Telat 3 bulan Hari

Jika blogger normal lain (biasanya) memposting tentang ultahnya pada hari ultahnya tersebut (seperti yang pernah saya lakukan juga), maka kali ini saya telat 3 bulan hari.

dikarenakan berbagai macam kesibukan syuting, pemotretan, kunjungan ke daerah, ples kampanye calon legislatif di kampus, ya akhirnya sekedar apdet,

mau nulis panjang panjang kayak tahun lalu, masih berasa jetlag, yasudah… posting yang pingin diposting aja deh…

kucingpungut1

Kado dari Kakakpungut saya : Dogter Tito

kuwedariebes

kuwedariebes

Kado dari Ebespungut


kado dari temen baik

dan berjuta terimakasih buwat temen temen yang masih inget sama Chiw, udah ngucapin lewat telpun, sms, imel, fesbuk, dll.
Luv u aaalll!!!
*menebar pelukan*

Iklan

Lucy Part two

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Cuplikan episode Lalu : baca ini ajah yak? *siyul siyul* 

kaplok

Jadi, percakapan kamipun merambah rimba belantara kehidupan banci yang rimbun, rapat dan tak berujung. *plakkk*.  Satu hal yang lumayan menarik perhatian saya dari dia adalah -maaf- payudaranya, yang dari luar tampak tak jauh beda dengan punya saya, ups maksud saya, dengan wanita wanita lainnya. 

Chiw :*sambil nunjuk ke bagian pria yang seharusnya bidang* Nah, itunya kok bisa begitu Luce? *mbulet ya?*
Lucy : owalah…ini tah mbaaak…cuman beha aja kok, disumpel gabus. ben ketok gede. (biar keliatan gede, red)
Chiw :*manggut manggut* Gak kepingin yang aseli? *saya nggak habis pikir kok bisa nanya kayak gini*
Lucy : yo aseline Mbaaak, juuuauh dari dalam lubuk hati yang paling duwalam, jelase kepwuingin…
Tapi lho mbak, sekarang operasi payudara yang murah murahan jelas resikone kanker. aduuuhhh…amit amit jabang baby!

Chiw : nggak ada cara lain ya, selain suntik silikon?
Lucy : ada mbak, alami malahan… ada obatnya gitu…
Chiw : hormonal?
Lucy : iyo. *Lucy menyebutkan nama obatnya, tapi saya lupa :p * Tapi Mbak… karena obat itu cara kerjanya hormonal yaaa…dia nambah produksinya estrogen apa progesteron gitu deh… tapi… hormon asliku jadinya harus ngalah Mbak…
Chiw : *mendadak bego* ngalah yoopo e Luce? 
Lucy : Gini lho mbak… kalok minum obat itu, memang sih, payudarakyu bisa membesar secara alami… TAPPPIII… dibarengi dengan melemahnya fungsi Mr.Penny-ku.aku ndak bisa ereksyen, gak bisa orgasyem. huhuhu…jelas aku tak bisa menerima kondisiku yang seperti itu Mbak…Padahal yang namanya mastur itu weeenaaakkk… *ngomong gini sambil cekakak cekikik*
Chiw : Lha, kan bisa sekalian operasi kelamin gitu, di Tailand kan udah banyak… (gak percaya? tanya Arya
!)
Lucy : ya jelas pingin mbak sebenernya…menjadi wanita sejati. Tapi duwike sopppooo??? sementara ini ya disyukuri aja apa yang ada. Aku bahagia menjadi Lucy yang seperti ini kok Mbak…

percakapan kami waktu itu terhenti karena Lucy yang minta diajarin pidato dalam bahasa inggris untuk mengisi acara di komunitasnya -IWAMA Peduli AIDS- , serta hujan yang mereda, dan jam pertandingan yang semakin mepet. Percakapan kami berlanjut ke via telepon. Entah saya yang nelpon Lucy ataupun Lucy yang nelpon saya.

Lucy sangat excited ketika mengetahui saya memposting tentang kehidupannya yang tak biasa itu. Meskipun sebelumnya, saya sudah meminta izin padanya dahulu.
Dan dengan bersemangat menceritakan apaaa saja yang ingin saya ketahui. Masih tetap dengan gayanya : blak blakan.

