Lulu, setahun dulu dan siang sehari yang lalu

20130920-024938.jpg

Namanya Lulu, diambil dari ‘lunjak lunjak’, karena anak ini sangat aktif dan hobi lonjak lonjak, melompati para ‘senior’nya.

Lulu, bertemu dia di jalanan sempit samping Mall Cito (City of Tomorrow) Surabaya coret. Kecil, terlihat cuek & fight, nyaris ketabrak & keinjek lalu lalang orang yang beraktivitas. Sibuk nyari makan dengan resiko nyawanya yang tak dihargai manusia, hilang begitu saja.

Aku jatuh cinta pada makhluk mungil yang seharusnya masih menyusu pada induknya ini. Sedikit ragu dan berbagai macam pertanyaan hinggap saat akan memutuskan membawanya pulang. Toh, akhirnya kubawa juga dia, yang membuatku takhluk dengan pandangan mata mungil nan polosnya.

Berbekal kardus indomi pemberian mas mas warung & seekor lele goreng setengah matang, kumantapkan hati membawanya ke Malang. Dalam hati mengharap, semoga angkutan umum nanti tak menolaknya. Tau sendiri kan, kejamnya angkutan umum pada binatang?

Dalam perjalanan menuju terminal, hati kembali bimbang. Kembalikan, bawa. Kembalikan, bawa. Ah, kalo aku kembalikan, nanti dia terinjak injak lagi? Kalo aku bawa, misal ditolak bus gimana?
Ah sebodo deh. Dan kucing badung ini mulai memunculkan kepalanya berkali-kali saat menunggu bus, hingga kardus lecek & aku harus membeli kardus baru seharga dua ribu di penjual asongan. Dan ternyataaa…dia beol di kardusnya tadi 😆 mungkin stress karena naik motor/ojek kali yaa..

Ah, dapat juga akhirnya itu bus! Dan tak ada kesulitan sama sekali naik bus patas ini. Tak ada penumpang protes, kondektur ramah & kucingnya anteng sampai 2 jam perjalanan berikutnya. Hingga sampai rumahpun, si mungil hitam putih ini masih anteng. Masi malu malu dengan para seniornya, ia memilih bersemayam di belakang rice cooker yang memang hangat.

Paginya, Lulu dimandikan. Badannya yang kotor, kutuan, dengan luka luka kecil di sana sini, jadi bersiiihhh dan wangi. Belum juga kering badannya, anak ini sudah memulai keributan dengan mengejar kucing lainnya.
Alhasil, Wewet, Mayuu, Phoebe, Putcil saat itu tak berani mendekat. Takut pada calon penguasa rumah ini. Dan hari itu, dia dinamakan Lulu, lengkapnya Lousiana Pardede. Iya, tradisi di sini adalah memberikan nama panggilan dulu, baru nama panjangnya :mrgreen:

Setahun sudah bersama Lulu, mungkin saat ini usiamu harusnya 1 tahun lebih 1 bulan ya, Lu? Remaja putri yang cantik gitu kali ya?
Banyak hal kita lalui bareng. Susah maupun seneng. Kamupun berubah sekarang, makin sombong dan asosial, ogah bergaul dengan kucing lainnya. Ya, tetep manja juga sih kalo laper & ngantuk. Tapi aku sih tetep sayang kamu kok, Lu. No matter what, suwer deh!

Meski kamu kalo laper annoying banget, gigit gigit janggut, kuping, hidung. Meski kamu nggak mau sharing tempat makan dengan kucing kucing lain di rumah, meski kamu suka nampol mulutku kalo aku lagi nyanyi di dekatmu, meski lebih sering aku yang ndusel daripada kamu, aku tetep sayang kamu .

Hehehe, mendadak melankolis gara-gara siang kemaren aku tanya “Lu, kamu sayang nggak sih sama aku?” Dan dijawabnya dengan dengusan sebel karena acara jilat jilat badannya terganggu. Sorenya, setelah makan & jilat-jilat, mendadak Lulu naik ke perut, dan berbaring dengan kepalanya di dadaku. Lulu tak biasa bermanja sejak aku sering membawa kitten baru ke rumah. hmm.. mungkin ini jawaban untuk pertanyaan siang tadi. Dan karena dia ga bisa bilang ‘I Love You’, cukuplah dengkuran halusnya yg perlahan menghilang itu jadi jawaban pertanyaanku.
Ah, seneng rasanya Lulu sayang aku :’)
Gak tau kenapa mendadak pengen update blog begitu merasakan kemanjaannya yang manis tapi sederhana kemarin. Ikatanku & Lulu lebih erat dibanding yang lainnya, apakah karena dia aku pungut dari kota nun jauh di sana? Kurang tau juga ya. Mungkin pengalaman dengan maut juga turut berperan dalam hubungan kami. Lain waktu diceritain deh :’)

P.s : abaikan ekspresinya yang bete itu, dia emang gitu kalo difoto. Hih!
Abaikan juga judulnya yang rada alay, emang lagi bingung milih judul kok ya.

Mencicipi Kenikmatan Indosat Super Wifi di Galeri Indosat Plasa Marina, Surabaya

Saya ini orangnya bosenan, jadi setelah bed rest gara-gara sakit, saya langsung ngesot buat jalan-jalan begitu badan agak enakan. Berbaring terus di tempat tidur bisa jadi siksaan buat sampeyan yang terbiasa bergerak ke sana sini.

