Keyboard Qwerty dan Jaman yang Makin Edan

Usia memang tak selalu identik dengan kebijaksanaan seseorang. Pun, usia juga tak selalu berbanding lurus dengan yang namanya ilmu pengetahuan. *halah, lha ini namanya apa kalo bukan sok bijak, siw?*

Warung kecil tongkrongan Bapak-bapak dan Mas-mas tentara ini emang lumayan rame kalo siang. Tak hanya pak mas tentara, juga pak-pak dan mas-mas non tentara nongkrong di situ. Berbagi bermacam gosip, tukar cerita, petuah kebijaksanaan, sampai obrolan ngalur ngidul gak jelas. Nah, di warung inilah saya menemukan bahan tulisan, tentu saja untuk di-blogkan.

Kejadian 1:
Nah, suatu hari, seorang Bapak usia 50tahunan dan beberapa yang masih muda, menonton televisi sambil bercerita tentang bermacam kejadian. Dari maling, teroris, musim hujan dan kemarau yang tak lagi bisa diprediksi, sampai jaman yang makin edan.

Nah, topik terakhir ini yang membuat saya nyaris nyembur mie ayam waktu makan. Apa dan kenapa? mari kita ‘dengar’kan pembicaraan bapak-bapak (yang terlihat) sok bijak tersebut.

BS (Bapak Sotoy): Yang dibilang jaman makin edan itu memang bener. Anak perempuan dandan kayak laki-laki, yang laki-laki makin kemayu.
M1 (figuran1): Lhaiya Pak, yang perempuan banyak jadi tukang parkir, yang laki-laki jadi tukang masak di restoran

*saya masih anteng sambil tetep nguping*

BS: Yang paling jelas salah kaprah ya keypad henpon itu. Dulu, meskipun jadi satu, masih tetap ABCDEFGH urut. Lah sekarang? udah satu-satu tapi urutannya ndak urut lagi. Masa hurufnya dimulai ndak dari A lagi, tapi dari “Q”
M1: *manggut-manggut kagum dengan si BS*

Saya: *melotot* 😯 😯 😯 *tersedak mie ayam*
*obrolan berikutnya ngga menarik lagi, karena perut saya sakit nahan ketawa* 😆 😆 😆
Pengennya sih, saya nimbrung di situ… tapi, melihat binar percaya diri dan jagoan di wajah si BS, saya ndak tega mau merusak kebahagiaannya :mrgreen:

Kejadian 2:
Warung agak sepi, hanya terisi sekitar 6 orang. Sepertinya yang bergerombol adalah tentara-tentara muda. Mereka membahas lagu-lagu, artis dan gadget terbaru. Seperti biasa, bakat nguping alami saya langsung bekerja begitu mereka mengobrol dan menyebut istilah-istilah yang asbsurd.

Tentara1 (T1): aku abis download lagu lho, banyak lagunya. Terus di folder download aku pilih ‘mark all’, terus tak ‘delete’ lha kok lagunya ilang semua.

Me: *nyembur es tebu* 😳 😳 😳

Yaampuuun, mangkane talah Pak, belajar basa linggis! *lol* Kalo aja saat itu bukan di warung, mungkin saya udah ngakak guling-guling :mrgreen:

Saya tahu, nggak semua orang ngerti bahasa asing. Nggak semua ngerti tentang kenapa keyboard itu qwerty, bukan abcdefgh. Tapi kalo emang nggak tau yang bener, minimal nggak usah sok tau deeeh…

Oh ya, anda ada pengalaman serupa tentang sotoy? Marilah dishare, kawan 🙂

Iklan

Test Posting dari bebeh

Setelah puluhan tahun *halah* akhirnya saya pakai juga ini fitur cihuy buat si bebeh gratisan saya inih.

Semoga hasilnya memang seperti yang saya harapkan. *berdoa khusyuk* dan sesungguhnya, ini adalah demi memuaskan para penggemar saya akan apdet terbaru dari blogger idola mereka 😎 *dibakar massa*

Sekian, dan terima kasih. 😳

Nominator

Dalam sejarah hidup saya yang sudah memasuki usia kepala dua ini, sudah banyak asam garam ples msg yang sudah saya rasakan *lebay*. dan kesemua itu membuat saya menjadi seseorang yang pendiam, anggun dan sejahtera. . Narsisly, saya ini orang yang suka ikut kegiatan ini kegiatan itu, lomba ini lomba itu. Bermacam penghargaan saya terima sudah. *namanya juga sombongly, jadi harus disebut 😎 * Dari the best “Chef” versi kampung sampe “Best New Comer” di Grammy Awards, dari peraih juara tarik tambang sampai Peraih Piala Citra, juga sudah pernah saya raih. 😎 sayangnya itu bohong.