Chiw : hola Luce…
Lucy : Mbak Swiwwwiii…kwangeeennn!!!
Chiw : hwehehe…biasah…yo gini ini nasib orang keren sepertikyu. *plakkk!!! ini bagian yang tidak penting*

kaplok


*kami ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil bernostalgila, hingga saya tak tau bagemana bisa ada yang kayak gini(lagi)*
Chiw : Luce, kamu ndak ada rasa tertarik gitu, sama cewek?
Lucy : gini lho Mbak… aku tuh ngerasa aku ini cewek, jadi kalok aku sama cewek, jadinya lak lesbong malahan? jelas aku ndak tertarik, karena perempuan itu, menurutku sejenis dengankyu…
westalah, sekarang lho, ada cewek, seksi naujubilah, telanjang di depanku lho, aku ndak bakalan tertarik…

*entah yang ini sudah teruji apa belum, ada yang mau jadi sukarelawan?*
Chiw : hm… kalo sama gay atau banci lainnya gitu?
Lucy : tergantung Mbak…intine gini ya… kalo cowok yang gayanya mbanceni kayak O*lga atau Ru*ben ples I*gun dan sejenisnya itu, jujur aja aku jijik Mbak! dan ndak ada minat sama mereka. Tapi, kalo Gay yang kayak si *menyebutkan nama artis cowok yang disinyalir gay, tapi saya lupa namanya* itu. dia gay, tapi gayanya tetep cool, macho dan cowok macho itu nggemesiiin banget lho mbak. *dalam hati saya mengiyakan. asal machonya ndak kayak Ade Rai aja. Alih alih membuat saya kagum, yang ada malah serem*


*pembicaraan berubah topik lagi*
Chiw : kalo diitung – itung, kamu udah ML ama berapa cowok Luce?
Lucy : sekarang gini yo mbak…aku mulai hidup ginian ya sejak lulus sma. yaaa… dianggep ae pertengahan 2005 yooo… jadi sampai sekarang udah 3,5 tahun. 1 tahun 365 hari. dan jujur aja mbak, sejak mbalon, setiap hari itu aku pasti dapet klien. jadi, anggep aja sehari satu, berarti ada 365 x 3 + (1/2 x 365) = banyaks kan yaaa… huhuhu…

Chiw : *tersedak.kaget nggak nyangka*
Lucy : malah seringnya sehari aku ndak cuman sama satu orang Lho mbak…
yang rekornya sampe sekarang belum terpecahkan, sehari aku main sama 26 orang! sampe tempat naruh duwit itu ndak muat!

Chiw : *bener bener shock kali ini* 26 oraaanggg???
Lucy : iya mbak… huhuhuhuhu… *tertawa kalem* sampek ledeh kabeh rasane awakku. (sampe hancur semua badanku rasanya,red maksa)
Chiw : *ndak berani membayangkan*

Lucy meneruskan ceritanya yang membuat saya hanya bisa geleng geleng kepala dan sesekali menghela nafas panjang. Tentang pelanggannya yang bahkan anak anak SD, tentang pelanggan kasar yang sering maen tangan, tentang pelanggan setia yang ganteng ganteng, tentang sulitnya hidup ditengah pandangan masyarakat yang mencibir kaumnya, tentang AIDS, tentang shopping, tentang test kesehatan di klinik, tentang Mellani, tentang aaahhh… Lucy, Lucy… terlalu banyak hal di dunia ini yang baru aku tau setelah mengenalmu lebih dekat, bukan hanya sebagai adik kelas yang sedikit gagah gemulai. Mungkin, suatu saat akan saya buat postingan lagi, mengupas lebih banyak sisi lain kehidupan seorang banci, cermin kehidupan terasing dan kultur masyarakat yang sangat gender oriented.

Lucy, mungkin bagi sebagian orang adalah perusak generasi penerus bangsa, manusia menakutkan dan jahat, makhluk yang dilaknat agama, sampah masyarakat, hingga sesuatu yang layak dilenyapkan karena tak pantas hidup di bumi ini (ini saya ambil dari komentar dan email yang masuk ke saya untuk tanggapan Lucy part 1). Buat saya, Lucy adalah salah satu guru kehidupan. Bukan…bukan tempat mempelajari mencari 26 klien dalam semalam dengan daya tariknya, tapi kegigihannya, hingga dengan sederet himpitan itu, dia tetap bisa memberi semangat pada dirinya sendiri untuk hidup dan bagaimana untuk terus hidup, entah itu sebagai perempuan, lelaki, atau keduanya.

Smangat terus, Neng!