Jadilah, ke Plasa Marina di daerah Margorejo, Surabaya menjadi target operasi. Kenapa Plasa Marina? Cuci mata, tentunya… dan menjajal Indosat Super Wifi pada khususnya. Disambut dengan karpet merah senyum ramah di Galeri Indosat, saya langsung ditawari bantuan untuk setting handset agar bisa menikmati layanan baru Indosat ini. Ehm, selain ramah, mas CSnya dipacarinable! *salah fokus*

Tak sampai 5 menit, saya sudah bisa menikmati layanan wifi super kenceng punya Indosat. Sik sik, sebenernya Super Wifi itu apa tho Siw?

Mengutip dari sini,

Indosat Super Wi-Fi merupakan layanan internet Unlimited melalui jaringan Wi-Fi dengan kecepatan tinggi hingga 20 Mbps yang diperuntukan bagi seluruh pelanggan Prabayar & Paskabayar Indosat secara GRATIS (selama masa promo).

Indosat Super Wi-Fi sudah mendukung teknologi EAP-SIM (Extensible  Authentication ProtocolSIM), yaitu teknologi yang memungkinkan pengguna dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi Indosat tanpa harus mengisi  username & password (seamless),namun cukup menggunakan SIM Card Indosat yang masih dalam periode masa aktif.

Kamu yang pake Blackberry (mulai dari OS 5), Iphone (4, 4s, 5), iPad 3G WiFi, Nokia E Series, dan beberapa handset Android, udah bisa dong nikmatin kencengnya Wifi Indosat ini.

Nah loh yang nggak pake gejet gejet itu gimana? Tenang, tetep bisa kok… cukup isi Username & Password yang dapat diperoleh dengan mengirimkan SMS ketik SUPERWIFI kirim ke 363 (Gratis).

Hasil nyoba koneksi di Galeri Indosat Plasa Marina kemaren nih… ditest pakai aplikasi Fancy Speed Test (yang diinstal saat itu juga :mrgreen: )

Test pakai BB Essex 9650

Saat saya coba pakai speedtest di tablet gratisan yg dapet dari Acer: Acer Iconia B1 dan belum sempet ngereview itu seperti inilah hasilnya : 1666 kbps. *sori, blum sempet instal pembuat skrinsut atau menemukan shortcut buat nyekrinsut, jadi difoto aja 😆

Test pake Iconia B1

Sebagai kaum jelata fakir benwit, maka jadilah saya kemarin memanfaatkan momen ini untuk memeras habis habisan dengan mendownload sepuasnya. Browsing, download, BBM-an pun bisa! Mehehehehe. Sebagai makhluk yang gampang emosi dengan koneksi yang ancur ancuran, maka kemarin saya tiba-tiba menjelma menjadi ibu peri nan baik hati dan sabar menanam padi, saking antengnya! Emang bener kalo dibilang “ngenet di tempat berkoneksi dewa itu salah satu stress reliever” kebukti kok 😉

Coba liat deh, Superman aja kalah cepet sama super yang satu ini… Super Wifi! 😆

Superman vs superwifi Indosat

Sayang, handset butut saya kurang bisa diajak bekerjasama untuk lebih lama dan leluasa memporakporandakan koneksi. Mungkin ini pertanda dari langit, dari penguasa WitWitan agar saya tidak jadi manusia nan serakah *ngomong gini sambil ngeremes remes kertas jadi kecuiiilll*. Maka bertekadlah saya untuk mencoba lagi kekuatan Super Wifi di spot spot lain di Kota Pahlawan ini. Mau banyak-banyakin experience by location hihihihi

Oiya, saat ini memang spot Indosat Super Wifi masih terbatas, tersebar di spot spot tertentu. Cek di sini untuk tau lokasinya, dear para jelata pemburu koneksi dewa! Untuk setting handsetmu, ikuti petunjuk settingnya di sini ya… ada videonya segala tuh…

Harapan saya sederhana, semoga makin banyak spot spot Super Wifi, sehingga mahasiswa dan kaum kaum fakir benwit seperti saya ini tetap dapat merasakan kenikmatan koneksi ala dewa. Semoga lagi, itu Macbook Pro menjadi milik saya. Laptop yang sekarang ini cepet banget panasnya 😦 Maklum, usia udah uzur, udah saatnya diganti yang lebih muda, namun anggarannya masih belum disetujui oleh DPR *mbuh kok sampe DPR segala*

PS. Postingan ini dimaksudkan untuk ikutan Lomba Blog Indosat Super Wifi, dengan harapan yah bisa dapet Macbook atau paling enggak ya Galaxy Note :mrgreen:
Untuk itu, dukung Siwi, klik banner ini! Sedekah klik anda sangat berarti untuk saya *sembah*. Kamu, jangan lupa ikutan juga, tapi kalo menang hadiahnya kasi ke saya yaaah! *preman mode On*

Indosat Super Wifi Blog Competition

Terima kasih, sampai jumpan di update saya selanjutnyaaa

Keyboard Qwerty dan Jaman yang Makin Edan

Usia memang tak selalu identik dengan kebijaksanaan seseorang. Pun, usia juga tak selalu berbanding lurus dengan yang namanya ilmu pengetahuan. *halah, lha ini namanya apa kalo bukan sok bijak, siw?*

Warung kecil tongkrongan Bapak-bapak dan Mas-mas tentara ini emang lumayan rame kalo siang. Tak hanya pak mas tentara, juga pak-pak dan mas-mas non tentara nongkrong di situ. Berbagi bermacam gosip, tukar cerita, petuah kebijaksanaan, sampai obrolan ngalur ngidul gak jelas. Nah, di warung inilah saya menemukan bahan tulisan, tentu saja untuk di-blogkan.