Saya merasa, masa masa berprestasi saya terhenti ketika saya memasuki dunia kuliah. saya tak lagi bernafsu untuk mengikuti kompetisi, lomba, award, atau apapun itu. Jauh berbeda ketika masa masa SMA dulu. saya sangat bergairah sekali ketika mengendus adanya lomba. Entah mengarang, karate, pmr, pramuka, olimpiade mata pelajaran, sampai siswa teladan sudah pernah saya ikuti. dengan hasil beragam. Mayoritas adalah, saya menerima piala nyaris tiap sebulan sekali. Ya, tradisi di SMA saya adalah adanya penyerahan piala/medali tiap upaacara bersama. ada rasa bangga yang meluap luap saat itu. yak! naluri alami untuk pamer saat itu terpuaskan.

hingga saat ini, di tahun yang seharusnya beberapa bulan lagi saya menyandang gelar .ST aliyas kuliah hampir tamat, saya ndak mendapatkan satu medalipun! Kalopun ada, mungkin saya lupa :p

dan satu bulan yang lalu, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti kompetisi bloggership untuk microsoft. saat itu nothing to lose aja. dan betapa kagetnya waktu teman saya yang seksi ini memberitahukan bahwa saya dicari cari mbak Hanny, soal nominasi penerima Beasiswa Bloggership.

Excited! 😯 😯 😯 dan nggak percaya waktu itu. bagaimana percaya, lhawong blog saya ini isinya banci ndak jelas, ndak apdet, ples orangnya juga ndak jelas. Tapi tetep berprasangka baik. Ah, pasti orang orang yang memilih itu, tau bahwa saya orangnya sangat anggun , pendiam dan sejahtera. atau mereka memang sedang khilaf. 😳

Semalaman saya ndak bisa tidur. Membayangkan kalo saja saya menang dan bisa trip ke 3 propinsi secara gratis. hwaaa!!!

di hari yang disepakati, hari wawancara itu, saya merasa jantung saya berdegub keeeeeeeennncccaaaaang sekali! deguban yang bahkan tidak saya rasakan ketika berdekatan dengan kekasih :D. *nggaktau ini sang excitednya atau saya emagn frigid*. Dan ternyata pertarungan interview ini sangat tidak berimbang. Saya yang sendirian DIGENGBENG oleh 4 orang! 3 orang cewe cantik cantik ples satu orang cowok seksi yang membuat keringat saya bercucuran. Mba Hanny, Mona, Bonnie dan Om Enda Nasution. Uuuhhh!!! Selama satu jam saya digilir empat orang itu, dicecar dengan berbagai macam pertanyaan yang menuntut otak saya bekerja lebih keras dan tangkas *lebay pol*. :p interviewnya asik kok… dan mungkin saya adalah satu satunya nominator yang paling slengek’an 😀

seminggu menunggu dengan hati cemas, deg deg plas… dan pesimis karena saingannya kok pada mbois semuwa, akhirnya ini lah hasilnyaaa…

Image and video hosting by TinyPic

zooom in :

Image and video hosting by TinyPic

Yak! saya harus puas dengan hanya menjadi nominator saja…

tapi tak apalah…mungkin ini bisa memicu saya untuk lebih bersemangat lagi!

oiya, selamat untuk jeng Dita yang udah menang 😉 . Kutunggu nakam nakamnya Jeng… baru sadar juga, kami bertiga (saya, dita, dan didut) adalah rekan satu milis :P. Bru sadar juga kalo saya ini nominator termuda :p

masih ada lain kesempatan, siwi… terus semangat ya! 😉

*sepertinya saya makin mengenaskan saja 😐 *

Lucy Part two

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Cuplikan episode Lalu : baca ini ajah yak? *siyul siyul* 

kaplok

Jadi, percakapan kamipun merambah rimba belantara kehidupan banci yang rimbun, rapat dan tak berujung. *plakkk*.  Satu hal yang lumayan menarik perhatian saya dari dia adalah -maaf- payudaranya, yang dari luar tampak tak jauh beda dengan punya saya, ups maksud saya, dengan wanita wanita lainnya. 

