Lucy Part two

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Cuplikan episode Lalu : baca ini ajah yak? *siyul siyul* 

kaplok

Jadi, percakapan kamipun merambah rimba belantara kehidupan banci yang rimbun, rapat dan tak berujung. *plakkk*.  Satu hal yang lumayan menarik perhatian saya dari dia adalah -maaf- payudaranya, yang dari luar tampak tak jauh beda dengan punya saya, ups maksud saya, dengan wanita wanita lainnya. 

Chiw :*sambil nunjuk ke bagian pria yang seharusnya bidang* Nah, itunya kok bisa begitu Luce? *mbulet ya?*
Lucy : owalah…ini tah mbaaak…cuman beha aja kok, disumpel gabus. ben ketok gede. (biar keliatan gede, red)
Chiw :*manggut manggut* Gak kepingin yang aseli? *saya nggak habis pikir kok bisa nanya kayak gini*
Lucy : yo aseline Mbaaak, juuuauh dari dalam lubuk hati yang paling duwalam, jelase kepwuingin…
Tapi lho mbak, sekarang operasi payudara yang murah murahan jelas resikone kanker. aduuuhhh…amit amit jabang baby!

Chiw : nggak ada cara lain ya, selain suntik silikon?
Lucy : ada mbak, alami malahan… ada obatnya gitu…
Chiw : hormonal?
Lucy : iyo. *Lucy menyebutkan nama obatnya, tapi saya lupa :p * Tapi Mbak… karena obat itu cara kerjanya hormonal yaaa…dia nambah produksinya estrogen apa progesteron gitu deh… tapi… hormon asliku jadinya harus ngalah Mbak…
Chiw : *mendadak bego* ngalah yoopo e Luce? 
Lucy : Gini lho mbak… kalok minum obat itu, memang sih, payudarakyu bisa membesar secara alami… TAPPPIII… dibarengi dengan melemahnya fungsi Mr.Penny-ku.aku ndak bisa ereksyen, gak bisa orgasyem. huhuhu…jelas aku tak bisa menerima kondisiku yang seperti itu Mbak…Padahal yang namanya mastur itu weeenaaakkk… *ngomong gini sambil cekakak cekikik*
Chiw : Lha, kan bisa sekalian operasi kelamin gitu, di Tailand kan udah banyak… (gak percaya? tanya Arya
!)
Lucy : ya jelas pingin mbak sebenernya…menjadi wanita sejati. Tapi duwike sopppooo??? sementara ini ya disyukuri aja apa yang ada. Aku bahagia menjadi Lucy yang seperti ini kok Mbak…

percakapan kami waktu itu terhenti karena Lucy yang minta diajarin pidato dalam bahasa inggris untuk mengisi acara di komunitasnya -IWAMA Peduli AIDS- , serta hujan yang mereda, dan jam pertandingan yang semakin mepet. Percakapan kami berlanjut ke via telepon. Entah saya yang nelpon Lucy ataupun Lucy yang nelpon saya.

Lucy sangat excited ketika mengetahui saya memposting tentang kehidupannya yang tak biasa itu. Meskipun sebelumnya, saya sudah meminta izin padanya dahulu.
Dan dengan bersemangat menceritakan apaaa saja yang ingin saya ketahui. Masih tetap dengan gayanya : blak blakan.

Chiw : hola Luce…
Lucy : Mbak Swiwwwiii…kwangeeennn!!!
Chiw : hwehehe…biasah…yo gini ini nasib orang keren sepertikyu. *plakkk!!! ini bagian yang tidak penting*

kaplok


*kami ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil bernostalgila, hingga saya tak tau bagemana bisa ada yang kayak gini(lagi)*
Chiw : Luce, kamu ndak ada rasa tertarik gitu, sama cewek?
Lucy : gini lho Mbak… aku tuh ngerasa aku ini cewek, jadi kalok aku sama cewek, jadinya lak lesbong malahan? jelas aku ndak tertarik, karena perempuan itu, menurutku sejenis dengankyu…
westalah, sekarang lho, ada cewek, seksi naujubilah, telanjang di depanku lho, aku ndak bakalan tertarik…