Kejadian 1:
Nah, suatu hari, seorang Bapak usia 50tahunan dan beberapa yang masih muda, menonton televisi sambil bercerita tentang bermacam kejadian. Dari maling, teroris, musim hujan dan kemarau yang tak lagi bisa diprediksi, sampai jaman yang makin edan.

Nah, topik terakhir ini yang membuat saya nyaris nyembur mie ayam waktu makan. Apa dan kenapa? mari kita ‘dengar’kan pembicaraan bapak-bapak (yang terlihat) sok bijak tersebut.

BS (Bapak Sotoy): Yang dibilang jaman makin edan itu memang bener. Anak perempuan dandan kayak laki-laki, yang laki-laki makin kemayu.
M1 (figuran1): Lhaiya Pak, yang perempuan banyak jadi tukang parkir, yang laki-laki jadi tukang masak di restoran

*saya masih anteng sambil tetep nguping*

BS: Yang paling jelas salah kaprah ya keypad henpon itu. Dulu, meskipun jadi satu, masih tetap ABCDEFGH urut. Lah sekarang? udah satu-satu tapi urutannya ndak urut lagi. Masa hurufnya dimulai ndak dari A lagi, tapi dari “Q”
M1: *manggut-manggut kagum dengan si BS*

Saya: *melotot* 😯 😯 😯 *tersedak mie ayam*
*obrolan berikutnya ngga menarik lagi, karena perut saya sakit nahan ketawa* 😆 😆 😆
Pengennya sih, saya nimbrung di situ… tapi, melihat binar percaya diri dan jagoan di wajah si BS, saya ndak tega mau merusak kebahagiaannya :mrgreen:

Kejadian 2:
Warung agak sepi, hanya terisi sekitar 6 orang. Sepertinya yang bergerombol adalah tentara-tentara muda. Mereka membahas lagu-lagu, artis dan gadget terbaru. Seperti biasa, bakat nguping alami saya langsung bekerja begitu mereka mengobrol dan menyebut istilah-istilah yang asbsurd.

Tentara1 (T1): aku abis download lagu lho, banyak lagunya. Terus di folder download aku pilih ‘mark all’, terus tak ‘delete’ lha kok lagunya ilang semua.

Me: *nyembur es tebu* 😳 😳 😳

Yaampuuun, mangkane talah Pak, belajar basa linggis! *lol* Kalo aja saat itu bukan di warung, mungkin saya udah ngakak guling-guling :mrgreen:

Saya tahu, nggak semua orang ngerti bahasa asing. Nggak semua ngerti tentang kenapa keyboard itu qwerty, bukan abcdefgh. Tapi kalo emang nggak tau yang bener, minimal nggak usah sok tau deeeh…

Oh ya, anda ada pengalaman serupa tentang sotoy? Marilah dishare, kawan 🙂

Video sebagai terapi stress

Dua minggu ini, mendadak jagad twitter diramaikan oleh video yang rata2 “bikin ngakak”. Tapi, disini saya tidak akan membahas Chaiyya Chaiyya nya Briptu itu tuh lho ya. Dia sudah over exposed. Tinggal menunggu akhir nasibnya saja di iklan Sozis, atau direkrut sama Charly ST12.

Video – video ini, membuat saya ngakak dalam arti sesungguhnya, dengan keunikannya masing2. Bisa dikatakan, ini sebuah stress reliver baru untuk saya. Mungkin juga untuk anda lho. Siapa tau?

1. FAKRY – ATROMEN (Ultraman Kelantan)

Salahkan @Masova jika pada akhirnya saya terjerumus.
Entah video klip ini serius, atau memang sengaja dibuat parodi, saya kurang tau persis. Tapi video yang ‘dibintangi’ oleh FAKRY itu sukses membuat saya ngakak ditengah himpitan kerjaan dan merasa benar2 segar!! *oke, ini lebay. Jangan tanya saya siapa itu Fakry, karena manusia ajaib ini baru kali ini saya temukan. Kalo menurut deskripsinya sih, Mr Fakry : a dikir barat singer and also part time superhero Ultraman.
Baru kali ini saya ketemu Ultraman yang berubah wujud dari bapak-bapak berkacamata hitam. Selain pertempuran Atromen/Ultraman dengan monster2, tolong anda jangan mengelus dada ketika ‘disuguhi’ gaya menyanyi bapak ini yang memang agak ajaib.
Tak hanya itu, karena lagunya yang easy listening, Atromen ini sukses membuat saya tak hanya terngiang2 sepanjang waktu saja, melainkan saya MENYENANDUNGKAN!. IYA! MENYENANDUNGKAN! 😐
Atromen makhluk yae sangat mulio… Atromen manusio biaso *tampar diri sendiri*
Dan, oh ya. Closing nya sangat keren dan memukau! Sang Atromen pesan nasi rames! 😐