 

lucyamendoza

lucyamendoza

Lucy part one

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Sabtu, 22 Nopember 2008. Sebelum pertandingan Arema vs Persibo

Saya sedang di Warkop Horor, warkop milik teman saya kala itu. Ketika dari kejauhan, di bawah rintik gerimis Kota Kepanjen, tampak sesosok wanita berpayung, berjalan ke arah jalan raya, dengan hotpants-nya yang sangat gaya.
Dari cara berjalannya, saya merasa mengenalnya!

Saya putuskan untuk melambaikan tangan. Dia semakin mendekat. Saya lambaikan tangan lagi, kali ini dia melihat saya dan lansung berteriak histeris genit “Mbak Siiiiiiiiiiiwww” sambil menghampiri saya di warung kopi. Tidak salah lagi! dia itu Syaiful! adik kelas saya di SMA. Ups, bukan! Dia bukan Syaiful lagi! Dia sekarang populer dengan sebutan Lucy. L – U – C -Y!

Saya pandangi dia. Rambutnya panjang alami, bukan wig atau hasil hair extension!

Kaos lengan pendek menempel ketat di badannya. Hotpansnya cuma menutup beberapa puluh senti di atas lutut. Duduknya anggun. Saya aja ndak seanggun itu. Bibirnya seksi, terbentuk. Dipoles lipstik warna soft pink, Lucy sudah nyaris tak ada bedanya dengan wanita kebanyakan. Malah saya yang merasa aneh. Jangan jangan, saya yang lelaki!

Mengobrollah kami seperti dahulu. Ipul, eh Lucy, masih belum berubah. Masih tetap blak blakan, bicara tanpa tedeng aling aling, sama seperti saya. Cuman, kalo sama Lucy, saya yang agak hati hati bicara.
Beberapa pengalaman nggak enak membuwat saya lebih hati hati bicara sama siapapun. Saya lebih banyak bertanya saat itu. Jelas saja, meski gejala feminim Ipul ini sudah tampak sejak saat saya mengenalnya, saya tidak menyangka bakalan sampe kayak gini.

Siw : Kerja dimana sekarang Pul?
Lucy : ya disini ini mbak… mbalon… prostitusi
Siw : legal ndak? terorganisir ndak?
Lucy : ya liar kayak gini wes…bekerja dewe dewe
Siw : Lha kamu disini sendirian gitu?
Lucy : enggak Mbak. ya disini banyak temennya. Sesama banci gitu deh…
Siw : Ho…ngekost yak disini?
Lucy : iya. Nyewa bedak di pasar. Setahunnya 1 juta.
Siw : Pelanggannya gitu, orang mana?
Lucy : ya macem macem mbak… ada yang dari sini sini aja. ada yang dari luar. banyak lah. Sampeyan mau tah, lihat ini? ada foto ada video Lho…
Siw : vidio aja deh…
Lucy : tapi ada penisnya lho…gapapa tah?
Siw : ya gapapa. emangnya kenapa ? *dalam hati aslinya ragu*

Saya menerima hengpon nokiyem seri entah berapa ituh, dan ditunjukkan beberapa vidio bikinan Lucy dan pasangannya.
Siw : buwat apa toh mbikin video kayak gini?
Lucy : ya buwat dokumentasi toh Mbaaaak… *sambil mengibaskan rambut*
Siw : Lha mereka ndak keberatan gitu, direkam kayak gini?
Lucy : sebagian besar ya keberatan… tapi biasanya aku pura pura bikin foto gitu. Aslinya video. *sambil ngakak genit* Tapi ya nggak semua tak rekam lho Mbak… khusus yang cakep cakep aja sih…

Siw : *masih mengamati ponsel dengan heran dan takjub -halah-* Pelangganmu ganteng ganteng kayak gini sebagian besar lelaki normal ato gimana Lus?
Lucy : sebagian besar mereka normal Mbak… cuman ya ada yang seneng mainin penisku, ada juga yang maunya cuman dioral, ada yang sekalian mintak disodomi.
Siw : kamu selalu jadi ceweknya gitu?
Lucy : yo mesti lah Mbak… dan meskipun penampilan kita kayak cewek, kalo kelakuan kita ndak cewek, mereka bisa ilfil juga. Jadinya ya, kita harus bersikap kayak cewek cewek beneran gitu…
Siw : ooow… pelangganmu sehari gitu sampek berapa?
Lucy : ndak mesti Mbak… soale disini kan ndak sendiri. Ada banci banci yang laen juga. Pelanggan jugak milih. kalo cocok, ya lansung pakek…
Siw : *manggut manggut takjub sambil tetep mantengin pidio* Soal pentarifan, kamu masang tarif berapa gitu, sekali maen? *buset!saya kayak mami mami aja*
Lucy : beragam mbak. tergantung. Antara 5 ribu sampek 150 ribu rupiyah bergantung sama pelanggan. semakin aku suka orangnya, semakin takasimura… *sambil memelintir rambutnya*

gerimis belum berhenti. Kepanjen semakin dingin. saya dan Lucy larut dalam pembicaraan yang semakin menghangat.