*entah yang ini sudah teruji apa belum, ada yang mau jadi sukarelawan?*
Chiw : hm… kalo sama gay atau banci lainnya gitu?
Lucy : tergantung Mbak…intine gini ya… kalo cowok yang gayanya mbanceni kayak O*lga atau Ru*ben ples I*gun dan sejenisnya itu, jujur aja aku jijik Mbak! dan ndak ada minat sama mereka. Tapi, kalo Gay yang kayak si *menyebutkan nama artis cowok yang disinyalir gay, tapi saya lupa namanya* itu. dia gay, tapi gayanya tetep cool, macho dan cowok macho itu nggemesiiin banget lho mbak. *dalam hati saya mengiyakan. asal machonya ndak kayak Ade Rai aja. Alih alih membuat saya kagum, yang ada malah serem*


*pembicaraan berubah topik lagi*
Chiw : kalo diitung – itung, kamu udah ML ama berapa cowok Luce?
Lucy : sekarang gini yo mbak…aku mulai hidup ginian ya sejak lulus sma. yaaa… dianggep ae pertengahan 2005 yooo… jadi sampai sekarang udah 3,5 tahun. 1 tahun 365 hari. dan jujur aja mbak, sejak mbalon, setiap hari itu aku pasti dapet klien. jadi, anggep aja sehari satu, berarti ada 365 x 3 + (1/2 x 365) = banyaks kan yaaa… huhuhu…

Chiw : *tersedak.kaget nggak nyangka*
Lucy : malah seringnya sehari aku ndak cuman sama satu orang Lho mbak…
yang rekornya sampe sekarang belum terpecahkan, sehari aku main sama 26 orang! sampe tempat naruh duwit itu ndak muat!

Chiw : *bener bener shock kali ini* 26 oraaanggg???
Lucy : iya mbak… huhuhuhuhu… *tertawa kalem* sampek ledeh kabeh rasane awakku. (sampe hancur semua badanku rasanya,red maksa)
Chiw : *ndak berani membayangkan*

Lucy meneruskan ceritanya yang membuat saya hanya bisa geleng geleng kepala dan sesekali menghela nafas panjang. Tentang pelanggannya yang bahkan anak anak SD, tentang pelanggan kasar yang sering maen tangan, tentang pelanggan setia yang ganteng ganteng, tentang sulitnya hidup ditengah pandangan masyarakat yang mencibir kaumnya, tentang AIDS, tentang shopping, tentang test kesehatan di klinik, tentang Mellani, tentang aaahhh… Lucy, Lucy… terlalu banyak hal di dunia ini yang baru aku tau setelah mengenalmu lebih dekat, bukan hanya sebagai adik kelas yang sedikit gagah gemulai. Mungkin, suatu saat akan saya buat postingan lagi, mengupas lebih banyak sisi lain kehidupan seorang banci, cermin kehidupan terasing dan kultur masyarakat yang sangat gender oriented.

Lucy, mungkin bagi sebagian orang adalah perusak generasi penerus bangsa, manusia menakutkan dan jahat, makhluk yang dilaknat agama, sampah masyarakat, hingga sesuatu yang layak dilenyapkan karena tak pantas hidup di bumi ini (ini saya ambil dari komentar dan email yang masuk ke saya untuk tanggapan Lucy part 1). Buat saya, Lucy adalah salah satu guru kehidupan. Bukan…bukan tempat mempelajari mencari 26 klien dalam semalam dengan daya tariknya, tapi kegigihannya, hingga dengan sederet himpitan itu, dia tetap bisa memberi semangat pada dirinya sendiri untuk hidup dan bagaimana untuk terus hidup, entah itu sebagai perempuan, lelaki, atau keduanya.

Smangat terus, Neng!

 

lucyamendoza

lucyamendoza

Iklan

Lucy part one

PARENTAL ADVISORY! EXPLICIT CONTENTS

Sabtu, 22 Nopember 2008. Sebelum pertandingan Arema vs Persibo

Saya sedang di Warkop Horor, warkop milik teman saya kala itu. Ketika dari kejauhan, di bawah rintik gerimis Kota Kepanjen, tampak sesosok wanita berpayung, berjalan ke arah jalan raya, dengan hotpants-nya yang sangat gaya.
Dari cara berjalannya, saya merasa mengenalnya!

Saya putuskan untuk melambaikan tangan. Dia semakin mendekat. Saya lambaikan tangan lagi, kali ini dia melihat saya dan lansung berteriak histeris genit “Mbak Siiiiiiiiiiiwww” sambil menghampiri saya di warung kopi. Tidak salah lagi! dia itu Syaiful! adik kelas saya di SMA. Ups, bukan! Dia bukan Syaiful lagi! Dia sekarang populer dengan sebutan Lucy. L – U – C -Y!