Chiw :*sambil nunjuk ke bagian pria yang seharusnya bidang* Nah, itunya kok bisa begitu Luce? *mbulet ya?*
Lucy : owalah…ini tah mbaaak…cuman beha aja kok, disumpel gabus. ben ketok gede. (biar keliatan gede, red)
Chiw :*manggut manggut* Gak kepingin yang aseli? *saya nggak habis pikir kok bisa nanya kayak gini*
Lucy : yo aseline Mbaaak, juuuauh dari dalam lubuk hati yang paling duwalam, jelase kepwuingin…
Tapi lho mbak, sekarang operasi payudara yang murah murahan jelas resikone kanker. aduuuhhh…amit amit jabang baby!

Chiw : nggak ada cara lain ya, selain suntik silikon?
Lucy : ada mbak, alami malahan… ada obatnya gitu…
Chiw : hormonal?
Lucy : iyo. *Lucy menyebutkan nama obatnya, tapi saya lupa :p * Tapi Mbak… karena obat itu cara kerjanya hormonal yaaa…dia nambah produksinya estrogen apa progesteron gitu deh… tapi… hormon asliku jadinya harus ngalah Mbak…
Chiw : *mendadak bego* ngalah yoopo e Luce? 
Lucy : Gini lho mbak… kalok minum obat itu, memang sih, payudarakyu bisa membesar secara alami… TAPPPIII… dibarengi dengan melemahnya fungsi Mr.Penny-ku.aku ndak bisa ereksyen, gak bisa orgasyem. huhuhu…jelas aku tak bisa menerima kondisiku yang seperti itu Mbak…Padahal yang namanya mastur itu weeenaaakkk… *ngomong gini sambil cekakak cekikik*
Chiw : Lha, kan bisa sekalian operasi kelamin gitu, di Tailand kan udah banyak… (gak percaya? tanya Arya
!)
Lucy : ya jelas pingin mbak sebenernya…menjadi wanita sejati. Tapi duwike sopppooo??? sementara ini ya disyukuri aja apa yang ada. Aku bahagia menjadi Lucy yang seperti ini kok Mbak…

percakapan kami waktu itu terhenti karena Lucy yang minta diajarin pidato dalam bahasa inggris untuk mengisi acara di komunitasnya -IWAMA Peduli AIDS- , serta hujan yang mereda, dan jam pertandingan yang semakin mepet. Percakapan kami berlanjut ke via telepon. Entah saya yang nelpon Lucy ataupun Lucy yang nelpon saya.

Lucy sangat excited ketika mengetahui saya memposting tentang kehidupannya yang tak biasa itu. Meskipun sebelumnya, saya sudah meminta izin padanya dahulu.
Dan dengan bersemangat menceritakan apaaa saja yang ingin saya ketahui. Masih tetap dengan gayanya : blak blakan.

Chiw : hola Luce…
Lucy : Mbak Swiwwwiii…kwangeeennn!!!
Chiw : hwehehe…biasah…yo gini ini nasib orang keren sepertikyu. *plakkk!!! ini bagian yang tidak penting*

kaplok


*kami ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil bernostalgila, hingga saya tak tau bagemana bisa ada yang kayak gini(lagi)*
Chiw : Luce, kamu ndak ada rasa tertarik gitu, sama cewek?
Lucy : gini lho Mbak… aku tuh ngerasa aku ini cewek, jadi kalok aku sama cewek, jadinya lak lesbong malahan? jelas aku ndak tertarik, karena perempuan itu, menurutku sejenis dengankyu…
westalah, sekarang lho, ada cewek, seksi naujubilah, telanjang di depanku lho, aku ndak bakalan tertarik…

*entah yang ini sudah teruji apa belum, ada yang mau jadi sukarelawan?*
Chiw : hm… kalo sama gay atau banci lainnya gitu?
Lucy : tergantung Mbak…intine gini ya… kalo cowok yang gayanya mbanceni kayak O*lga atau Ru*ben ples I*gun dan sejenisnya itu, jujur aja aku jijik Mbak! dan ndak ada minat sama mereka. Tapi, kalo Gay yang kayak si *menyebutkan nama artis cowok yang disinyalir gay, tapi saya lupa namanya* itu. dia gay, tapi gayanya tetep cool, macho dan cowok macho itu nggemesiiin banget lho mbak. *dalam hati saya mengiyakan. asal machonya ndak kayak Ade Rai aja. Alih alih membuat saya kagum, yang ada malah serem*