2. Astuti – New version by Masca2 (warning : jika anda pecinta the Rollies, MUNGKIN anda akan merasa agak terhina dengan ini. Jadi, daripada sakit hati, jangan dilihat ya…)

Musiknya oke kok sebenarnya. Mungkin yang bikin ngakak disini lebih ke pembuatan vidklip yang terkesan asal – asalan, sehingga berasa kayak video klip jaman2 tvri. Disamping itu, gaya vokalisnya yang -beberapa bilang- kayak aktivis partai gerin*dra, dan modifikasi tuti tuti jadi TUTI TUTEEEYYY atau CUCI CUCEEEYY, serta senyum gak wajar mbak2 modelnya, yang menurut saya bikin ngakak. Tak kalah, yang jauh lebih bikin ngakak adalah komen komen di laman yutub tersebut. Video ini sempat ngetop di twitter, bahkan sampe ada beritanya di Kapanlagi.Com

Bandingkan dengan Astuti yang asli, versi The Rollies, yang (menurut saya) jauh lebih easy listening dan santai.

eniwei, ini soal selera sih ya. Mau suka yang mana terserah. But still, vidklipnya Masca2 emang bikin ngakak!

3. Lagu Loghat Kelantan – Pencinta Wanita.
Dapet dari temen twitter saya,

Lagu aslinya Irwansyah, dinyanyikan ulang dalam bahasa Kelantan. Kelantan lagiiii? Tidak, saya tidak ada sentimen apapun sama logat kelantan. Yang menghibur dari video ini apa sih? Almost nggak ada sih… cuman, ngerasa sangat beruntung hidup di Indonesia, dengan band2 anak muda, yang tampaknya telah memakai teknologi lebih tinggi daripada mereka. Model2 vidklip disini juga JAUUUHHH lebih fashionable dibanding model sono.

4. Yang terakhir ini ini dapat dari Gum di milis. Saya no komen deh. sepicles. Liat sendiri yah.

Sudah liat semua? Mana yang paling juara menurut anda? Atau, ada referensi video lain? saya dengan senang hati menonton or even download. Download 50 mega ndak sampe 10 menit kok 😎 *dikeplak* :mrgreen:

ps.
– Maaf kalo judulnya sok keren ya. Sejujurnya, kelamaan ndak ngapdet blog membuat saya kesulitan milih judul buat postingan.
– saya ndak njamin stress anda sembuh dgn video2 tersebut lho yaaa…

Microsoft Bloggership 2011 : Antara Saya, Perempuan Desa dan Impian

Di sore yang #galau itu, mendadak Mbah Kirangan datang membuyarkan lamunan saya. Betul, akhir – akhir ini saya memang sering #galau memikirkan negara dan nasib anak bangsa *plak*. Iya maaf, saya berlebihan, tapi boleh dong, saya mempunyai bermacam impian untuk -ehm- minimal kampung saya sendiri? Impian saya memang muluk – muluk. Iyalah! masak mimpi saja nggak berani muluk – muluk? Dan sepertinya, Mbah Kirangan datang pada waktu yang sangat tepat. Sekedar informasi, beliau memang biasa datang ketika saya memerlukan petunjuk datangnya hujan, atau saat-saat dimana saya membutuhkan wejangan. Misal wejang jahe, wejang kopi, dll. #krauk

Mbah Kirangan duduk di kursi malas favoritnya, lantas menyeruput teh hangat yang terhidang di meja kayu berukir di sebelah kanan kursinya. Tanpa permisi, beliau juga menyomot pisang goreng hangat yang tidak jadi saya makan karena tadi sempet jatuh ke lantai.

“Ada apa tho, nduk? wajahmu kok dilipat – lipat? lagi belajar poligami po?” :mrgreen:
ujarnya memulai percakapan kami.
“PLIS DEH MBAH! ITU ORIGAMI!” sergahku 😡 . Yayaya, si Mbah emang suka asal nyebut istilah. Asal njeplak, asal mirip.
“Hehe… simbahmu ini cuma ngetest wae, kamu masih konsentrasi apa endak. Ternyata masih sadar :mrgreen: . Ada apa tho, sini cerita sama simbah…”

Mulailah cerita saya…

“Gini lho mbahe… cucumu ini sedih kalo liat kondisi kampung kita. Dari dulu ndak ada perkembangan selain jumlah bayi, henpon sama tipi yang makin banyak”
“Masalahmu apa?” Sela simbah. Nada bicaranya mirip banget dengan Sir Mbilung.
“Sik thooo…! Simbah ini mintak ditabok. Ceritaku belum selese mbaaaah”
“Ya wes, lanjutken dulu” ujar Simbah sambil ngikik ndak jelas

“Dari jaman aku masih hobi main layangan, sampek sekarang mainanku hengpon Android, kampung ini sama sekali ndak ada perubahan. Padahal negara aja udah berubah dari jaman orde baru sampek jaman reformasi. Presiden juga udah ganti 5 kali. Tapi kampung ini adem ayem aja. Sekolahan SD ya cuma satu – satunya itu, padahal jumlah anak2 nambah terus. Aktivitas warga kalo ndak macul ke sawah, matun, panen, ngarit, ya nonton Cinta Fitri. Jujur Mbah, aku ki gemeeesss banget, terutama sama kaum wanitanya disini. Yang sekolah sampai kuliah kayaknya sak RT ndak ada 5 orang. Dari dulu sampai sekarang, masih aja banyak anak cewek yang lulus SD langsung dikawinin. Abis itu nomong anak, ndak punya skill, ndak punya pergaulan luas selain nggosip n nonton sinetron, kalo ada masalah sama suaminya, ndak bisa apa – apa juga. Wes tho, pokoke aku ki guuuemeeesss pol! Gini – gini kan aku cewek, Mbah… makanya aku lebih gemes sama kaumku.”

