Untuk mereka yang berteriak “CURANG!”

Hanya kopi paste dari status saya di Facebook, dan demi menyambung nyawa blog agar tidak lumuten, maka… beginilah.

Buat yang ‘baru sekarang’ teriak pemilu curang dan hasilnya tidak boleh diterima, kemarin kemana aja mas mbak? Ikut ngawal pemilu? Oh enggak? Cuma nonton tivi aja lalu teriak gitu?

Kita semua tahu (mmm nggak semua juga sih) proses pemilu itu memang berpotensi kecurangan bahkan sejak di level TPS, lalu pleno di tingkat atasnya, maupun atasnya lagi. Hal inipun mungkin banget terjadi sejak pemilu pemilu sebelumnya. Penggelembungan/pengurangan suara, penambahan/pengurangan DPT, hasil pleno berbeda dgn voting, dll.

Kenapa? Karena petugasnya manusia, namanya manusia ya MUNGKIN banget dibeli. Lhawong ketua MK aja bisa dibeli.
MAKANYA… Sebagai rakyat, ikut MENGAWAL dong. Bukan menuduh semua elemen KPU/KPPS (juga saksi masing-masing kubu) dan sejenisnya korup lho ya, cuma mengingatkan bahwa potensi curang itu ada di manapun.

Potensi ini dapat jauh direduksi selama kalian sebagai pemilih juga ikut mengawal. Awasi proses dan hasilnya dari level TPS, seperti yang dilakukan teman-teman relawan. Ada yang merekam proses pemilihan sampai rekap suara, ada yang bahkan sampai membuat ‘wadah’ untuk menampung C1 yang diunduh dari situs resmi KPU (Yes, KPU patut diapresiasi karena memutuskan hasil pemungutannya bisa diakses secara terbuka. Keren banget, salut!)

Semakin ketat kita mengawal, yang mau curang ya pikir-pikir lagi kan? Kecurangan ada karena ada celah, dan salah satu celah itu adalah tidak adanya pengawasan dari elemen non partai alias rakyat. Sang pemilih.
Semua dilakukan bukan demi memenangkan salah satu calon, tapi memastikan pilihan rakyat yang sebenarnya, dapat tersampaikan.

Kalau kalian memang ikut mengawal dan menemukan kecurangan, simpan buktinya, publikasikan, dan laporkan ke yang berwenang. Sebelumnya, pastikan itu memang kecurangan. Dan jika perlu, pahami dasar & proses hukum yang seharusnya dijalani. Caranya? Tanya ke yang ahli (kalau memang belum tahu ya).

Kalau dari kemarin diem aja, dan baru teriak curang saat calonmu kalah, sementara satu satunya bukti yang kamu punya adalah pernyataan beberapa orang saja (hey itu bukan bukti), kamu bukan sedang memperjuangkan hak pemilih, melainkan pemilih manja yang gak akan terima apapun hasilnya kalo jagoannya nggak menang.

Selidiki, temukan bukti, laporkan, dipublikasikan ke blog pribadi juga boleh banget. Biar bisa dibaca saya saya ini. Cukup uang yang digembol di dalam kutang, bukti kecurangan, kalo ada ya dibuka saja, biar kita sama-sama bantu awasi prosesnya.

18 Komentar

  1. Dari awal diem-diem saja saat yang lain berusaha transparan. Pas di akhir njuk ribut. Karepe opo?

  2. wes tuwuk :)) tapi emang sih, beginilah cara membungkam yang jitu~

  3. Cukup uang yang digembol di dalam kutang..
    Mbok tuku dompeeeet

  4. Kamfreeettt aku lali pertamax😐

  5. wow, uang dalam kutang #losfokus :)))

    untung gak pernah ikut2an, dishare dalam hati aja🙂

  6. Reblogged this on Bukan Sekedar Akuisisi.

  7. aku yo gregeten karo wong2 ngono kae!

  8. Ini pengalaman yang berharga dalam proses demokrasi kita.

  9. ya mudah2am bangsa ini ke depan jadi lebih baik dan lebih jujur pada diri sendiri.

  10. infonya menarik sekali nihhhhh

  11. *tiup2 debu blog

  12. bundar!

  13. Hahaha Pusing ngurusin politik

  14. Biasa lah namanya juga politk ay seperti itu..
    Lagian juga biaya politik juga mahal dan pastinya mereka susah menerima dengan lapang dada😀

  15. salahku adalah, baru sekarang lihat tulisanmu ini, wi.
    yang oleh sebab sesuatu hal, membuatku terharu.
    gak nyangka aja.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s