Sebuah Pengalaman Spiritual Yang Menggugah Hati *plak*

Setiap orang, pasti punya pengalaman spiritual masing-masing. Pengalaman yang kadang membuat orang lain menganga tak percaya, takjub, merinding, hingga speechless ketika anda menceritakannya. Ketika bicara tentang pengalaman spiritual, maka yang terlintas dalam benak secara otomatis adalah pengalaman magis yang sering diluar akal sehat, berkaitan dengan cerita2 ghaib seputar agama & masyarakat.

Tapi tentu saja saya tak akan menceritakan hal itu. *plak* Judul di atas hanyalah karena saya bingung memilih judul apa untuk cerita kali ini *dobel plak* Kali ini, saya hanya akan menceritakan sedikit dari sekian kebodohan yang pernah saya lakukan. Karena kalo banyak-banyak, jadinya nggak bagus buat kesehatan *krik*

Semua orang tau, saya ini penidur. Saya bisa tidur dimana saja, even di sebuah tempat yg mustahil bagi orang lain untuk tidur. Contohnya adalah di sebuah kelas, kursi paling depan, dan dosen ‘kurang ramah’ yang sedang menerangkan mata kuliah. Namun, semua rintangan ini bisa saya lalui dan saya bisa tidur dengan bahagia (yea, walopun setelahnya ditegur juga sama dosennya sih ya).

Kejadian kali ini, tentunya berkaitan dengan hobi tidur saya yang agak susah saya kendalikan karena sudah berasa habit aka kebiasaan. Hari itu jumat yang membosankan ditengah terik kota Surabaya. Jumat adalah hari yang nanggung untuk kuliah, karena waktu istirahatnya terlampau panjang. Di kampus saya, ada sebuah tradisi bernama mentoring dan kajian setiap hari jumat. Kajian ini diadakan di tiap jurusan oleh kerohanian putri, pas cowok-cowoknya lagi shalat jumat.  Beruntungnya saya, di jurusan saya nggak ada kajian ini *muhahahahaha* tapi tetep, yang namanya mahasiswa baru, yg cewek disuruh ngikut kajian di jurusan sebelah yg masih satu fakultas. Sepertinya sih, temen seangkatan ngga ada yang ikutan. ancur emang. Nah, sayangnya saya nggak seberuntung itu.

UKM yang saya ikuti, yaitu Pramuka, selalu mengadakan kajian rutin tiap jumat, dengan topik berbeda tiap kajiannya. Saya ini, orangnya paling males ikut kajian2 begituan, dan lebih suka baca buku or nyari duit *plak*. Jadilah, jumat itu saya kebingungan nyari tempat untuk tidur. Mau pulang ke kost, kok ya nanggung banget, mau tidur di jurusan nggak bisa (karena nggak ada kuliah), mau tidur di Sanggar, juga tidak mungkin karena dipakai kajian keputrian. Jadilah kepikiran untuk tidur di lantai 2 masjid kampus. Fyi, lantai dua ini biasa dipakai shalat untuk jamaah putri. Saya juga mayan sering tidur di sini, di hari2 biasa. Tempatnya enak, lantai dingin dengan semilir angin membelai, jadi tempat yang pas, surga untuk tidur.

Berangkatlah saya, dengan penampilan ala kadarnya, khas kostum kuliah : kaos oblong lengan pendek dan celana jeans butut. Dengan langkah penuh percaya diri dan keyakinan menikmati surga duniawi *halah* Sampai di lantai dua, ternyata masih banyak mbak-mbak yang sholat, jadilah saya menunda rencana tidur. Kecewa lah pokoknya. Tapiii, bukan Siwi namanya kalo gagal tidur hanya karena sungkan. Karena, entah berapa detik setelah keputusan menunda tidur itu, ternyata saya sudah menghilang entah kemana. Dan entah berapa lama saya tertidur saat itu, ketika tiba-tiba badan merasa tak nyaman. Bete, pusing dan pengen marah. Tau kan, gimana rasanya kalo tidur trus dibangunin mendadak?

Dan ketika membuka mata, ternyata saya dalam keadaan ndlosor (padanan ndlosor, apa sih?) dan tertidur lelap, dengan dua mbak-mbak berkerudung lebar dan jamaah cowok yang mulai menata shaf di sebelah kanan saya. Beberapa dari mereka memandangi saya dengan tatapan heran yg seolah berkata “Ih, itu makhluk apa sih?”

WOOOTTT? JADI DISINI DIPAKE SHOLAT JUMAT JUGAAAA??? *nyaris pingsan karena malu saat itu*

Si mbak satunya bilang, katanya tadi saya dipanggil2 (maksudnya dibangunkan) tapi nggak ada respon, jadilah mereka berdua yang ‘dimintai tolong’ untuk membangunkan saya.

Memasang wajah cool, saya pura2 nggak malu dan bilang minta maaf, lantas menuju kantin dengan langkah tegap tanpa menoleh kemana – mana lagi. Sempat mendengar seseorang memanggil nama saya ketika berjalan melewati jemaah putra yang memadati masjid, tapi saya pura-pura nggak denger dan emang sedang nggak berniat jumpa fans, jadi saya acuhkan saja.

Ternyata sodara, tiap hari jumat, tempat yang steril dari kaum cowok itu memang selalu dipakai untuk sholat jumat juga : sesuatu yang baru saya ketahui hari itu.

Itu ceritaku, apa ceritamu?