“Terus kamu ini pinginnya kayak gimana tho Nduk?”

“Ya aku pinginnya perempuan disini itu pada punya aktivitas. Ndak harus ngantor kayak para perempuan di kota2 besar… tapi minimal mereka tau, ada dunia luar dan ada banyak potensi yang mereka punya, plus mereka bisa memanfaatkan potensi itu mbah… Sebenarnya, aku itu gemes kalo liat ibu – ibu apalagi yang masih muda dan (harusnya) lagi semangat banget untuk mengembangkan diri, terjebak di situasi yang membuat mereka tidak mempunyai pilihan, atau tepatnya, tidak berani memilih. Lha gimana mau milih, wong modal aja mereka ndak punya kok. Paling mentok ya jadi TeKaWe, ke Hongkong, Singgapur, Malaysye. Yang sukses ya punya rumah bagus n bisa jadi modal cari mertua, yang gak sukses pulang ya muka lebam semua, atau ditinggal suami kawin lagi.”

“Hmmm…” Simbah mengiman.

“Aku pingin, perempuan – perempuan disini punya bekal. Minimal bekal itu berupa memanfaatkan waktu dengan baik, untuk mengembangkan diri. Syukur2 dapet penghasilan lebih, kan seenggaknya bisa meningkatkan taraf hidup mereka Mbah… Yang ada sekarang kan mereka kecanduan acara sinetron dan gosip yang cuma nambah ketidaksukaan mereka sama mertuanya. Selain itu? nothing Mbah… oh iya! ada ding! Mereka jadi tambah konsumtif! Liat Artis A umbah umbah banyak bunganya, jadi kepingin beli deterjen A, liat anak kecil lucu renang, jadi pengen beli susu B. Semuanya dilakukan ndak pake surve2an Mbah. Manfaatnya gimana, efek buruknya apa, ndak mikir. Ini yang ndak bagus. Pola pikir instan. 😐 “

“Aku pingin, mereka pada khususnya, dan kampung ini nanti jangka panjangnya, punya sesuatu yang bisa dibanggakan gitu lho… sesuatu yang jadi ciri khas. Yang warganya pinter pinter, kreatif, ndak tergantung sama musim, dan yang paling penting adalah ndak kecanduan sinetron.”

“Kamu itu dari tadi mbulet Nduk…mbokya cerita yang gamblang, kepinginnya apa. Jelaskan gitu lho… gambaranmu seperti apa”

Banyak banget di kepalaku ini Mbah. Tapi salah satunya gini. Aku pingin ngajarin ibu – ibu dan embak – embak disini untuk membuat kerajinan. Yang sederhana aja dulu buat permulaan. Bisa kerajinan kain flanel, menyulam, menjahit, bordir, bikin souvenir untuk nikahan, daaan sebagainya. Yang bisa merangsang mereka jadi kreatif deh. Kalo mereka sudah bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang ‘layak jual’, untuk permulaan, aku yang akan membantu memasarkan produknya ke seluruh Indonesia, atau ke seluruh dunia deh kalo perlu… Secara bertahap, mereka akan kuajari juga manajemen, biar mereka belajar memasarkan produk mereka sendiri. Kalo berjalan lancar, kurang dari 5 tahun, aku yakin akan ada perubahan di kampung tercintaku ini. Akan semakin sedikit perempuan yang bekerja ke luar daerah. Dan kampungpun akan ‘hidup’ karena banyak aktivitas. Siapa tahu juga kalo kelak kampungku jadi percontohan dan dapet dana dari pemerintah untuk mengembangkannya. Ya nggak? Fyuh…capek aku mbah, ngomong terus… gantian dong…”

“Lha Simbah kan nunggu kamu selesai dulu, Nduk…”

“Udah selese kok Mbah…Nah aku mintak saran sama Simbah…enaknya gimana? kan tua-tua gini Simbah gawul, pegangannya blekberi…”

Simbah terkekeh sambil sibuk membalas BBM. Sebenarnya saya pingin ngintip, beliau itu lagi ngomongin apa thooo, kok dari tadi  tang ting tung terus bebenya. Sayang banget, bebe Simbah sudah dipasangi screenguard anti spy, Uuuh jadi nggak bisa ngintip!