Saya pandangi dia. Rambutnya panjang alami, bukan wig atau hasil hair extension!

Kaos lengan pendek menempel ketat di badannya. Hotpansnya cuma menutup beberapa puluh senti di atas lutut. Duduknya anggun. Saya aja ndak seanggun itu. Bibirnya seksi, terbentuk. Dipoles lipstik warna soft pink, Lucy sudah nyaris tak ada bedanya dengan wanita kebanyakan. Malah saya yang merasa aneh. Jangan jangan, saya yang lelaki!

Mengobrollah kami seperti dahulu. Ipul, eh Lucy, masih belum berubah. Masih tetap blak blakan, bicara tanpa tedeng aling aling, sama seperti saya. Cuman, kalo sama Lucy, saya yang agak hati hati bicara.
Beberapa pengalaman nggak enak membuwat saya lebih hati hati bicara sama siapapun. Saya lebih banyak bertanya saat itu. Jelas saja, meski gejala feminim Ipul ini sudah tampak sejak saat saya mengenalnya, saya tidak menyangka bakalan sampe kayak gini.

Siw : Kerja dimana sekarang Pul?
Lucy : ya disini ini mbak… mbalon… prostitusi
Siw : legal ndak? terorganisir ndak?
Lucy : ya liar kayak gini wes…bekerja dewe dewe
Siw : Lha kamu disini sendirian gitu?
Lucy : enggak Mbak. ya disini banyak temennya. Sesama banci gitu deh…
Siw : Ho…ngekost yak disini?
Lucy : iya. Nyewa bedak di pasar. Setahunnya 1 juta.
Siw : Pelanggannya gitu, orang mana?
Lucy : ya macem macem mbak… ada yang dari sini sini aja. ada yang dari luar. banyak lah. Sampeyan mau tah, lihat ini? ada foto ada video Lho…
Siw : vidio aja deh…
Lucy : tapi ada penisnya lho…gapapa tah?
Siw : ya gapapa. emangnya kenapa ? *dalam hati aslinya ragu*

Saya menerima hengpon nokiyem seri entah berapa ituh, dan ditunjukkan beberapa vidio bikinan Lucy dan pasangannya.
Siw : buwat apa toh mbikin video kayak gini?
Lucy : ya buwat dokumentasi toh Mbaaaak… *sambil mengibaskan rambut*
Siw : Lha mereka ndak keberatan gitu, direkam kayak gini?
Lucy : sebagian besar ya keberatan… tapi biasanya aku pura pura bikin foto gitu. Aslinya video. *sambil ngakak genit* Tapi ya nggak semua tak rekam lho Mbak… khusus yang cakep cakep aja sih…

Siw : *masih mengamati ponsel dengan heran dan takjub -halah-* Pelangganmu ganteng ganteng kayak gini sebagian besar lelaki normal ato gimana Lus?
Lucy : sebagian besar mereka normal Mbak… cuman ya ada yang seneng mainin penisku, ada juga yang maunya cuman dioral, ada yang sekalian mintak disodomi.
Siw : kamu selalu jadi ceweknya gitu?
Lucy : yo mesti lah Mbak… dan meskipun penampilan kita kayak cewek, kalo kelakuan kita ndak cewek, mereka bisa ilfil juga. Jadinya ya, kita harus bersikap kayak cewek cewek beneran gitu…
Siw : ooow… pelangganmu sehari gitu sampek berapa?
Lucy : ndak mesti Mbak… soale disini kan ndak sendiri. Ada banci banci yang laen juga. Pelanggan jugak milih. kalo cocok, ya lansung pakek…
Siw : *manggut manggut takjub sambil tetep mantengin pidio* Soal pentarifan, kamu masang tarif berapa gitu, sekali maen? *buset!saya kayak mami mami aja*
Lucy : beragam mbak. tergantung. Antara 5 ribu sampek 150 ribu rupiyah bergantung sama pelanggan. semakin aku suka orangnya, semakin takasimura… *sambil memelintir rambutnya*

gerimis belum berhenti. Kepanjen semakin dingin. saya dan Lucy larut dalam pembicaraan yang semakin menghangat.

bersambung…*ala senetron2 endonesyah*

betewe, ini fotonya si Lucy

lucy