bersambung…*ala senetron2 endonesyah*

betewe, ini fotonya si Lucy

lucy

Cerita Dua Babak

Babak Pertama : Kepahlawanan

Lokasi : sebuah Bank milik pemerintah, yang ternyata belum online semuanya, hingga untuk transfer ke cabangnya yang ada di desa, perlu waktu 3 hari!
waktu : siang hari nan panas
Review kejadian :

Suasana sesak dan panas di dalam ruangan ber AC itu membuat orang orang yang berada di dalamnya menjadi lebih gampang marah. Apalagi ternyata kursi yang ada di dalam ruangan yang tersedia tidak cukup menampung orang orang yang mengantri disana.
Pada saat itu, seorang gadis nan anggun, terjebak dalam bank aneh tersebut bersama temannya. Suasana kian panas dan riuh ketika seorang ibu membawa serta anak laki laki yang ditaksir berusia sekitar 5 tahun.
Dari wajahnya saja, bocah tersebut sudah terlihat tanda tanda kebadungannya. Wajah yang mengundang siapapun untuk dengan sukacitamenendang atau sekedar melayangkan pukulan padanya.
Ditambah dengan suara tiupan peluit yang keras terdengar berulang ulang, serta mobilitasnya yang berlebihan (baca:lari lari) membuat orang orang sekitarnya gerah.
Dan hal ini dirasakan betul oleh sang gadis anggun yang memang gemas sejak awal. Rupanya sang gadis tidak mengingat masa lalunya yang bisa jadi, jauh lebih hiperaktif dari bocah tadi.
Dan sang gadis anggun semakin gemas saat anak kecil ini berkata dengan sangat tidak sopannya kepada seorang Bapak.

“Matamu!” ujar bocah tadi dengan tambahan mata melotot pada Bapak di sebelahnya.Bapak yang dimaksud memilih cuek.
sang gadis anggun geram. tapi dalam hatinya berkata : ‘ah, mungkin anak ini sedang belajar anatomi’
Tapi, semakin lama, kata kata anak kecil ini kurang ajar juga, bukan sekedar belajar tentang anatomi, tapi juga bahasa bahasa  reproduksi -hal yang terlalu dini dipelajari anak seusianya-.
Dan sepertinya, Ibunya juga tidak mengingatkannya. Ibunya terlalu sibuk dengan handphone di tangannya, sepertinya lho…
Si bocah kembali pada kegemaran awalnya : beredar diantara orang orang yang antre dengan wajah wajah bete. sambil meniup peluit yang memakakkan telinga.
Sebuah ide yang cemerlang melintas dalam kepala sang gadis anggun. segera saja, diselonjorkan kaki kanannya, tepat ketika si bocah akan melewati ruas kursi dekat tempatnya duduk.
Dan segera menarik kembali kakinya, lantas kembali duduk dengan anggun saat si Bocah jatuh terjerembab, karena tersandung kaki Sang Gadis anggun tadi.
Bocah tadi memandang sekilas pada Sang Gadis anggun, lantas ke pangkuan Ibunya. Mobilitasnya berkurang, dan mulutnya tidak lagi mengeluarkan anatomi tubuh, binatang, ataupun elemen reproduksi.
sang gadis anggun tersenyum simpul jangkar, dan dalam hatinya tertawa jahat berteriak “rasain”

Babak Kedua : Kebersihan
Lokasi : angkutan umum yang sepertinya lebih layak disebut sebagai kaleng bekas dan berkarat yang berbentuk mobil.
waktu : siang hari dan panas juga
Review Kejadian :