“Ehm, jadi gini lho Nduk, menurut Simbah, permasalahan utama permasalahan utama kampungmu itu jenisnya sudah mengakar : pola pikir ndeso. Sederhana memang karepe, tapi kalo disesuaikan sama jaman ya ora mathuk. Istilahnya ndak ada Inovasi. Nah, ini susah kalo dibenahi dalam waktu singkat. Harus perlahan dan sedikit demi sedikit. Orang desa mudah ndak nyaman sama perubahan, apalagi yang cepet. Kalau kamu pinginnya memulai dari wanita-nya, it’s ok gitu loh… menurut simbah ide bagus itu. Biar kamu juga lebih gawul sama tetanggamu sendiri.”

“Nah ya, gantian Simbah mbulet”

“Belum selesai tho yaaa. Gini Nduk… Kalo kamu pingin segera meng-eksekusi idemu tadi itu, lekas tentukan mana yang bakalan kamu fokus disitu. Misal : Kamu memutuskan buat ngajari Kerajinan Membuat Tas Gawul . Kamu ndak harus menguasai membuat tas dulu untuk ngajari mbak – mbak nan lugu itu. Beli buku yang mendukung. Pinjami modal untuk latihan awal. Habis itu bantu pasarkan dan mereka tentu harus mendapat kontribusi finansial dari penjualan itu”

“Masalahe Mbaaah… aku kan ndak sempet kalo ngajarin sebegitu banyaknya orang disiniii. Apalagi kalo belajar dari buku aja kan ndak seru. Mau mendatangkan pengajar juga meheeel”

“Sik thooo… kowe melupakan sesuatu nduk. Kamu ini hidup dijaman twitter, jaman Fesbuk. Jaman ‘Dunia dalam Genggaman’. Kayak Simbah lah, bisa chatting sama orang eropah, sampai ngekspor Telo ke Hungaria, biiisa! Padahal ya belum pernah ketemu orangnya lho…”
“Nah, kowe sudah punya jaringan pertemanan. Punya teman – teman populer yang kepeduliannya tidak diragukan. Tentunya kamu masih inget tho, gerakan Coin a Chance, duwit recehan bisa mbantu sekolah bocah bocah melas. Gerakan opo kui, hooo iyaaa Blood for Life, terus yang baru baru ini podho mbikin gerakan peduli merapi. Ndak perlu repot soal informasi, nduk. Yang namanya Social Media itu jalan yang bisa mempertemukan kamu dengan siapa saja dan dimana saja.”

“Soal teknisnya, mudah saja. Kamu ndak kudu bikin sekolah dulu buat ngajari mereka. Mari kita belajar pada MLM untuk hal ini. Biar gampang, Simbah gambarkan ilustrasinya kayak gini”

“Artinya, kamu cukup perlu satu pengajar. Satu pengajar mengajari 3 orang saja pada awalnya. Setelah 3 orang ini mahir, masing masing ngajari 3 orang lainnya, dan seterusnya. Hemat tenaga tho? Ndak perlu tempat yang luas juga buat belajarnya. Yang penting guyub dan ada pisang goreng, pasti rukun dan maknyus” Simbah mulai ngelantur sepertinya. Tapi idenya boleh juga.

“Lha njuk pengajarnya siapa Mbah? aku kan ndak punya temen yang bisa mbikin kerajinan, bisanya pada mbikin kapal semua”

“Nduk Nduk… kamu itu twitteran, ngeblog, tapi kok ya ndak pinter – pinter. Ya kamu mungkin ndak punya, tapi siapa tau temenmu punya kenalan? kalo ndak ada, ya minta tolong sana, sama mahasiswa – mahasiswa yang butuh tempat KKN. Simbiosis mutualisme. Kamu ndak perlu turun gunung, turun langsung nyari gurunya. Jaman Social Media itu mbikin kamu ndak perlu panasan di perempatan jalan buat ngumpulin duit yang mau disumbangkan ke Merapi. Cukup dengan ngetuit ngetuit, pasang status di Facebook, bantuan akan datang dengan sendirinya. Memang, Simbah sadari, negara ini semakin lama semakin bobrok. Untunglah, warganya sepertinya semakin pintar dengan adanya teknologi dan kepedulianpun meningkat”

Saya mbatin, bener juga ya Simbah ini. Saya punya banyak sekali teman, dengan berbagai macam pengaruh, dan kepedulian yang tidak diragukan lagi. Akhirnya ide pun bersliweran di kepala saya.

“Soal pemasaran, kamu jangan kuwatir. Remaja remaji kita ini sekarang jamannya jaman gawul, asal kemasanmu menarik, mesti payu. Tapi jangan lupa menjaga kualitas, biar pelangganmu ndak pergi. Mau masarkan ke luwar negeri, tanya sana, sama Kangmas Pepeng, yang suka njuwal Candi ke luar negeri. Ncen cah gemblung kok Pepeng kuwi.” Simbah ngelantur lagi. Tehnya sudah habis rupanya. Begitu juga baterai bebe-nya yang sepertinya berteriak minta dicas.

“Sekarang rencanamu gimana? Bebenya Simbah udah minta dicas ini, repot kalo batrenya drop, ndak bisa tuiteran mbahmu ini nanti.” Yayaya, simbah memang kecanduan sama mainan yang satu ini. Dimanapun kapanpun wajib apdet status. Saya sempet curiga, jangan-jangan beliau juga membocorkan percakapan kami barusan.