*pembicaraan berubah topik lagi*
Chiw : kalo diitung – itung, kamu udah ML ama berapa cowok Luce?
Lucy : sekarang gini yo mbak…aku mulai hidup ginian ya sejak lulus sma. yaaa… dianggep ae pertengahan 2005 yooo… jadi sampai sekarang udah 3,5 tahun. 1 tahun 365 hari. dan jujur aja mbak, sejak mbalon, setiap hari itu aku pasti dapet klien. jadi, anggep aja sehari satu, berarti ada 365 x 3 + (1/2 x 365) = banyaks kan yaaa… huhuhu…

Chiw : *tersedak.kaget nggak nyangka*
Lucy : malah seringnya sehari aku ndak cuman sama satu orang Lho mbak…
yang rekornya sampe sekarang belum terpecahkan, sehari aku main sama 26 orang! sampe tempat naruh duwit itu ndak muat!

Chiw : *bener bener shock kali ini* 26 oraaanggg???
Lucy : iya mbak… huhuhuhuhu… *tertawa kalem* sampek ledeh kabeh rasane awakku. (sampe hancur semua badanku rasanya,red maksa)
Chiw : *ndak berani membayangkan*

Lucy meneruskan ceritanya yang membuat saya hanya bisa geleng geleng kepala dan sesekali menghela nafas panjang. Tentang pelanggannya yang bahkan anak anak SD, tentang pelanggan kasar yang sering maen tangan, tentang pelanggan setia yang ganteng ganteng, tentang sulitnya hidup ditengah pandangan masyarakat yang mencibir kaumnya, tentang AIDS, tentang shopping, tentang test kesehatan di klinik, tentang Mellani, tentang aaahhh… Lucy, Lucy… terlalu banyak hal di dunia ini yang baru aku tau setelah mengenalmu lebih dekat, bukan hanya sebagai adik kelas yang sedikit gagah gemulai. Mungkin, suatu saat akan saya buat postingan lagi, mengupas lebih banyak sisi lain kehidupan seorang banci, cermin kehidupan terasing dan kultur masyarakat yang sangat gender oriented.

Lucy, mungkin bagi sebagian orang adalah perusak generasi penerus bangsa, manusia menakutkan dan jahat, makhluk yang dilaknat agama, sampah masyarakat, hingga sesuatu yang layak dilenyapkan karena tak pantas hidup di bumi ini (ini saya ambil dari komentar dan email yang masuk ke saya untuk tanggapan Lucy part 1). Buat saya, Lucy adalah salah satu guru kehidupan. Bukan…bukan tempat mempelajari mencari 26 klien dalam semalam dengan daya tariknya, tapi kegigihannya, hingga dengan sederet himpitan itu, dia tetap bisa memberi semangat pada dirinya sendiri untuk hidup dan bagaimana untuk terus hidup, entah itu sebagai perempuan, lelaki, atau keduanya.

Smangat terus, Neng!

 

lucyamendoza

lucyamendoza

Lucy part one

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Sabtu, 22 Nopember 2008. Sebelum pertandingan Arema vs Persibo

Saya sedang di Warkop Horor, warkop milik teman saya kala itu. Ketika dari kejauhan, di bawah rintik gerimis Kota Kepanjen, tampak sesosok wanita berpayung, berjalan ke arah jalan raya, dengan hotpants-nya yang sangat gaya.
Dari cara berjalannya, saya merasa mengenalnya!

Saya putuskan untuk melambaikan tangan. Dia semakin mendekat. Saya lambaikan tangan lagi, kali ini dia melihat saya dan lansung berteriak histeris genit “Mbak Siiiiiiiiiiiwww” sambil menghampiri saya di warung kopi. Tidak salah lagi! dia itu Syaiful! adik kelas saya di SMA. Ups, bukan! Dia bukan Syaiful lagi! Dia sekarang populer dengan sebutan Lucy. L – U – C -Y!

Saya pandangi dia. Rambutnya panjang alami, bukan wig atau hasil hair extension!

Kaos lengan pendek menempel ketat di badannya. Hotpansnya cuma menutup beberapa puluh senti di atas lutut. Duduknya anggun. Saya aja ndak seanggun itu. Bibirnya seksi, terbentuk. Dipoles lipstik warna soft pink, Lucy sudah nyaris tak ada bedanya dengan wanita kebanyakan. Malah saya yang merasa aneh. Jangan jangan, saya yang lelaki!