sang gadis anggu lagi iseng pingin naek kendaraan umum dan sedang ndak mood ngerepotin tukang ojeknya. Sayangnya, sepertinya dia salah naek angkutan.
Sudah sopirnya ndak ramah, suka ngerem dan berenti mendadak (yaelah chiw, kalo ga gitu, bukan angkot namanya!), dan kebetulan di dalam angkot ini ndak ada makhluk lain yang ramah.
Yang ada cuma 2 cewek berseragam SMP yang judes judes dan seorang Ibu yang bibirnya kalo monyong, mungkin bisa sampe lima sentimeter(Sayangnya, saat itu Sang gadis anggun tidak membawa penggaris atau jangka sorong untuk mengukurnya) serta sang Gadis anggun sendiri.
Pokoknya, disitu ndak ada yang semacam Christian Sugiono gitu deh! :mrgreen:  *ngarep.com*
Tiba tiba, salah satu dari cewek berseragam SMP (yang sedari tadi asik makan makanan -mungkin batagor– dan es teh yang dibungkus pelastik) itu membuang plastik pembungkusnya dengan semena mena kepinggir jalan.
dalam hati, sang gadis membatin “udah nggak cakep, maen buang sampah sembarangan lagi! bener bener nggak asik!”
sang gadis anggun geram dan merasa harus segara bertindak, ndak kayak pahlawan pahlawan yang selalu datang terlambat itu.
“Pak, Stop Pak”
membayar angkot, lantas turun dari angkot, memungut sampah dari makhluk makhluk jutek yang sama sekali nggak manis itu.
tanpa disangka, beberapa meter kemudian, angkot itu berhenti lagi, dan 2 cewek berseragam SMP itu turun. Lantas berjalan mendekati sang gadis.
“Ngapain sih, diambil segala? itu kan cuma sampah” ujarcewek smp itu marah marah.
dengan wajah yang anggun dan teduh seperti biasanya… sang gadis menyahut “Lho? memangnya saya salah, kalo saya buang sampah ini pada tempatnya? meskipun cuma dua bungkus plastik kecil ini?”
“Ngapain turun angkot segala? cuma untuk mungut sampah gak guna itu?”
“itu urusan saya. ngapain sampeyan nanya”
dengan wajah yang merah padam menahan marah… cewek SMP tadi mengambil plastiknya dari tong sampah, dan membuangnya lagi ke jalan, lantas menginjak injaknya.
“Sudah puas?” tanya sang gadis anggun pada anak SMP itu
“Salah apa sampahnya?” tanya sang gadis anggun lagi, lantas ngeloyor pergi sambil tersenyum 😎 . Lagi lagi senyum puas, tapi kali ini tidak diiringi kata “Rasain”. 🙂

Sebuah Pertanyaan

Lama ga apdet. Terlalu sok sibuk dengan aktivitas. Sok sibuk dengan membelah membagi diri menjadi beberapa bagian : antara anak, mahasiswa, anggota organisasi, pengatur pekerja, istri, hingga blogger. Akhirnya saya pusing sendiri.

Ada beberapa pertanyaan mengganjal. Sudah ditanyakan pada beberapa ahli yang memang belum terbukti keahliannya. Hasilnya? masih nihil. 
ehem… ijinkanlah saya bertanya pada saudara saudara sekalian.
1. Apakah MERAMAL itu suatu kegiatan yang HARAM ?
2. Apakah ZODIAK itu HARAM ?
3. Apakah Ilmu Falaq itu HARAM ?
4. Apakah penanggalan jawa itu HARAM ?
5. Apakah MEMPERKIRAKAN itu HARAM?
jika jawabannya iya, maka saya tanya lagi…
1. Apakah itu berarti dosen dosen saya mengajari saya menuju jalan kesesatan dengan meramal berapa umur kapal kami?
2. Apakah berarti nelayan yang berlayar dengan pedoman bintang itu adalah manusia manusia layak dijebloskan ke neraka?
3. Apakah berarti, saya -yang percaya bahwa segala sesuatu itu memancarkan energinya masing masing- layak digantung dan dilemparin sejuta leptop  karena saya sudah sangat jauh dalam kesesatan?
4. Apakah itu berarti, seluruh ilmuwan penemui teori perkiraan -tentu saja selain yang berasal dari bagian bumi tertentu-adalah orang orang bodoh yang terlalu memuja akal dan sangat layak untuk dibenamkan dalam lumpur kenistaan? 
Tolong teman teman, jawab! silakan jawab dengan jawaban anda masing masing. Anda bebas berpendapat disini, Anda bebas bergaya. silakan. yang mau sekuler, saya persilakan. yang mau jawab pake hati nurani, saya persilakan juga. yang mau jawab ilmiah juga boleh…yang mau jawab pake ayat ayat termutilasi, juga saya persilakan , apalagi kalo pake ayat ayat yang mencerahkan saya dari kegundahan ini.
Tapi mohon maaf, saya ndak bisa menjamin kalo saya bisa menjawab komentar komentar Anda. Lha saya kan memang tanya…  :mrgreen:

TerimaKasih…

*menjura dalam dalam*