“Gini aja, sekarang kamu bikin itu namanya Proposal, sekalian yang bagus biar ada yang tertarik buat mbantu kamu. Entah itu dana atau sumbangan tenaga, yang jelas itu akan sangat mbantu kamu, nduk”

“Proposal sih udah pernah mbikin, Mbah…tapi ndak pede aku… jadinya ya ndak pernah tak titipkan ke siapa siapa. Tapi setelah diwejangi simbah, rasa pedeku kayaknya langsung tuinggi ini Mbah!”

“Lha, jadi selama ini kamu memangnya ngayal wae po? ngimpi wae?”

“ya endak, aku udah mbeliin beberapa buku kerajinan, yaaa…minimal biar belajar sendiri merekanya”

“ya ndak jalan, kalo cuma seperti itu nduke, beda lho yo, antara penduduk kota yang belajar masak dari buku resep atau blackberry. Orang desa itu kalo ndak distimulus, susah untuk hal – hal seperti ini Nduke… Coba tips dari simbah tadi dijalanken. Sana, ikutan Microsoft Bloggership, sapa tau menang, dapet dana, bisa dipakai buat mengawali cita – cita muliamu. Katanya kalo menang dapet gadget juga, dan yang paling penting nduk, kalo kamu menang itu bisa terkenal, bisa masuk detik.com lho…”

“Halah, simbah ki… yang dipikirin kok popular populer terus. Yaudah, doain cucumu ini menang ya Mbah… Tapi kalo ndak menang gimana hayo Mbah?”

“Sudah pasti itu Nduk…Simbah selalu mendoakan cucu Simbah biar kampung kita ini ndak hanya ayem tentrem saja, melainkan warganya juga sejahtera. Kalo ndak menang? yo santeee… jangan sampek frustasi. Siapa tau Pamanmu yang duitnya meteran itu tergerak buat mbantu kamu? Siapa tau juga Ndorokangkung yang terkenal itu ngenalkan kamu sama temennya. Siapa tau tho? yang  jelas, digodok wae konsepmu yang mateng, jangan angin – anginan. Simbah ki seneng kalok lihat kampung kita hidup dan warganya juga hidup, pada pinter – pinter. Oiya nduk, pisang gorengnya tadi, sudah habis po?”

“Iya Mbah, tinggal satu itu tadi ndak tak makan, soalnya tadi jatuh ke lante trus sempet diendus si Choki” :mrgreen:
*langsung kabur*

“Wooo! Cah gemblung! Tak balang blekberi kene mengko!”

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

ps. warga kampung saya sebenarnya kreatif kok, mereka kurang penyaluran aja sepertinya 😆
ini skrinsutnya :

Ceritanya jadi densus 88 ini tweeps :mrgreen:

Ceritanya jadi densus 88 ini tweeps :mrgreen:

perhatikan yang tergantung di dada SBY :mrgreen:

perhatikan yang tergantung di dada SBY :mrgreen:

polisi = polusi? :P

polisi = polusi? 😛

When You Tell Me that You Love Me

26 Mei kemaren, dalam langkah terburu buru karena harus kembali ke malang (ibu saya dirawat di rs waktu itu), di terminal bungurasih saya tertegun. Dan menyempatkan diri duduk sejenak di kursi peron. Sejenak, saya lupa bahwa saya harus segera kembali ke malang, dan malah menikmati hiburan yang disediakan pihak terminal itu. errr, mereka pengamen bukan sih? penyanyi yang diiringi sama elekton itu lho? Oke, kita sebut saja entertaining pengamen, dan untuk selanjutnya kita sebut EP *ngasal*, membuat saya melongo saat mereka mempersembahkan *halah* When You Tell Me that You Love Me, yang dipopulerkan sama mbak Diana Ross.

Jadi begini, saya biasanya cuek cuek aja lewatin mbak mbaknya yg bahenol bergoyang mayan seronok dan menyanyikan lagu yang -yaaah sometimes- bukan lagu saya banget. Kali ini berbeda. Mbaknya yang berbadan subur ala Dewi Hughes dan riasan ala Mbak Bertha Suara mbaknya empuk, alus, tapi sometimes melengking and powerful banget! Jian miriiip banget sama suaranya Mbak Diana Ross yang aseli, bedanya yang ini Diana Ross KW Suroboyo. Dan sukses dah, si mbaknya membius saya selama beberapa menit untuk tetap duduk dan menikmati lagunya. Walopun beberapa kali instrumen pengiringnya agak kurang ‘pas’, tapi kerennya suara mbak vokalis EP ini membuat instrumennya jadi nggak berarti. cieeeehhhh bahasanyaaa…

Eniwei, lagu yang dibikin sama om John Bettis dan Om Albert Hammon ini emang aslinya udah enak dari sononya. Dan karena si mbak vokalis EP ini suaranya mantab, lagunya tambah enak aja. Pengen dengerin lagi dan lagi gitu deh rasanya *lebay* Nah, setelah mbaknya selesai nyanyi, saya jadi terinspirasi untuk mengirimi pesan pendek pada suami saya, reffrain dari lagu ini. *menyemenye* 😳

Buat yang belum tau lagunya, ini neeeh liriknya…

Diana Ross

I wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do

I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what’s beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth

* and baby
everytime you touch me
i become a hero
i’ll make you safe
no matter where you are
and bring you

everything you ask for
nothing is above me
i’m shining like a candle in the dark
when you tell me that you love me

i wanna make you see
just what i was
show you the loneliness
and what is does
you walked into my life
to stop my tears
everything’s easy now
i have you here

*and baby
everytime you touch me
i become a hero
i’ll make you safe
no matter where you are
and bring you

everything you ask for
nothing is above me
i’m shining like a candle in the dark
when you tell me that you love me

in a world without you
i would always hunger
all i need is your love to make me stonger

*and baby
everytime you touch me
i become a hero
i’ll make you safe
no matter where you are
and bring you

everything you ask for
nothing is above me
i’m shining like a candle in the dark
when you tell me that you love me

keren kaaan? emang keren kok… dan setelah saya gugling vidionya di yutub, saya nemu mbak Diana duet sama mas mas Westlife versi baru (tanpa mas Brian yg kayak bodyguard itu)

monggo, selamat menikmati…

Nominator

Dalam sejarah hidup saya yang sudah memasuki usia kepala dua ini, sudah banyak asam garam ples msg yang sudah saya rasakan *lebay*. dan kesemua itu membuat saya menjadi seseorang yang pendiam, anggun dan sejahtera. . Narsisly, saya ini orang yang suka ikut kegiatan ini kegiatan itu, lomba ini lomba itu. Bermacam penghargaan saya terima sudah. *namanya juga sombongly, jadi harus disebut 😎 * Dari the best “Chef” versi kampung sampe “Best New Comer” di Grammy Awards, dari peraih juara tarik tambang sampai Peraih Piala Citra, juga sudah pernah saya raih. 😎 sayangnya itu bohong.

Saya merasa, masa masa berprestasi saya terhenti ketika saya memasuki dunia kuliah. saya tak lagi bernafsu untuk mengikuti kompetisi, lomba, award, atau apapun itu. Jauh berbeda ketika masa masa SMA dulu. saya sangat bergairah sekali ketika mengendus adanya lomba. Entah mengarang, karate, pmr, pramuka, olimpiade mata pelajaran, sampai siswa teladan sudah pernah saya ikuti. dengan hasil beragam. Mayoritas adalah, saya menerima piala nyaris tiap sebulan sekali. Ya, tradisi di SMA saya adalah adanya penyerahan piala/medali tiap upaacara bersama. ada rasa bangga yang meluap luap saat itu. yak! naluri alami untuk pamer saat itu terpuaskan.

hingga saat ini, di tahun yang seharusnya beberapa bulan lagi saya menyandang gelar .ST aliyas kuliah hampir tamat, saya ndak mendapatkan satu medalipun! Kalopun ada, mungkin saya lupa :p

dan satu bulan yang lalu, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti kompetisi bloggership untuk microsoft. saat itu nothing to lose aja. dan betapa kagetnya waktu teman saya yang seksi ini memberitahukan bahwa saya dicari cari mbak Hanny, soal nominasi penerima Beasiswa Bloggership.

Excited! 😯 😯 😯 dan nggak percaya waktu itu. bagaimana percaya, lhawong blog saya ini isinya banci ndak jelas, ndak apdet, ples orangnya juga ndak jelas. Tapi tetep berprasangka baik. Ah, pasti orang orang yang memilih itu, tau bahwa saya orangnya sangat anggun , pendiam dan sejahtera. atau mereka memang sedang khilaf. 😳

Semalaman saya ndak bisa tidur. Membayangkan kalo saja saya menang dan bisa trip ke 3 propinsi secara gratis. hwaaa!!!

di hari yang disepakati, hari wawancara itu, saya merasa jantung saya berdegub keeeeeeeennncccaaaaang sekali! deguban yang bahkan tidak saya rasakan ketika berdekatan dengan kekasih :D. *nggaktau ini sang excitednya atau saya emagn frigid*. Dan ternyata pertarungan interview ini sangat tidak berimbang. Saya yang sendirian DIGENGBENG oleh 4 orang! 3 orang cewe cantik cantik ples satu orang cowok seksi yang membuat keringat saya bercucuran. Mba Hanny, Mona, Bonnie dan Om Enda Nasution. Uuuhhh!!! Selama satu jam saya digilir empat orang itu, dicecar dengan berbagai macam pertanyaan yang menuntut otak saya bekerja lebih keras dan tangkas *lebay pol*. :p interviewnya asik kok… dan mungkin saya adalah satu satunya nominator yang paling slengek’an 😀

seminggu menunggu dengan hati cemas, deg deg plas… dan pesimis karena saingannya kok pada mbois semuwa, akhirnya ini lah hasilnyaaa…

Image and video hosting by TinyPic

zooom in :

Image and video hosting by TinyPic

Yak! saya harus puas dengan hanya menjadi nominator saja…

tapi tak apalah…mungkin ini bisa memicu saya untuk lebih bersemangat lagi!

oiya, selamat untuk jeng Dita yang udah menang 😉 . Kutunggu nakam nakamnya Jeng… baru sadar juga, kami bertiga (saya, dita, dan didut) adalah rekan satu milis :P. Bru sadar juga kalo saya ini nominator termuda :p

masih ada lain kesempatan, siwi… terus semangat ya! 😉

*sepertinya saya makin mengenaskan saja 😐 *