Mengobrollah kami seperti dahulu. Ipul, eh Lucy, masih belum berubah. Masih tetap blak blakan, bicara tanpa tedeng aling aling, sama seperti saya. Cuman, kalo sama Lucy, saya yang agak hati hati bicara.
Beberapa pengalaman nggak enak membuwat saya lebih hati hati bicara sama siapapun. Saya lebih banyak bertanya saat itu. Jelas saja, meski gejala feminim Ipul ini sudah tampak sejak saat saya mengenalnya, saya tidak menyangka bakalan sampe kayak gini.

Siw : Kerja dimana sekarang Pul?
Lucy : ya disini ini mbak… mbalon… prostitusi
Siw : legal ndak? terorganisir ndak?
Lucy : ya liar kayak gini wes…bekerja dewe dewe
Siw : Lha kamu disini sendirian gitu?
Lucy : enggak Mbak. ya disini banyak temennya. Sesama banci gitu deh…
Siw : Ho…ngekost yak disini?
Lucy : iya. Nyewa bedak di pasar. Setahunnya 1 juta.
Siw : Pelanggannya gitu, orang mana?
Lucy : ya macem macem mbak… ada yang dari sini sini aja. ada yang dari luar. banyak lah. Sampeyan mau tah, lihat ini? ada foto ada video Lho…
Siw : vidio aja deh…
Lucy : tapi ada penisnya lho…gapapa tah?
Siw : ya gapapa. emangnya kenapa ? *dalam hati aslinya ragu*

Saya menerima hengpon nokiyem seri entah berapa ituh, dan ditunjukkan beberapa vidio bikinan Lucy dan pasangannya.
Siw : buwat apa toh mbikin video kayak gini?
Lucy : ya buwat dokumentasi toh Mbaaaak… *sambil mengibaskan rambut*
Siw : Lha mereka ndak keberatan gitu, direkam kayak gini?
Lucy : sebagian besar ya keberatan… tapi biasanya aku pura pura bikin foto gitu. Aslinya video. *sambil ngakak genit* Tapi ya nggak semua tak rekam lho Mbak… khusus yang cakep cakep aja sih…

Siw : *masih mengamati ponsel dengan heran dan takjub -halah-* Pelangganmu ganteng ganteng kayak gini sebagian besar lelaki normal ato gimana Lus?
Lucy : sebagian besar mereka normal Mbak… cuman ya ada yang seneng mainin penisku, ada juga yang maunya cuman dioral, ada yang sekalian mintak disodomi.
Siw : kamu selalu jadi ceweknya gitu?
Lucy : yo mesti lah Mbak… dan meskipun penampilan kita kayak cewek, kalo kelakuan kita ndak cewek, mereka bisa ilfil juga. Jadinya ya, kita harus bersikap kayak cewek cewek beneran gitu…
Siw : ooow… pelangganmu sehari gitu sampek berapa?
Lucy : ndak mesti Mbak… soale disini kan ndak sendiri. Ada banci banci yang laen juga. Pelanggan jugak milih. kalo cocok, ya lansung pakek…
Siw : *manggut manggut takjub sambil tetep mantengin pidio* Soal pentarifan, kamu masang tarif berapa gitu, sekali maen? *buset!saya kayak mami mami aja*
Lucy : beragam mbak. tergantung. Antara 5 ribu sampek 150 ribu rupiyah bergantung sama pelanggan. semakin aku suka orangnya, semakin takasimura… *sambil memelintir rambutnya*

gerimis belum berhenti. Kepanjen semakin dingin. saya dan Lucy larut dalam pembicaraan yang semakin menghangat.

bersambung…*ala senetron2 endonesyah*

betewe, ini fotonya si Lucy

lucy

back online dan satu tahun ehem

ah, setelah sekian lama males ngeblog hiatus, akhirnya saya online lagi…

ada beberapa kemajuan setelah lama sekali saya berhenti sejenak ngeblog

1. Sudah bisa nyetir motor, terutama motor matic, udah gape lah…
cuman masih agak mengkhawatirkan pas belok.
motor manual? hadoh…masih susah mbagi konsentrasi antara ngoper2 gigi, ngerem, ngelirik sepion, dan suka keringat dingin sama muka pucat kalo papasan sama kendaraan lain.
Thankz loth buwat Pak Bos, my brader Dodo dan my luvly brader Joan yang udah bersedia mempertaruhkan nyawa selama ngajarin Siw peyuuuk

thankz juga buwat Angkinjeng yang motornya saya robohkan kemaren . puwas Ngki? puwas??? :mrgreen:

