Keyboard Qwerty dan Jaman yang Makin Edan

Usia memang tak selalu identik dengan kebijaksanaan seseorang. Pun, usia juga tak selalu berbanding lurus dengan yang namanya ilmu pengetahuan. *halah, lha ini namanya apa kalo bukan sok bijak, siw?*

Warung kecil tongkrongan Bapak-bapak dan Mas-mas tentara ini emang lumayan rame kalo siang. Tak hanya pak mas tentara, juga pak-pak dan mas-mas non tentara nongkrong di situ. Berbagi bermacam gosip, tukar cerita, petuah kebijaksanaan, sampai obrolan ngalur ngidul gak jelas. Nah, di warung inilah saya menemukan bahan tulisan, tentu saja untuk di-blogkan.

Kejadian 1:
Nah, suatu hari, seorang Bapak usia 50tahunan dan beberapa yang masih muda, menonton televisi sambil bercerita tentang bermacam kejadian. Dari maling, teroris, musim hujan dan kemarau yang tak lagi bisa diprediksi, sampai jaman yang makin edan.

Nah, topik terakhir ini yang membuat saya nyaris nyembur mie ayam waktu makan. Apa dan kenapa? mari kita ‘dengar’kan pembicaraan bapak-bapak (yang terlihat) sok bijak tersebut.

BS (Bapak Sotoy): Yang dibilang jaman makin edan itu memang bener. Anak perempuan dandan kayak laki-laki, yang laki-laki makin kemayu.
M1 (figuran1): Lhaiya Pak, yang perempuan banyak jadi tukang parkir, yang laki-laki jadi tukang masak di restoran

*saya masih anteng sambil tetep nguping*

BS: Yang paling jelas salah kaprah ya keypad henpon itu. Dulu, meskipun jadi satu, masih tetap ABCDEFGH urut. Lah sekarang? udah satu-satu tapi urutannya ndak urut lagi. Masa hurufnya dimulai ndak dari A lagi, tapi dari “Q”
M1: *manggut-manggut kagum dengan si BS*

Saya: *melotot* 😯 😯 😯 *tersedak mie ayam*
*obrolan berikutnya ngga menarik lagi, karena perut saya sakit nahan ketawa* 😆 😆 😆
Pengennya sih, saya nimbrung di situ… tapi, melihat binar percaya diri dan jagoan di wajah si BS, saya ndak tega mau merusak kebahagiaannya :mrgreen:

Kejadian 2:
Warung agak sepi, hanya terisi sekitar 6 orang. Sepertinya yang bergerombol adalah tentara-tentara muda. Mereka membahas lagu-lagu, artis dan gadget terbaru. Seperti biasa, bakat nguping alami saya langsung bekerja begitu mereka mengobrol dan menyebut istilah-istilah yang asbsurd.

Tentara1 (T1): aku abis download lagu lho, banyak lagunya. Terus di folder download aku pilih ‘mark all’, terus tak ‘delete’ lha kok lagunya ilang semua.

Me: *nyembur es tebu* 😳 😳 😳

Yaampuuun, mangkane talah Pak, belajar basa linggis! *lol* Kalo aja saat itu bukan di warung, mungkin saya udah ngakak guling-guling :mrgreen:

Saya tahu, nggak semua orang ngerti bahasa asing. Nggak semua ngerti tentang kenapa keyboard itu qwerty, bukan abcdefgh. Tapi kalo emang nggak tau yang bener, minimal nggak usah sok tau deeeh…

Oh ya, anda ada pengalaman serupa tentang sotoy? Marilah dishare, kawan 🙂

Iklan