar dari dunia kampus…

    Nice post, semoga menang yaa….🙂

  40. Akibat lama gak mampir baca artikel ini puanjang bgt jd ngantuk🙂 anyway poinnya bagus2 terutama apa yg kudapat dari kuliah ternyata…

  41. Salam Takzim
    Alhamdulillah bisa muncul lagi disini, lama ga mampir banyakan tugas si teh maapin ya teh
    Salam Takzim Batavusqu

  42. kampus idaman yaa kampus sesuai hati..bagaimanapun keadaannya yang penting happy🙂

  43. kampus idaman

  44. benar nh,, kampus idaman adalah kampus sesuai hati..bagaimanapun keadaannya yang penting happy

  45. Narasumber 3 : Ruangannya adem, enak buat tidur, fasilitas lengkap, murah

    mahasiswa yang jawab ini pasti sejenis ama saya, wkwkwkwkwkw

  46. kampus idamanku seperti apa ya…….
    kayaknya belum terbayang ni…….

  47. Awesome, very. I like it a lot. I come across this website by search engine. I would visit your site monthly and forward it to my friends. Please keep it updated. Keep on the good work. – A friend from abroad

  48. Have you any idea that your website seems truly strange in Safari in my workplace computer Linux system .

  49. tergantung dari masing2 juga sih. yang pengen milih jurusan apanya😀

  50. My spouse and I absolutely love your blog and find a lot of your
    post’s to be precisely what I’m looking for. Would you offer guest writers
    to write content for yourself? I wouldn’t mind producing a post or
    elaborating on some of the subjects you write concerning here.
    Again, awesome site!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s