2. nyetir mobil? masih terlalu membahayakan penumpang lainnya. jadi tak perlu dibahas lebih lanjut.
3. maen gitar? sudah oke… ngegenjrengnya juga sudah oke. sayangnya baru bisa maen satu lagu.
oke, tolong jangan dihina dina, saya baru bisa maen “Kisah Sedih di hari minggu” versi patah patah dan ngawur. tapi okelah… belajar dua hari ajah. Dua hari aja udah cukup mbikin tangan ngapal dan bedarah darah *berlebihan*

4. Hari ini kalo nggak salah adalah satu tahun saya dan si Mas ehem . selama setahun itu banyak ehem ehem dan ehem ehem yang sudah kami ehemi.
kira kira kapan kami ehemnya ya?

5. saya masih utang sama rekan sekalian untuk melaporkan hasil sosialisasi UU ITE. sabar… maaf… saya masih terlalu susah merangkai kata kata inih…

oke, itu dulu deh… 😉
postingan pemanasan dari saya…buwat belajar ngeblog lagi… 😀

Sosialisasi UU ITE di Surabaya (versi saya)

Hari Sabtu (3/5) kemaren, saya terpaksa bangun pagi banget . ya…nggak pagi pagi banget juga siiih… yang jelas, jam 7 itu saya sudah mandi.sampek ditegur Ibu kost, saking beliau kagetnya. Jadi dewh, saya sukses dapet bonus sarapan geratis! padahal saya sudah lupa kapan terakhir sarapan pagi .

sekitar jam 8, saya ngesot menuju Kantor Telkom Divre V Jatim , di daerah Ketintang Surabaya by *yayaya, oke. ini tidak penting . akan langsung ke intinya deeeh…*

Yang dateng sapa aja Siw?
Acara yang digarap sama Detik Surabaya ini dihadiri kira kira 200 manusia yang datang dari berbagai daerah, tidak hanya Surabaya lho. Ada yang jauh jauh dari Balikpapan! Katanya sih, acara ini langka gitu. Mayoritas peserta adalah pengusaha warnet. Termasuk saya yang dipaksa Pak Bos buwat ikut acara penting ini. Karena geratis, dan pastinya bisa buwat memperbaiki Gizi, okelah…

Pembicaranya Siapa aja Siw?
1. Keynote Speaker harusnya sih, Pak Nuh… cuman, saat itu beliau lebih memilih menghadiri uji coba wimax di Bandung sana. fyuuu… padahal saya pingin denger langsung dari mantan bapak saya ini…
Jadi deh, Pak Nuh diwakilin sama Pak Arif Mulyawan, beliau ini Jaksa Agung Muda (cmiiw) anggota tim antar Departemen Sosialisasi UU ITE, beliau sangat khas dengan gaya bicaranya yang penuh energi persis kayak motivator mlm . Selama seminar tersebut, terhitung 35 kali kata “Luar Biasa” terlontar dari Pak Arief. *saya kurang kerjaan banget ya?*
2. Kanit V/Cybercrime Sat II Pidana Ekonomi Polda Jatim, AKP Henri Fiuser, dengan gaya bicara dan penampilan menawan, tapi beberapa kali terlihat gugup. entah, karena ada saya mungkin…
3. Bapak Nur Azam dari Korwil APJII Jatim. Dari pertama melihat saja, anda akan setuju kalau bapak ini kesannya cerdas . sayang sekali beliau tidak terlalu banyak bicara di seminar tersebut
4. Syahrul Halim, beliau ini adalah Ketua Awari (Asosiasi Warnet) Korwil Surabaya yang sedang dibekukan oleh awari pusat itu . Sepertinya pendiam, dan menenteng ASUS eeepc nya kemana mana. Membuwat saya iri!
5. Pak Donny BU dari detikcom . Beliau moderator acara ini. gyaaa…  Pak Donny ini bener bener menyegarkan mata ngantuk saya pagi itu. Performa beliau yang fresh dan enerjik, membuwat mata saya melek sepanjang masa .

oke…
para undangan ndak perlu disebut kan? sepongsor ndak perlu disebut kaaan? pesertanya satu satu ndak perlu disebut kan?kan?kaaan???

dan untuk hasilnya, akan segera saya aplod ke entri berikutnya. selamat menunggu… peyuuuk